----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Tabloid Kontras No. 103 Tahun II  20 - 27 September 2000
Gubernur: Keselamatan Saya Saja tak Ada yang Jamin

Puluhan mata terbelalak ketika mendengar komentar Gubernur Aceh. "Untuk
sekarang, keselamatan saya saja tidak ada yang menjamin,"
kata Ramli Ridwan hari Sabtu (16/9) di depan para peserta lokakarya sehari
"Menyikapi suara korban dalam upaya penyelesaian
pelanggaran HAM di Aceh" yang difasilitasi Koalisi NGO HAM di Hotel
Cakradonya, Banda Aceh.
Peserta yang semuanya korban kekerasan di Aceh itu terkejut. Gubernur
sengaja dihadirkan untuk mendengar keluh kesah peserta,
sekaligus diharapkan agar keselamatan rakyat Aceh mendapat jaminan dari
gubernur. Dan tentu saja mereka berharap banyak. Namun
rakyat jelata yang pernah mengalami aksi kekerasan konflik itu pun terkulai
ketika mendengar ucapan pemimpinnya itu.
Sebelumnya gubernur sempat mendengar pembacaan pernyataan sikap yang
dibacakan peserta lokakarya. Terdapat poin-poin yang diharapkan
bisa ditindaklanjuti oleh gubernur. Diantara tuntutan santunan dan
penghentian teror meneror serta intimidasi untuk sipil.
Ramli Ridwan yang agak terlambat hadir dari jadwal (karena paginya
menghadiri pemakaman Prof Sfwan Idris) akhirnya mendapat
kesempatan bicara dalam forum itu. Gubernur menjanjikan akan memperbaiki
ekonomi para korban. "Ini akan kami tampung," kata Ramli
diplomatis. Sebagai langkah awal, katanya, kebun kelapa sawit di cet Girek
akan dikelola oleh korban kekerasan di Aceh.
Namun yang sangat prinsipil yang dibutuhkan adalah rasa aman. Celakanya
justru ini yang sulit. "Kondisi Aceh saat ini memang tidak
menentu, sehingga pemerintah bingung harus bagaimana," kata Ramli ketika
seorang peserta menanyakan jaminan keselamatan pada
gubernur.
Dalam konflik yang mengurita di Aceh, perasaan cemas dan tidak aman sudah
jadi hidangan sehari-hari. Berbagai kasus pembunuhan,
penculikan, teror, dan pembakaran, terasa terus mengintimidasi siapa saja.
Seakan, keamanan harus dijaga sendiri oleh masing- masing
orang. Jangankan rakyat biasa, Ramli Ridwan yang gubernur saja sepertinya
juga merasakan begitu.
"Rasa takut itu manusiawi," ujar Zulfadhli, Koordinator Tim Opini Publik
(TOP) kelompok buffer aksi pada Kontras. Menurut alumnus
IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, rasa tidak aman bukan hanya dirasakan
rakyat Aceh. "Di daerah lain juga demikian. Malah, di
Nusa Tenggara Timur, relawan kemanusiaan UNHCR juga terancam," katanya.
Zulfadhli juga tidak menyalahkan Ramli Ridwan atas komentarnya yang "tidak
lazim" sebagai seorang pemimpin itu. "Indonesia memang
tidak aman lagi. Tapi sebagai gubernur, bagaimana pun dia harus bertanggung
jawab terhadap kejahatan HAM di Aceh," tambah aktifis
mahasiswa itu.
"Kalau dia tidak sanggup, berarti gubernur Ramli Ridwan bukan tuan rumah di
daerahnya sendiri. Bisa jadi ada kekuasaan lain," kata
Zulfadhli lagi merujuk pada banyaknya kematian di Aceh yang tidak terungkap
pelakunya. Semuanya, terkesan serba terorganisir, serba
rapi, dan sialnya tidak pernah jelas siapa pelakunya.
Sasaran pembunuhan pun tidak pandang bulu. Mulai dari rakyat jelata sampai
tokoh sekaliber Prof Safwan Idris. "Seakan rasa tidak
aman memang sengaja diciptakan," katanya. Saling tuduh bukanlah
penyelesaian. Apalagi kalau ada yang "dikambinghitamkan" sebagai
tersangkanya.
Kalau kondisi begini terus berlangsung, tentu akan semakin meruncingkan
masalah dan akan semakin sulit pula rakyat percaya pada
itikat baik pemerintah. Salah seorang korban DOM yang hadir pada lokakarya
itu mengomentari pernyataan Ramli Ridwan, "Kalau bapak
gubernur saja tidak ada yang menjamin, bagaimana pula dengan kami yang
rakyat kecil ini?" * tim kontras

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 25 Sep 2000 jam 05:14:04 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke