---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- detik.com, 4 September 2000 Polisi Mengaku Diserang Dulu, Sebelum Tembak 4 Anggota GAM Reporter: Rayhan Anas Lubis detikcom - Banda Aceh, Aparat dari Polres Pidie akhirnya membenarkan penembakan terhadap 4 anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tapi, sebelum mereka menembak mati, anggota GAM menyerang aparat terlebih dulu. Demikian keterangan Kapolres Pidie Superintendent Endang Emiqail Bagus saat dihubungi detikcom. "Kita sedang melakukan patroli rutin di kawasan tersebut, ketika di kawasan Simpangtiga, beberapa anggota GAM yang bersembunyi di rumah penduduk menghadang kita dengan tembakan," ujar dia, Senin (4/9/2000). Melihat situasi ini, aparat yang dipimpin Kapolsek Simpangtiga mencoba meminta bantuan ke Sigli. Sementara pengepungan terhadap anggota GAM yang tengah berlindung di rumah penduduk terus dilakukan. Bantuan langsung datang di bawah pimpinan Wakasatgasres Asisten Superintendent Drs Restu Mulia Budi S yang dibantu Satgas Walet Gegana, marinir dan beberapa pasukan BKO di Kodim setempat. "Mereka berhasil kita lumpuhkan. Sekarang jenazah mereka ada di RS Sigli. Jika keluarganya mau mengambil silakan saja ambil pada petugas di rumah sakit," kata Kapolres Pidie lagi. Dalam insiden itu, polisi berhasil menyita 1 pucuk senjata M-16, 1 AK-47, satu pistol jenis FN plus 278 amunisi, masing-masing 210 butir amunisi M-16, 52 butir amunisi AK 47, 16 butir peluru untuk jenis FN dan 9 magazen dari empat anggota GAM yang ditembak mati Minggu (3/9/2000). Seseorang yang tengah memasang bom rakitan juga berhasil ditembak aparat. Seperti diberitakan sebelumnya, empat anggota GAM ditembak aparat keamanan di kawasan Kampung Gajah, kemukiman Keumangan, Kecamatan Mutiara, Pidie, Minggu (3/9/2000). Mereka adalah, Samsul Bahri alias Kapten Nur (39), Hanafiah (42), M. Yunus (49) dan Tgk. Marzuki (28). Menurut laporan yang diterima detikcom lewat salah seorang perwakilan GAM yang duduk di Tim Komite Bersama Modalitas Keamanan (KBMK) Amni bin Ahmad Marzuki, Minggu (3/9/2000) sekitar jam 22.00 WIB, kematian empat rekannya itu karena ditembak aparat saat pulang kampung. Mereka sendiri turun gunung karena ingin mengunjungi keluarganya. Tapi, sampai saat ini, menurut Amni bin Ahmad Marzuki, keluarga korban belum bisa mengambil mayat keempat anggota GAM itu. Soalnya, kata Amni, RS Sigli kini tengah dijaga oleh sejumlah aparat. "Keluarganya takut untuk mengambil jenazah korban. Akibatnya jenazah-jenazah itu sampai hari ini masih berada di RS Sigli. Saya sangat mengarapkan agar aparat tidak berada lagi di sekitar rumah sakit. Kasihan anggota keluarganya yagn datang mau mengambil mayat, mereka takut," ujar Amni. Kondisi yang tak kondusif ini membuat kota Pidie sampai hari ini, Senin (4/9/2000) dikabarkan masih lengang. Aktivitas masyarakat di luar rumah nyaris tidak ada. "Saya mengingatkan masyarakat untuk tidak ikut-ikutan. Kita sebenarnya tidak menghendaki insiden kemarin itu terjadi. Tapi mereka memulai. Padahal kami tidak mengganggu kalau kami tidak diusik," kata dia. Sementara itu, juru bicara GAM wilayah Pidie Abu Razak, pada harian Serambi Indonesia edisi Senin (4/9/2000) mengatakan akan melakukan tung bila (pembalasan) atas tewasnya empat anggota mereka. "Kami akan balas kematian anggota kami itu, karena mereka adalah prajurit-prajurit yang setia," tegas dia. Dengan tewasnya keempat anggota GAM ini, menurut Amni bin Ahmad Marzuki tercatat sekitar 70-an anggota GAM telah tewas sejak tiga bulan masa jeda kemanusiaan ini.(asy) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Sep 2000 jam 07:35:34 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
