----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Kematian Mendosa Diduga Balas Dendam Karena Bantai Pendeta

JAKARTA, Mandiri -

Olivio Mendosa Moruk, mantan pemimpin pejuang integrasi Timtim (Timor
Timur), tewas (7/9) akibat pembalasan atas kematian pastor Suai, Hilario,
setahun sebelumnya. Setahun lalu milisi Laksaur dituduh membantai tiga
pendeta.

�Kematian Bapa Hilario terbalas. Olivio Mendosa Moruk, pemimpin milisi
Laksaur, yang diyakini banyak orang Timtim sebagai pembunuh Bapa Hilario,
tewas secara mengenaskan di Betun, Timor `barat`,� kata Direktur Sekolah
Riset Kajian Asia dan Pasifik Universitas Nasional Australia, James Fox,
Jumat (8/9) sebagaimana ditulis The Australian.

Mendosa merupakan satu dari 19 calon tersangka pelanggar berat hak asasi
manusia di Timtim dan akan dipanggil Kejaksaan Agung untuk disidik.

Pembunuhan Mendosa terjadi pada hari yang hampir sama dengan saat pejuang
integrasi pimpinannya menyerang gereja Suai, Timtim, dan membantai tiga
pendeta dan lebih dari seratus wanita dan anak-anak yang berlindung di
gereja itu, kata James Fox.

Pengikut Mendosa menyalahkan PBB, yang membiarkan CNRT (Dewan Pelawanan
Bangsa Timor) mengirim penyusup Falintil (milisi CNRT) ke Timor �barat�
untuk melaksanakan pembunuhan tersebut.

Menurut pengamat tersebut, dengan mengarak jasad tanpa kepala pemimpinnya,
pengikut Mendosa berserta 5.000 pendukungnya membakar mrkas UNHCR di
Atambua, yang menewaskan tiga anggota badan PBB urusan pengungsi itu.

�Dendam pribadi dan napsu primordial, ditambah kecurigaan mendalam, terjadi
dalam hubungan antara warga setempat masing-masing sisi perbatasan. Kejadian
yang mereka picu segera menjadi peristiwa nasional dan internasional,�
katanya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Sep 2000 jam 05:25:50 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke