----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 27 September 2000 14:00 UTC

** TOMMY SOEHARTO DIHUKUM PENJARA 18 BULAN

** DI YUNANI, KAPAL FERI TENGGELAM, 40 ORANG TEWAS

** OPOSISI YUGOSLAWIA MENOLAK PEMILIHAN UMUM PUTARAN KEDUA

** TOPIK GEMA WARTA: AKANKAH TOMMY SOEHARTO MASUK CIPINANG?

** TOPIK GEMA WARTA: AMERIKA SERIKAT DAN INGGRIS KEMBALI PERINGATKAN
INDONESIA

* TOMMY SOEHARTO DIHUKUM PENJARA 18 BULAN

Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 18 bulan penjara terhadap Hutomo
Mandala Putra atau Tommy Soeharto dan Ricardo Gelael, dalam kasus
tukar guling (ruilslag) Goro-Bulog.
Putusan kasasi itu ditandatangani majelis hakim yang diketuai
Syaifuddin Kartasasmita dengan anggota R Sunu Wahadi dan Marnis
Kahar, di Jakarta kemarin.
Dalam pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
beberapa bulan lalu, Tommy dan Ricardo Gelael divonis bebas, walaupun
dalam dakwaan jaksa, kedua terdakwa didakwa merugikan uang negara
sebesar Rp 95 miliar. Karena itu jaksa kemudian mengajukan upaya
hukum berupa kasasi ke Mahkamah Agung.
Pengacara Tommy, Nudirman Munir, ketika diminta konfirmasi ihwal
putusan itu membenarkan bahwa MA telah mengabulkan kasasi jaksa
penuntut umum dengan menghukum Tommy serta Ricardo selama 18 bulan
penjara.
Dia menilai putusan kasasi itu lebih dikarenakan adanya tekanan
politik. Sebab, katanya, dalam kasus Goro ini tidak ada unsur
kerugian negaranya.  Sebagaimana diberitakan, Presiden Abdurrahman
Wahid baru-baru ini memerintahkan Kapolri untuk menangkap Tommy
Soeharto berkaitan dengan sejumlah kasus peledakan bom di Jakarta.
Polisi sempat memanggil Tommy. Namun sampai saat ini tidak cukup
bukti untuk melakukan penangkapan anak bungsu mantan Presiden RI itu.

Sementara rekan Tommy Soeharto, Ricardo Gelael mendapatkan hukuman
selama satu tahun enam bulan, dan harus membayar denda 7 milyar
rupiah lebih.

* DI YUNANI, KAPAL FERI TENGGELAM, 40 ORANG TEWAS

Sedikitnya 40 orang tewas dan 26 lainnya masih hilang dalam insiden
tenggelamnya sebuah kapal feri di dekat Pulau Paros, Yunani, hari
ini. Kantor berita Reuters melaporkan, dari upaya pencarian yang
telah dilakukan, sebanyak 430 orang lain diselamatkan dan dibawa ke
Pulau Paros. Kapal feri 'Expres Samina' yang nahas itu membawa 510
penumpang saat semalam menghantam batu karang sekitar empat kilometer
lepas pantai Pulau Paros. Empat kapal perang Inggris, termasuk di
antaranya kapal induk Invincible, bergabung dengan kapal-kapal feri
dan penangkap ikan Yunani menyisir kawasan lepas pantai pulau yang
populer jadi lokasi tujuan wisata itu, begitu diterima informasi
kecelakaan yang dialami Expres Samina.
Kedubes Inggris di Athena mengatakan belum dapat diketahui pasti
jumlah penumpang warga negara asing dalam kapal feri itu. Namun,
sedikitnya sudah enam warga Inggris yang berhasil diselamatkan, dua
di antaranya diangkut dengan helikopter ke kapal induk Invincible.

* OPOSISI YUGOSLAWIA MENOLAK PEMILIHAN UMUM PUTARAN KEDUA

Para pendukung oposisi di Yugoslawia menggelar demonstrasi di
berbagai kota, dan mengklaim kemenangan pada pemilu hari Minggu lalu.
Mereka menolak diadakan pemilu putaran kedua pada tgl 8 Oktober
mendatang.
Menurut komisi pemilu Yugoslawia, meskipun calon presiden dari
oposisi Vojislav Kostunica unggul 48 persen dan Milosevic hanya 40
persen, Kostunica tidak berhasil meraih mayoritas mutlak.
Komisi ini juga mengumumkan bahwa partai Milosevic masih sebagai
mayoritas dalam parlemen federal, dengan meraih 72 dari 138 kursi,
sedangkan di senat, partainya meraih 26 dari 40 kursi.
Hasil ini ditolak oleh oposisi. Hasil lengkap pemilihan parlemen
lokal belum diumumkan.

