---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT DARI NEW YORK: BENARKAH AMERIKA TERLIBAT G30S? DUBES AS HOWARD JONES CLASH DENGAN CIA SOAL INTERVENSI HUBUNGAN DIPLOMATIK DENGAN AS TAK PUTUS BERKAT JONES PERTARUNGAN CIA-KGB-RRC DIMENANGKAN OLEH PEKING Hanya tinggal tiga hari lagi kita memperingati 35 tahun G30S PKI. Bagi kebanyakan orang G30S PKI masih merupakan misteri. Misteri ini ditambah kabur pula oleh pengakuan bekas agen MI VI (dahulu MI V) Intel Inggeris yang menulis buku bahwa Intel Inggeris bertanggung jawab dalam peristiwa G30S dengan motif semula menjatuhkan Sukarno. Sukarno memang mengganyang Malaysia untuk mengusir Inggeris sekaligus pula untuk mencaplok Kalimantan Utara yang sekarang disebut Brunei dengan menggu- nakan Azahari dkk dan partai politiknya. Namun ia lebih ambisi untuk gerakan NEFOS daripada mencaplok Brunei yang kayaraya itu. Tapi untung jugalah Brunei tidak dicaplok Indonesia karena kalau dicaplok tentu yang menjadi Sultannya ada- lah beberapa gelintir oknum Melayu umumnya dan Ibnu Sutowo khususnya, rakyat dan negara Indonesia mungkin kecipratanpun tidak. Sultan Brunei masih menciprati Gus Dur dan bantuan bantuan lainnya. Sukarno pun begitu keranjingan dengan NEFOS sehingga ia tidak sadar telah di- khianati oleh DN Aidit yang dengan dalih NEFOS dan mengatasnamakan PBR (Pemimpin Besar Revolusi) melakukan kudeta padahal PKI sudah berkuasa secara politik dan secara de facto. Kalau bersabar sedikit PKI bisa menang karena BK su- dah dicengkeramnya melalui Nyoto dkk sebagai kuda Troyanya dalam kebinet. Benarkah AS terlibat dalam G30S? Benarkah AS terlibat dalam G30S? Pertanyaan ini sudah lama terjawab setelah AS disingkirkan oleh KGB kemudian KGB disingkirkan oleh RRC sebagai dalang politik Indonesia. KGB adalah pemrakarsa kudeta PKI berdasarkan pola kudeta komunis Eropah Timur . Namun tiba tiba faksi DN Aidit berubah kiblat dari Moskow ke Peking sehingga Moskow gigit jari. Karena sakit hatinya, KGB malah membocorkan rahasia RRC ke-pada CIA secara tidak langsung. Namun infonya terbatas sekali karena orang orang Aidit sudah merajalela sehingga orang dalam KGB dalam PKI sudah kurang berda- ya. Apalagi CIA yang seolah olah terputus samasekali karena CIA yang tadinya masih bisa membayang bayangi KGB menjadi impoten menghadapi Intel RRC. Beberaoa saat menjelang G30S Station Chief CIA di Jakarta telah dipulangkan, de- mikian menurut jendral Yusuf Ramli bekas perwira SUAD I yang telah mengantarnya ke bandara sebagai counterpart resminya. Dubes Jones: See No Evil, Hear No Evil Untuk kedua kalinya Duta Besar AS clash dengan CIA karena menentang intervensi Amerika dalam soal domestik Indonesia. Pertama Dubes Allison soal PRRI/PER- MESTA, kedua kalinya Howard Jones yang pro-Indonesia. Waktu perjuangan Irian Barat, Jones telah mengangkat tangannya dan berterikan "Merdeka!" di muka BK dan puluhan ribu massa dalam rapat raksasa di Makassar. NATO kebakaran jenggot dan memprotes Washington, Washington menegur Jones. Namun ia tidak sampai di recall berkat hubungan eratnya dengan Presiden Kennedy meskipun ia sendiri seorang Republikein. Jones menentang intervensi CIA kemudian menentang pemutusan hubungan diplo- matik dengan Indonesia karena dia adalah seorang penganut Christian Science, sekte Protestan Amerika yang bersemboyan "See no evil, hear no evil" terhaddap Sukarno dan Indonesianya. Kebetulan saya kenal baik Jones secara pribadi setelah berulang kali mem- berikan lift dengan mobil tua Peugeot saya karena mobilnya yang baru dan mewah, Lincoln justru selalu mogok di Jalan Gajah Mada. Dia memang peramah luar biasa, dan rendah hati tidak seperti orang Amerika umumnya yang terkenal arogan itu. Namun tidak berarti bahwa AS lepas tangan begitu saja, Pentagon masih mempu- nyai DIA (Defense Intelligence Agency) yang mempunyak hubungan erat sekali de- ngan AD umunya dan beberapa perwira tinggi yang telah dibinanya waktu mereka sekolah di Amerika. Malah ada seorang sipil yang saya - sebagai bekas anggota PNI-Wilopo - kenal baik: Schmidgall Telling yang secara kebetulan ketemu di gedung Pentagon waktu saya meliput Washington tahun tujuhpuluhan. Ia adalah bekas anggota DPP PNI. Namun ia menghindar untuk ditegur........... Keterlibatan AS dalam G30S terbatas sekali karena Dubes Jones menentang intervensi dan Station Chief sudah diantar pulang oleh Ramly. Namun sesudah G30S CIA kembali aktif karena di atas angin, lebih lebih Dubes Marshall Green yang telah menjadi otak gerakan mahasiswa anti-Sukarno berkat pengalaman pengalamannya di Korea Selatan di mana mahasiswa telah menjatuhkan Presiden Syngman Rhee dan di Australia mahasiswa pula yang telah menjatuhkan kabinet Buruh waktu ia menjabat Duta Besar di kedua negeri itu. New York, 27 September 2000. Hidayat Supangkat. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 27 Sep 2000 jam 15:52:13 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
