----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Amien Rais Jangan Gegabah
Ketua MPR Sibuk 'Mengancam' Presiden

koridor.com [26 Sep, 3:39]

Peredaran berita sidang istimewa MPR atas pencopotan dan pergantian Kapolri
membuat gerah organisasi pemuda GP Ansor. Karena itu mereka mengingatkan
agar Ketua MPR Amien Rais tak gegabah berbicara seperti itu.

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor mengingatkan, segala usulan
pelaksanaan sidang istimewa MPR berkait antara lain dengan pencopotan
Kapolri Rusdihardjo agar tak dilanjutkan.

"Usulan itu sangat tidak bijaksana dan mengundang risiko politik sangat
besar," kata Ketua PP GP Ansor Achmad Ni'am Salim di Jakarta, Senin.

Dia mengemukakn pelaksanaan SI MPR hanya akan memakan biaya sosial politik
yang besar dan dipastikan akan memperlambat proses pemulihan ekonomi. "Elite
politik agar memegang teguh komitmen kebersamaan dan rekonsiliasi serta
menjalankan fungsi masing-masing secara efektif dan mendukung," katanya.

Pernyataan itu dilontarkan antara lain karena kemunculan usulan pelaksanaan
SI MPR yang dinyatakan secara tak resmi oleh Ketua MPR Amien Rais, akhir
pekan lalu.

Ni'am mengemukakan bila usulan tersebut dilanjutkan, dikhawatirkan akan
menjadi preseden buruk bagi kehidupan politik pada masa datang. "Penggantian
Rusdihardjo sudah sesuai dengan konstitusi dan teruji secara sah," ujar dia.

Pihaknya secara dini menolak keinginan sejumlah elite politik yang ingin
menggelar sidang istimewa untuk menggusur Presiden Abdurrahman Wahid.

Dia meminta MPR tak mengadakan sidang istimewa, sebab tak bijaksana jika
melakukan sidang istimewa berkenaan dengan pemecatan Kapolri. "Penafsiran
Tap MPR Nomor VII/2000 masih kontroversial, karena perlu uji sahih,"
tambahnya.

Achmad menurut SMC berpendapat jika sidang istimewa tetap digelar, akan
berisiko tinggi. Akan terjadi bentrok antara kedua pihak, yang pro dan
kontra. "Saya mengingatkan agar MPR tak menggelar sidang istimewa. Karena
kalau sidang istimewa dipaksakan akan terjadi bentrokan. MPR jangan melihat
secara parsial Pasal 7, tapi juga Pasal 11."-***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 26 Sep 2000 jam 06:49:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke