----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

SUARA PEMBARUAN DAILY, 2 September 2000

Menneg LH Sesalkan Pernyataan Dubes AS
Tekanan untuk Kepentingan Perusahaan atau Pihak Tertentu Bukan
Zamannya Lagi

Jakarta, 2 September
Menteri Negara Lingkungan Hidup/Kepala Bapedal Dr Sonny Keraf
menyayangkan pernyataan Duta Besar Amerika Serikat untuk
Indonesia Robert Gelbard yang tidak setuju Sonny Keraf terpilih
kembali menjadi Menteri LH dalam kabinet baru. Alasan Gelbard,
Sonny anti-Amerika Serikat, terutama kepada perusahaan-
perusahaan milik AS yang beroperasi di Indonesia.

''Sebagai duta besar dari negara yang sangat menghormati
demokrasi, seharusnya Gelbard tidak membuat pernyataan seperti
itu. Selain ikut campur masalah dalam negeri kita, Gelbard juga
terkesan membela perusahaan AS yang tidak peduli dengan
lingkungan hidup. Duta besar dari negara lain tidak seperti
itu,'' ujar Sonny di Jakarta, Sabtu (2/9).

Kantor berita Antara, Jumat (1/9) mewartakan dari New York bahwa
Dubes AS untuk Indonesia Robert Gelbard menyatakan sangat kecewa
dengan terpilihnya kembali Sonny Keraf sebagai Menteri LH yang
dinilai sangat anti-AS. Pernyataan itu dilansir salah satu koran
yang terbit di Ibu Kota AS The Washington Times.

Sonny Keraf mengaku tidak terkejut dengan pernyataan itu karena
sejak kasus PT Freeport mencuat ke permukaan, beberapa kali
Gelbard dan politikus senior AS Henry Kissinger berupaya menekan
Pemerintah Indonesia agar tidak mengutak-atik perusahaan tambang
emas raksasa di Irian Jaya itu. Oleh Menneg LH dan LSM
Indonesia, Freeport dinilai telah melakukan pelanggaran cukup
berat dalam masalah lingkungan hidup di tempatnya beroperasi di
Mimika, Irja.

''Walaupun tidak disukai Dubes AS, dengan dipilihnya saya
kembali menjadi Menteri LH oleh Presiden Abdurrahman Wahid,
menunjukkan beliau tidak bisa didikte oleh pihak asing mana pun.
Hal ini juga membuktikan, Presiden dan Wakil Presiden memahami
masalah yang sedang kita hadapi. Negara kita sedang berupaya
memperbaiki semua sektor termasuk lingkungan hidup. Tekanan
untuk kepentingan perusahaan atau pihak tertentu sudah tidak
zamannya lagi,'' ujarnya. Sonny menegaskan, dia tidak pernah
pilih kasih terhadap perusahaan mana pun yang terbukti merusak
lingkungan, terutama perusahaan raksasa yang seharusnya memberi
contoh dan dapat memperbaiki diri. Sangat kebetulan, katanya,
jika di antara perusahaan yang dipermasalahkan itu milik
pengusaha AS. Banyak perusahaan yang bukan milik AS, seperti di
sektor perkebunan, diajukan ke pengadilan karena melakukan
pembakaran lahan saat membuka lahan.

Tidak Anti-AS

Diingatkan oleh Sonny, tidak ada sedikitpun perasaan anti AS di
dalam dirinya maupun pejabat tinggi lainnya di Indonesia.
Sejumlah lembaga yang peduli ling- kungan hidup dari AS justru
banyak yang melakukan kerja sama dengan kantor Menneg LH dan
Bapedal. Beberapa duta besar dari negara lain seperti Kanada,
Australia, Belanda, Jerman, dan Jepang justru memuji langkah-
langkah pemerintah dalam masalah lingkungan hidup.

Ia mengungkapkan, perusahaan yang memiliki masalah lingkungan
hidup di Indonesia berasal dari banyak negara, tapi umumnya
mereka berusaha memperbaiki diri, bukannya menghindar dari
masalah dan menyalahkan kebijakan yang diambil pemerintah.
Negara-negara sahabat dan beberapa lembaga asing justru ingin
bekerja sama, di antaranya memberi bantuan hibah untuk
menanggulangi masalah kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Bahkan di antaranya juga berasal dari AS. ''Wakil Presiden AS Al
Gore sangat peduli pada lingkungan hidup. Kebijakan Pemerintah
AS juga selalu dikaitkan dengan lingkungan hidup. Sangat
mengherankan kenapa Dubes AS di sini bukannya mendorong kita
untuk peduli pada lingkungan tapi malah mengaitkannya dengan
masalah lain yang tidak rasional seperti menuduh saya anti-AS.
Ini tidak fair. Dubes AS di sini mungkin tidak mengerti
lingkungan hidup,'' ucapnya.

Ditegaskan pula oleh Sonny, dia tidak akan mundur walaupun harus
menghadapi perusahaan raksasa yang dibekingi orang kuat.
Menurutnya, jika kita tidak menjaga sumber daya alam dan
lingkungan dari perusakan dan pencemaran, yang rugi adalah
bangsa Indonesia. Dan jika ada duta besar yang justru membela
perusahaan dari negaranya yang jelas-jelas bermasalah patut
dipertanyakan kredibilitasnya.

Dikemukakan pula, beberapa pihak sudah mengusulkan, kontrak
karya (KK) PT Freeport ditinjau ulang dan diperbaiki agar tidak
merugikan bangsa Indonesia. Perusahaan itu, menurut Sonny, sudah
berjanji akan melakukan perbaikan-perbaikan dan mencari
alternatif pembuangan pasir sisa pertambangan (tailing) yang
selama ini dibuang begitu saja ke sungai-sungai. Jumlah tailing
yang dibuang sekitar 200.000 ton per hari. (S-26)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Sep 2000 jam 04:56:57 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke