---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- 16 Tahun Tragedi Priok Diperingati di Jakarta Media Indonesia - 13 September 2000 JAKARTA (Media): Ratusan massa dari empat kelompok berbeda di Jakarta, kemarin, membakar patung diri mantan Presiden Soeharto, Try Sutrisno, Leonardus Benjamin (LB) Moerdani, dan Butarbutar. Itulah prosesi peringatan 16 tahun Tragedi Tanjung Priok, 12 September 1984. Pembakaran tersebut berlangsung di Jalan Yos Sudarso, tidak jauh dari kantor Polres Jakarta Utara, tempat peristiwa yang dikenal dengan Tragedi Priok itu. Saat peristiwa, 16 tahun silam, Try Sutrisno menjabat Pangdam Jaya, LB Moerdani Panglima ABRI (Pangab), dan Butarbutar adalah Dandim Jakarta Utara. Para pengunjuk rasa juga berorasi sambil mengajukan tuntutan. Yaitu, mengajukan LB Moerdani, Try Sutrisno, Butarbutar, dan Soeharto ke pengadilan karena terlibat Tragedi Priok. Mereka juga mendesak Komnas HAM menyelesaikan penyelidikan dan penggalian makam korban secara tuntas, jujur, adil, tak diskriminatif, dan mengumumkannya ke publik. Penanganan kasus itu sendiri memasuki tahapan penggalian kembali kuburan para korban di Pemakaman Kramat Ganceng, Pondok Rangon, Jakarta Timur. Kemarin, penggalian kerangka korban dilanjutkan dan membuahkan hasil. Dari tiga lubang ditemukan tiga kerangka dengan kepala terbungkus plastik, salah satunya kerangka anak belasan tahun. Setelah Senin (11/9) hanya menemukan gigi dan sebagian rahang yang ternyata bukan korban tragedi itu, kemarin penduduk menunjukkan lokasi kuburan korban Tragedi Priok kepada Dewi Wardah. Yang disebut terakhir ini, janda Amir Biki, ulama kondang yang tewas dalam peristiwa itu. Segera Dewi dan beberapa ahli forensik melihat lokasi yang termasuk sektor IV, tepatnya 200 meter ke arah selatan dari lokasi semula (sektor I). Tumbuhan liar tumbuh subur di lokasi itu. Setelah dibersihkan terlihat delapan cekungan yang dicurigai sebagai tempat korban Tanjung Priok dikubur. Pukul 13.00 penggalian dimulai di sektor IV setelah sebelumnya tidak mendapatkan apa-apa di sektor I, II, dan III. Untuk sementara hanya tiga lubang, yaitu lubang A, B, C, yang digali. Masing-masing penggalian tersebut dipimpin dr Budi Sampurno SpF, dr Slamet Purnomo SpF, dan dr Djaja Surjaatmadja. Pukul 13.15 ditemukan tungkai bawah yang merupakan titik terang bagi pencarian berikutnya. Hingga pencarian dihentikan pukul 16.00 WIB ditemukan tiga kerangka yang hampir utuh di tiga lubang. Bagian iga, tulang belakang, pinggul, dan telapak yang tidak dapat ditemukan utuh karena kondisinya sangat rapuh. "Esok kami akan menggali lima lubang berikutnya," jelas Ketua Tim Tindak Lanjut KP3T (Komisi Penyelidik Pelanggaran Peristiwa Tanjung Priok) Koesparmono Irsan. Dokter Djaja mengatakan di lubang C, ditemukan kondisi tulang rahang yang pecah dan bagian kepala terbungkus plastik. Kondisi tulang rahang yang pecah menurut dia, bukan pecah belakangan karena kondisi tanah, namun sudah sejak sebelum dikubur. Sementara Slamet Purnomo, ahli forensik dari Puslabfor Mabes Polri mengatakan, tiga korban yang ditemukan positif korban peristiwa Tanjung Priok, "Berdasarkan kerapuhan tulang sesuai yang ditemukan di Mengkok, maka ini 95 persen korban kasus Priok," tegasnya. Keyakinan ini diperkuat Djaja yang mengatakan ada kesamaan pola yaitu dimasukkan ke peti, kekerasan terhadap kepala, dan kepala terbungkus plastik putih. Hingga kemarin ditemukan sembilan dari 24 korban yang dikubur di tiga lokasi: Mengkok, Ganceng, dan Condet.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Sep 2000 jam 10:19:11 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