* ABU SAYYAF ANCAM BUNUH WARGA ASING

Pejuang muslim Jolo yang menyandera seorang warga Amerika Serikat
kemarin mengancam akan membunuh orang-orang asing jika dilakukan
upaya penyelamatan tanpa negosiasi.
Saat ini pejuang muslim masih menyandera Jeffrey Schilling, warga AS
yang diculik di Jolo tanggal 29 Agustus lalu.
"Jika pemerintah bermaksud mengambil Jeffrey Schilling tanpa
negosiasi, kami akan menculik orang asing non muslim sebagai
gantinya, dan akan kami bunuh," kata juru bicara Abu Sayyaf.
Brigjen Narciso Abaya yang bertanggung jawab dalam operasi 10 hari
penyelamatan sandera Minggu lalu menyatakan, mencari Schilling sama
dengan mencari jarum di tumpukan jerami. Ia juga mengakui pihaknya
kekurangan informasi tentang tiga orang warga Malaysia yang masih
disandera.

* AKSI PROTES NELAYAN SPANYOL CAPAI KESEPAKATAN DENGAN PEMERINTAH

Aksi protes nelayan Spanyol karena naiknya harga bensin, berhasil
mencapai kesepakatan pendahuluan dengan pemerintah. Dalam kesepakatan
itu, para nelayan akan memperoleh lebih dari 50 juta dolar keringanan
pajak.
Nelayan Spanyol sejak 10 hari lalu menjalankan aksi protes dengan
memblokade semua pompa bensin di Barcelona, Seville dan Palma de
Mallorca.
Mereka juga memblokade semua perbatasan Spanyol agar truk dicegah
membawa minyak dan ikan ke negara itu.
Sementara itu, para sopir truk dan petani masih belum mencapai
kesepakatan dengan pemerintah. Sektor ini sudah menyerukan akan
mengadakan mogok total selama tiga hari pekan depan.

* FUJIMORI KEHILANGAN MAYORITAS DALAM PARLEMEN

Presiden Peru Alberto Fujimori, yang belum lama ini mengumumkan
pengunduran dirinya, kehilangan mayoritas partainya dalam parlemen.
Lima orang anggota partainya minggat ke pihak oposisi sebagai akibat
dari skandal kepala dinas intelijen di negara itu.
Presiden Fujimori sedang mengadakan perundingan dengan oposisi untuk
memecat kepala dinas inteljiennya Montesinos, yang sudah melarikan
diri ke Panama.
Hengkangnya seorang kepala dinas rahasia ke luar negeri mengundang
banyak kritik dari berbagai kalangan.
Panama masih belum memastikan akan memberikan suaka politik
kepadanya. Karena didesak berbagai organisasi dari Amerika Serikat,
Montesinos akhirnya diberi visa tiga puluh hari.

* OPOSISI DI PANTAI GADING DESAK PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN TRANSISI

Tujuh orang pemimpin di Pantai Gading menunda pemilihan umum dalam
dua atau empat bulan mendatang.
Tujuh tokoh terkemuka itu juga menganjurkan kepada pemimpin junta
militer negara itu, Robert Guei dan ketua empat partai politik untuk
segera membentuk pemerintahan transisi.
Pemerintah transisi itu akan bertugas mengatur pemilihan umum yang
demokratis.
Pemilu sedianya dilaksanakan bulan depan. Jenderal Guei dan para
pemimpin politik masih mempertimbangkan usul tersebut.
Banyak terjadi ketegangan akhir-akhir ini di Pantai Gading sejak
Jenderal Guei melarang sejumlah tokoh oposisi ikut dalam pemilu. Guei
berkuasa melalui kudeta Desember tahun lalu.
Sementara itu Organisasi PersatuanAfrika bertemu di Togo hari Minggu
membahas berbagai upaya rekonsiliasi berbagai pihak yang bertikai.

* MENTERI PERTAHANAN BELANDA DE GRAVE BERTEMU DENGAN SEKJEN PBB KOFIE
ANNAN

Menteri Pertahanan Belanda de Grave bertemu dengan Sekjen PBB Kofi
Annan membahas misi PBB di Ethiopia dan Eritrea.
Belanda, menurut rencana akan mengirim 700 kontingen marinir, untuk
jangka waktu tidak lama dari enam bulan.
Kabinet Belanda akan menentukan syarat-syarat misi PBB ke Ethiopia
dan Eritrea.

* AKANKAH TOMMY SOEHARTO MASUK CIPINANG?

