----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Militer Indonesia alami fragmentasi

satunet.com -

Militer di Indonesia tengah mengalami fragmentasi sehingga terkesan terjadi
kerenggangan komando antara pusat dan daerah, demikian Indonesianis asal
Australia Dr Harold Crouch, Minggu.

Menurut Harold kepada satunet.com , fragmentasi inilah yang kerap
menyebabkan terjadinya gerakan sendiri-sendiri di level bawah militer yang
bisa juga dihubungkan dengan terjadinya kekerasan terhadap sipil di beberapa
daerah di Indonesia seperti Aceh dan Maluku.

"Sudah menjadi gejala umum di Indonesia, tentara di daerah sering bergerak
sendiri-sendiri karena mereka beranggapan jauh dari kontrol di pusat
sehingga ada kesan merongrong pusat," kata Harold.

Hal itu menurut dia, bisa disebabkan banyak hal. Pertama, ia menyebutkan
adanya perwira di level menengah seperti Dandim yang memang tidak mau
mengambil tindakan terhadap laskar atau milisi yang berbuat kekacauan dengan
alasan tidak ingin terlibat dengan kesulitan.

Kedua, menurut Harold, kekacauan itu sengaja diciptakan untuk membuat malu
perwira-perwira di kalangan atas. Selanjutnya dimungkinkan kendali dari
Jakarta yang menginginkan kekacauan terjadi di daerah.

Di luar frgamentasi ini Harold juga memprihatinkan masalah pembayaran
terhadap para prajurit yang memberikan imbas terhadap kadar profesionalitas
mereka. Untuk itu sulit bagi Harold jika Indonesia ingin membentuk semacam
'pasukan khusus' yang memang siap untuk ditugaskan didaerah-daerah konflik
seperti Aceh dan Maluku.

Berkenaan dengan upaya pengadilan terhadap mantan Presiden Soeharto, Harold
menyatakan hal itu suatu upaya yang cukup baik walaupun belum tentu bisa
memenjarakan Soeharto. "Setidaknya ada upaya mengadilinya sehingga presiden
berikutnya akan berfikir dua kali jika ingin berbuat sesuatu yang
menyeleweng," ujarnya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 11 Sep 2000 jam 08:41:01 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke