---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Lee Kuan Yew : Anak-anak Soeharto Abaikan Nasihat Singapura, LippoStar Anak-anak Soeharto mengabaikan nasihat untuk menghentikan penyelewengan bisnis dan keuangan, tulis memoar Menteri Senior Lee Kuan Yew yang diterbitkan di Singapura, Minggu (10/9). Perilaku anak-anak Soeharto turut menyumbang kejatuhan orang tuanya, kata Lee. Meskipun begitu, negawaran Singapura ini tidak menyamakan Soeharto dengan mantan presiden Filipina Ferdinand Marcos sebagai kriminal (crook). Lee secara terbuka bertemu dua anak Soeharto pada puncak krisis keuangan Asia 1997 dan 1998, yang menggoncangkan Indonesia dengan kejatuhan mata uang rupiah. "Kekhawatiran semakin meluas terhadap jatuhnya rupiah, saya katakan pada duta besar kami di Jakarta untuk meminta dia [Tutut] menemui saya di Singapura untuk menyatakan pandangan saya terhadap ayahnya," tulis memoar itu. Pertemuan dengan Siti Hardiyanti Rukmana berlangsung bertapatan dengan hari natal 1997 yang dihadiri PM Goh Cok Tong. "Saya menasehati dia sepenuhnya dan saudara kandungnya untuk memahami para fund manager di Jakarta yang memperhatikan berbagai keistimewaan yang dinikmati anak-anak presiden," ujar Lee. "Selama periode krisis, langkah terbaik adalah menarik seluruhnya dari pasar dan tidak berkecimpung dalam proyek baru apapun," nasihat Lee. Lee mengatakan dia meminta Tutut, dengan tanpa niat buruk, apakah dia sanggup mengkomunikasikan pandangan ini pada saudara-saudaranya. "Dia menjawab dengan jujur bahwa dirinya tidak dapat melakukan hal itu," kata Lee, dalam buku volume keduanya yang berjudul "From Third World to First: The Singapore Story" yang diluncurkan, Kamis (7/9). Buku itu merupakan kelanjutan dari kontroversi volume pertama yang dipublikasikan sebelumnya. Meski demikian Lee tetap mengirim kepada Tutut laporan-laporan atas reaksi pasar terhadap Indonesia berdasarkan para analis Singapura. "Pandangan kritis terhadap kelakuan anak-anak Soeharto itu tidak dihiraukan mereka". Lee mengatakan dia bertemu anak Soeharto lainnya, Siti Hediati Prabowo, pada Januari 1998, yang datang ke Singapura bersama orang tuanya. Pada bagian akhir Lee mengatakan, masalah yang dihadapi Soeharto, termasuk kesehatannya, bercampur dengan bertambahnya keterlibatan anak-anaknya ke dalam monopoli dan kontrak-kontrak menguntungkan". Lee menjelaskan ini dalam konteks sebagai mantan orang kuat Indonesia yang memperturutkan anak-anaknya. Dia mengatakan Soeharto sendiri memandang dirinya sebagai "mega sultan dari mega negara," dan seperti diyakini bahwa anak-anaknya bebas mendapat berbagai keistimewaan.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Sep 2000 jam 08:41:22 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
