---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Ratusan petani cap Amien reformis gadungan satunet.com - Sekitar 400 petani menuntut agar tokoh-tokoh seperti Amien Rais, Arifin Panigoro, Theo Syafei dan Fuad Bawazier disingkirkan dari panggung kekuasaan. Mereka menilai tokoh-tokoh ini sebagai reformis gadungan karena tidak mempunyai komitmen kepada petani. Dalam tuntutan tertulisnya Serikat Petani Jawa Barat dan Federasi Serikat Petani Indonesia menyatakan para tokoh reformis gadungan ini tidak konsisten dengan komitmennya pra-kejatuhan Soeharto karena lebih mengutamakan kepentingan golongan dan partainya. "Mereka harus disingkirkan karena menghambat reformasi total." Para petani sejak pukul 09:00 WIB berdatangan dari dari berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatera di Tugu Proklamasi. Dari tempat ini mereka melakukan long march menuju Istana Merdeka melalui Jalan Cikini Raya. Rencananya dari Istana, mereka akan melakukan aksi serupa di Kantor Perwakilan IMF di Indonesia. Menurut Ketua Umum Serikat Petani Jawa Barat Kusnadi Candra Wiguna, meski Soeharto 'turun tahta' nasib petani tetap menderita. Ini dibuktikan masih diberlakukannya kebijakan yang tidak berpihak kepada petani. "Petani banyak yang diusir dan dijarah tanahnya untuk membangun lapangan golf, bendungan, jalan tol, dan gedung untuk kepentingan fasilitas militer." Tragisnya, ucap Kusnadi, ketika para petani membela diri, mereka dibalas dengan aksi kekerasan dan dicap sebagai gerombolan pengacau dan penghambat pembangunan. Kedua forum yang mengaku mewakili petani ini menganggap ada tiga penghambat perubahan terhadap nasib kaum tani. Pertama, sisa Orba yang masih bercokol di seluruh kekuasaan. Kedua, reformis gadungan yakni kaum yang dekat dengan rakyat tetapi ucapan dan tindakannya tidak membela rakyat petani. Ketiga, TNI dan Polri yang selalu memback-up penindasan terhadap hak-hak rakyat tani.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 26 Sep 2000 jam 05:28:42 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
