---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Belum Ada Belasungkawa dari Pemerintah Jakarta, LippoStar Disayangkan pemerintah kurang peduli terhadap korban akibat peledakan bom di BEJ, Rabu (13/9). Dibuktikan dengan belum adanya ucapan belasungkawa dari pemerintah. Demikian dikatakan sosiolog UI Imam B Prasojo sebelum berbicara dama seminar Peran Partai Politik dalam Konsolidasi Demokrasi di Gedung CSIS, Jakarta, Kamis (14/9). Imam merasa kecewa terhadap ketidakpedulian pejabat pemerintah atas korban-korban yang berjatuhan akibat tragedi bom yang menimpa Gedung Bursa Efek Jakarta kemarin. Ketidak pedulian pemerintah itu menurut Imam diindikasikan dengan tidak adanya ucapan belangsungkawa yang dikeluarkan dalam media masa. Baca saja semua headline di surat kabar hari ini, tidak ada satu pun pejabat yang mengeluarkan ucapan belangsungkawa dan saya merasa sedih sekali akan hal itu," ujar Imam. Ketidakpedulian pemerintah terhadap tragedi bom kemarin menurut Imam juga terjadi pada tragedi tragedi bom sebelumnya yang terjadi di Gedung Kejaksaan Agung, dan di Medan. Hal itu dapat diindikasikan bahwa pemerintah seakan-akan menganggap semua tragedi itu sebagai kejadian yang just as usual atau kerutinan biasa saja. Hal itu berbahaya sekali terutama pada kejadian bom di Gedung BEJ yang telah memakan banyak korban yang kebanyakan adalah masyarakat bawah yang menurut Imam kebanyakan adalah pemikul tanggung jawab utama pada keluarganya. Untuk itu menurut Imam seluruh masyarakat harus mencurahkan perhatian dan merespon kejadian kemarin sebagai suatu teror yang digunakan untuk menimbulkan histeria publik. Masyarakat harus menyoroti masalah ini dan jangan berdiam diri. Demikian juga media masa harus mau mengungkap masalah ini besar besaran jika bisa interview saja semua keluarga korban, tujuannya agar masalah pemboman yang ditujukan pelakunya untuk mempengaruhi stabilitas politik makro dapat ditarik dalam situasi riil atau mikro, di mana setiap orang bisa saja menjadi korbannya serta telah menimbulkan dampak yang sangat tidak mengenakkan bagi para korban dan keluarganya. Imam menolak untuk menyebutkan perkiraannya tentang siapa dalang dari pemboman tersebut. Menurutnya semua analis sosial dan politik bisa saja mengungkapkan perkiraannya, namun itu bisa berdampak negatif menjadi wild guess, karena semua orang menjadi saling mencurigai dan menuduh. Dalam hal ini seharusnya pihak kepolisianlah yang menyelidiki dan mengerahkan seluruh skill dan keberaniannya untuk mengungkap pelakunya. Imam khawatir bahwa masyarakat tidak lagi percaya pada Polri dan justru lebih merasa aman jika dilindungi tentara. Jika hal itu terjadi kita akan kembali pada pola lama.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Sep 2000 jam 10:18:48 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
