---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Kapolri Sebaiknya Mundur Gagal Memberi Jaminan Keamanan koridor.com [15 Sep, 5:42] Anggota Komisi II DPR yang membidangi masalah hukum La Ode Djeni Hasmar mendesak Kapolri Jenderal Rusdihardjo mengundurkan diri, menyusul terjadinya empat kali pengeboman di Ibu Kota. "Komisi II terus-menerus merekam kinerja Polri dan setelah empat kali terjadi pengeboman, kami anggap Kapolri telah gagal dalam memberi jaminan keamanan kepada masyarakat. Untuk itu sebaiknya mundur," katanya di DPR, Jakarta, Kamis. Ia mengatakan, Kapolri harus bertanggung jawab atas insiden pengeboman itu karena membuktikan kegagalan Polri memberi jaminan keamanan kepada masyarakat. Dalam kesempatan terpisah, Ketua DPR Akbar Tandjung menganggap tuntutan mundur itu wajar karena Polri telah gagal mengungkap pengeboman. Polri juga tidak jujur kepada masyarakat mengenai hasil-hasil yang telah dilakukan untuk menyelidiki serangkaian pengeboman. "DPR juga mengalami hal serupa terhadap kasus pembunuhan Tengku Nashiruddin Daud, sampai sekarang tidak terungkap dan tidak ada laporan. Ini jelas mempengaruhi kredibilitas Polri di mata masyarakat," katanya. Ia mendesak aparat Polri untuk terbuka kepada masyarakat mengenai pengeboman. La Ode menurut JPO mengatakan, untuk mengungkap kasus-kasus besar, selama ini Polri beralasan karena kurangnya sarana dan personil. Alasan itu sebenarnya sudah klasik dan tidak cocok lagi untuk terus-menerus dipertahankan. Alasan itu seolah menyiratkan sesuatu antara lain karena memang tidak mampu mengungkap insiden besar atau karena menyimpan dan menyembunyikan sesuatu dari balik kasus-kasus besar. "Tak usah ragu-ragu, proses saja secara hukum orang-orang yang diduga kuat terlibat. Kalau antek-antek keluarga Cendana yang terlibat, juga harus diseret," katanya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Sep 2000 jam 09:34:37 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
