---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Gus Dur dan DPR Memang 'Diadu' Mereka Sengaja 'Mendompleng' Kekuasaan koridor.com [26 Sep, 5:00] Gonjang-ganjing antara Presiden Abdurrahman Wahid dan DPR ternyata disinyalir ada yang 'mendalangi'. "Diduga saat ini ada kelompok yang berusaha membenturkan atau mengadu Presiden Abdurrahman Wahid dengan DPR. Kelompok ini sedang membangun peran politiknya secara dominan dan berdiri di punggung Presiden, kata anggota DPR Slamet Effendy Yusuf, di Jakarta, Senin. Kendati tidak menunjuk hidung kelompok yang dimaksud, mantan Ketua Gerakan Pemuda Anshor itu memberikan petunjuk, orang-orang dari kelompok itu kini ada yang berada di dekat sekali dengan Presiden dan ada yang di luar. "Mereka yang di luar kekuasaan, kerjanya mendukung dan membenarkan seratus persen pendapat dan argumentasi Gus Dur," katanya. Menurut pengamatan Slamet, kekuatan ini memang hanya bisa berperan politik di balik penguasa. Pada saat HM Soeharto berkuasa, mereka juga ndompleng di balik kekuasaannya. Jumlah mereka kecil. Mereka hanya bisa menjalankan konsep-konsep dan peran politiknya di balik bemper. "Oleh karena itu, mereka tidak akan berani ikut pemilu, karena memang tidak akan menang," katanya. Salah satu masalah yang mereka garap sekarang, menurut Slamet, membenturkan Presiden dan DPR melalui beda pendapat hukum berkaitan dengan kasus pemberhentian Kapolri Jenderal Rusdihardjo dan pelantikan Kapolri baru Jenderal S Bimantoro, serta tentang hak angket dan hak interpelasi DPR. Menurut dia, kelompok tersebut akan terus berusaha mengadu Presiden dengan DPR, memperburuk citra partai politik, dan mengunggulkan nonpartisan adalah yang terbaik. "Padahal kita ketahui parpol tempat penyaluran aspirasi politik yang sah di negara kita," katanya. Karena itu, menurut dia, Gus Dur harus memperoleh second opinion dalam menghadapi berbagai masalah, khususnya masalah hukum. Dalam masalah hukum, sebaiknya Presiden juga minta pendapat kepada Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra. "Saya percaya kalau Presiden minta pendapat Yusril berkaitan masalah hukum, masalahnya tidak jadi begini. Semua ini tak perlu terjadi kalau para pembantu Pak Dur bersikap arif." katanya. Sementara itu menurut MI, anggota DPR dari Fraksi PKB, Ali Masykur Musa, di Kupang, mengatakan; jika Presiden Abdurrahman Wahid memiliki kekurangan dalam memimpin bangsa Indonesia, sebaiknya kelompok yang tidak puas memberikan masukan untuk perbaikan. Dia membenarkan, serangkaian kasus pengeboman yang diikuti isu bom lain di sejumlah tempat di Jakarta, merupakan indikasi kuat dari adanya usaha untuk menggoyang kepemimpinan Presiden Gus Dur. "Ada benarnya, indikasi adanya usaha menggoyang kepemimpinan Gus Dur," katanya dan menambahkan, yang terpenting adalah, siapa pun yang memimpin harus mengabdi pada rakyat banyak. Jika Presiden Gus Dur, mendapat dukungan dari rakyat, maka sebaiknya kelompok yang tidak puas menyampaikan kekurangan Gus Dur dengan cara yang baik.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 26 Sep 2000 jam 06:47:12 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
