---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Muhammadiyah rugi dukung PAN Dukungan Muhammadiyah terhadap Partai Amanat Nasional (PAN) justru merugikan ormas keagamaan tersebut. Untuk itu kemandirian Muhammadiyah sangat penting bagi eksistensinya di masa depan. Pengamat Politik Dr Nazaruddin Syamsuddin mendukung tekad Muhammadiyah pada Muktamarnya ke-44 untuk mandiri dan melepas kaitannya dengan partai politik manapun. "Dukungan terhadap PAN yang ternyata perolehannya kecil dalam Pemilu 1999 hanya mempermalukan dan merugikan nama besar Muhammadiyah, yang tanpa PAN memang sudah besar," kata pakar dari UI. PAN Ketua Umumnya dijabat M Amien Rais, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, sehingga dalam wacana politik sulit untuk tidak mengaitkan antara keduanya, meski sudah dinyatakan petinggi Muhammadiyah bahwa antara PAN dan Muhammadiyah tidak ada hubungan langsung. Padahal, kata Nazaruddin Syamsudin, sesungguhnya massa Muhammadiyah cukup besar, hanya saja tidak semua mau memilih PAN karena dianggap PAN yang tidak berasas Islam itu, berbeda dengan Muhammadiyah, organisasi yang membawa aspirasi keagamaan. Menurut dia, selama ini PAN-lah yang mempergunakan Muhammadiyah, menggunakan orang-orang Muhammadiyah menjadi fungsionaris hampir di semua cabang dan ranting PAN. Menurut dia, Muhammadiyah sebagai lembaga keagamaan memang harus terlepas dari partai apapun, sehingga kalau ada guncangan pada partai tersebut, guncangannya tidak akan berpengaruh terhadap Muhammadiyah. "Harapan saya, jika Muhammadiyah memang bertekad melepaskan diri dari pengaruh partai tertentu, mereka harus melarang anggotanya membawa atribut Muhammadiyah dalam kegiatan politik, atau keluar dari partai tersebut," katanya. Sementara itu Menanggapi kekhawatiran bahwa Muhammadiyah akan ditarik kedalam parpol, baik Golkar maupun PAN, oleh tokoh-tokoh yang sekarang meramaikan bursa pimpinan, Ketua [demisioner] PP Muhammadiyah Safi'i Ma'arif menandaskan, hal itu tidak akan terjadi. Ide seperti itu menurutnya tidak akan laku. �Muhammadiyah tidak ada kaitannya dengan parpol,� tegasnya. Lebih lanjut dia menyatakan untuk kepentingan masa depan , ormas Islam tersebut bisa meniadakan asasnya karena tujuan organisasi itu sudah jelas. Dia mengatakan hal ini menanggapi kontroversi soal usulan menganti asas ormas itu dari Pancasila ke Islam. Di arena Muktamar Muhammadiyah yang berlangsung Minggu , jubir Wilayah Kaltim, Sofyan misalnya, menginginkan agar asas Islam dicantumkan untuk menggantikan asas Pancasila. Dia juga meminta agar Piagam Jakarta diperjuangkan untuk bisa masuk dalam Pembukaan UUD 45. Permintaan yang sama juga disampaikan wilayah Aceh dan Jambi, agar Muhammadiyah mengganti asasnya. Syafi'i mengatakan, sejak 1912 sampai 1959, Muhammadiyah tidak memiliki asas. Namun tujuannya sangat jelas, yakni untuk memberdayakan umat dalam bidang sosial, ekonomi dan pendidikan. Dia juga mencontohkan Piagam Madinah yang berisi 47 pasal tidak dilandasi dengan asas. "Oleh karena itu, bisa dipertimbangkan asas itu ditiadakan," katanya. Di sisi lain Syafi'i mengatakan calon yang memperoleh suara terbanyak dari 13 yang dipilih siang ini bisa menjadi ketua PP Muhammadiyah periode lima tahun kedepan. Dari muktamar yang lalu, ketua biasanya dipilih dari calon nomor satu yang dipilih oleh muktamar. Namun, bisa juga ketua PP dipilih dari luar, 13 anggota PP Muhammadiyah. Hal itu pernah terjadi pada tahun 1953 ketika muktamar memilih AR Sutan Mansyur. Semuanya tergantung pada peserta muktamar.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Jul 2000 jam 08:16:37 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
