----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

detik.com, 7 September 2000

2 Anggotanya Ditangkap
AGAM Ancam Polres Aceh Besar

Reporter: Rayhan Anas Lubis

detikcom - Banda Aceh, Angkatan Gerakan Aceh Merdeka (AGAM)
wilayah Aceh Besar mengeluarkan ancaman kepada Polres Aceh
Besar. Mereka meminta supaya 3 anggotanya yang ditangkap polisi
di kawasan Blang Bintang Aceh Besar, Selasa (5/9/2000) lalu,
segera dibebaskan. Jika tidak, AGAM akan buat perhitungan.

Pernyataan AGAM tersebut mengatasnamakan Panglima Pasukan Gajah
Keng, Tengku Hamzah. Maklumat tersebut berisikan, jika dalam
tempo tiga hari ketiga anggota AGAM Aceh Besar itu tidak
dilepaskan dalam keadaan sehat wal afiat, maka pihaknya akan
membuat perhitungan dengan jajaran Polres Aceh Besar.

Maklumat itu disampaikan AGAM melalui Harian Serambi Indonesia
edisi Kamis (7/9/2000). "Jangan salahkan pihak kami, jika dalam
tempo tiga hari mereka tidak dibebaskan, kami akan membuat
perhitungan sendiri. Kami akan menyelesaikannya dengan cara kami
sendiri," demikian AGAM.

Menanggapi hal itu, Kasatgas Operasi Cinta Meunasah I-2000
Senior Superintendent T Asikin mempersilakan AGAM untuk
mengancam. Tapi, polisi ngotot tetap tak akan mengeluarkan 3
anggota AGAM itu.

"Ya, kalau dia mau buat perhitungan silakan saja. Atau dia mau
serang polres, serang saja, kantornya tidak pindah. Tapi ketiga
anggotanya itu tidak akan kita lepas. Akan kita proses secara
hukum, apalagi membawa senjata api tanpa surat izin dan naik
mobil rampasan," kata dia seusai dialog interaktif di radio RRI
Banda Aceh kepada detikcom, Kamis (7/9/2000).

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiga anggota AGAM itu
terjaring razia Brimob di kawasan Blang Bintang Aceh Besar. Tiga
truk Brimob yang berada di bawah komando Senior Inspektur Taufik
itu memberhentikan satu mobil taft GT Hi Line. Mobil itu
dihentikan karena mencurigakan. "Kap mesin tidak ada, plat
polisinya juga tidak ada," jelas Kapolres Aceh Besar,
Superintendet Sayed Husaini, Selasa (5/9/2000) lalu.

Benar saja, setelah diperiksa ternyata di dalam mobil, persisnya
di bawah jok sopir, ditemukan satu pucuk senjata api jenis FN
dengan lima butir peluru yang siap tembak, sejumlah dokumen GAM
dan kabel ratusan meter. Terang saja, ketiga penumpang mobil,
Bustami, Abdul Samad, dan Ridwan Mahmud langsung digiring ke
Mapolres Aceh Besar. Kini, ketiganya masih mendekam di rutan
Mapolda Aceh untuk diproses lebih lanjut.(asy)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Sep 2000 jam 04:56:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke