---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- PBB Konsentrasikan Pasukan di Perbatasan RI-Timtim Atambua - (Astaga.com) Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Timtim (UNPKF) dilaporkan telah mengkonsentrasikan pasukannya di dua pos perbatasan RI-Timtim. Pasukan yang digelar itu dilengkapi dengan berbagai persenjataan berat, termasuk tank tempur. Komandan Sektor (Dansektor) pengamanan perbatasan Nusa Tenggara Timur dengan Timtim, Letkol Inf Indra Hidayat di Atambua, Jumat (8/9) membenarkan hal itu. Menurut Indra, konsentrasi pasukan telah dilakukan sehari setelah insiden pembakaran dan pembunuhan tiga staff Komisi Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) di Atambua. Disebutkan, konsentrasi pasukan UNPKF terjadi di dua jalur utama lintas darat menuju wilayah Timtim, yakni di Pos Batugade yang terletak di sebelah timur Kabupaten Belu dan Pos Matamauk di sebelah selatan Belu. "Memang ada upaya konsentrasi pasukan yang mungkin saja dilakukan untuk mengantisipasi ancaman kedaulatan negara Timor Leste dari kemungkinan yang tidak mereka inginkan," katanya. Namun, Indra menilai sikap tersebut wajar saja dalam rangka menghindari berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi. Sementara TNI, kata dia menyikapi hal itu sebagai bagian dari upaya peningkatan pengawasan keamanan di kawasan perbatasan NTT-Timtim. "Mereka itu hanya bersikap waspada jika ada kelompok tertentu mencoba masuk menyerang, apalagi mereka mendengar kalau disini terjadi aksi kekerasan meskipun tidak ada kaitannya dengan perbatasan," katanya. Hal yang sama, juga menurutnya akan dilakukan pihak TNI jika ada di wilayah Timtim, terutama di kawasan perbatasan, sedang terjadi suatu persoalan yang mengarah kepada tindak kekerasan. "Mereka hanya bersikap waspada dan mengambil langkah antisipasi, jadi hal itu tidak perlu dikhawatirkan," ujarnya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Sep 2000 jam 05:18:40 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