Intro: Akankah Tommy Soeharto yang divonnis 18 bulan penjara itu,
benar-benar dipenjara? Di mana pula ia akan dipenjara, apakah di
Cipinang? Kalau begitu, akankah Tommy mengikuti jejak para lulusan
Cipinang lain, seperti Kol. Latief, Xanana Gusmao atau Budiman
Sudjatmiko dan AM Fatwa. Rekan Syahrir mengirim laporan berikut dari
Jakarta:

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Antasari Azhr SH
menjelaskan, dirinya akan segera memerintahkan jaksa penuntut umum
sebagai eksekutor untuk menjalankan putusan Mahkamah Agung terhadap
Hutomo Mandala Putra bin Soeharto sebagai calon terpidana. "Surat
putusan MA sudah saya terima. Jika Tommy menerima putusan MA
tersebut, maka paling lama dua-tiga hari ini terdakwa sebagai calon
terpidana sudah bisa dibawa ke Rutan Cipinang," kata Antasari Azhar,
Rabu kemarin.

Antasari menambahkan, sebelum terdakwa menyatakan menerima putusan MA
tersebut, jaksa penuntut perlu memanggil terdakwa untuk memastikan
sikapnya terhadap putusan MA tersebut. Namun, lanjut mantan Direktur
Penyidikan Kejaksaan Agung ini, kalau pun Tommy Soeharto nanti
mengajukan Peninjauan Kembali (PK) NULLseperti dikatakan kuasa hukum
Tommy, Mudirman MunirNULL proses eksekusi terhadap terdakwa akan
tetap dilaksanakan. "Karena pengajuan PK tidak dapat menghalangi
eksekusi," ujar Antasari.

Ia menambahkan, jika terdakwa nanti mengajukan grasi kepada presiden,
maka sesuai undang-undang, pihak kejaksaan siap menunggu hasil grasi.
Namun, menurut Kapuspenkum Kejaksaan Agung Yushar Yahya, dalam hal
ini Tommy pasti akan menghadapi dilema. Sebab, sebelum mengajukan
grasi, ia harus menerima terlebih dahulu putusan MA dan mengakui
dirinya bersalah. Menjawab kemungkinan kaburnya Tommy, Antasari Azhar
menyatakan jika itu sampai dilakukan oleh putra bungsu bekas orang
kuat RI ini, maka ia akan berstatus buronan. "Kami siap bekerja sama
dengan Polri maupun Interpol," lanjutnya. Kalau Tommy tidak melarikan
diri dan MA membiarkan Tommy masuk penjara Cipinang maka ini jelas
akan merupakan berita dunia.

Selama ini masyarakat internasional menyadari bahwa baik pemerintahan
Habibie maupun Gus Dur tidak sungguh-sungguh mau memenjarakan
Soeharto, keluarganya dan kroni-kroninya. Kroni-kroni yang ditahan
umumnya hanya menginap di tempat tahanan kejaksaan atau kantor
kepolisian. Bahkan pengusaha andalan Soeharto, Bob Hasan praktis
sudah bebas karena ditahan di rumah. Ini berbeda dengan para tahanan
subversi semasa Soeharto. Habibie pun cepat-cepat menghapuskan UU
Subversi yang menyeramkan itu, antara lain untuk menyelamatkan
Soeharto, keluarga serta kroni-kroni mereka.

Kini kalau Tommy masuk penjara Cipinang maka ia bisa merasakan apa
yang pernah dialami para tapol G30S/PKI seperti Syam Kamaruzaman
tokoh Biro Khusus  yang ditahan puluhan tahun di sana, untuk kemudian
dieksekusi mati. Soebandrio, Omar Dhani pun pernah ditahan disana.
Demikian pula salah satu pencetus Orde Baru Jenderal HR Dharsono.
Cipinang selama bertahun-tahun pernah menjadi pesantren puluhan
Mubalig dan tokoh-tokoh gerakan Islam yang ditahan setelah tahun
1980. Sebelum itu, bapaknya Tommy sempat berpidato di Pakanbaru dan
di Markas Kopasus Cijantung bahwa bilamana perlu demi mempertahankan
Pancasila dan UUD 45 maka bisa saja dilakukan penculikan-penculikan.
Lalu tidaklah mengherankan jika tentara khususnya Kopassus mulai
tertarik untuk menculik orang bahkan menyiksa dan membunuh para
tahanan di penjara-penjara  militer.

Tetapi Cipinang bukanlah penjara militer. Namun para perwira maupun
bintara bahkan prajurit sempat mendekam di penjara buatan Belanda
ini. Daniel Maukar seorang penerbang angkatan udara semasa Soekarno
sempat ditahan di situ ketika ia dijatuhi hukuman mati. Maukar
disekap karena menembak istana presiden Soekarno dari udara. Para
prajurit pengawal presiden Soekarno sembelum ditembak mati juga
ditahan di Cipinang. Mereka dianggap bersalah dan dimahmilubkan
karena dituduh membunuh para jenderal. Tetapi umumnya mereka membela
diri dengan mengatakan bahwa sebagai prajurit TNI, mereka hanya
melaksanakan perintah komandan. Yang mereka sesalkan ketika itu ialah
bahwa beberapa perwira mereka justru tidak dihukum mati. Seperti
misalnya Kolonel Latief seorang bawahan Soeharto yang juga ditahan di
Cipinang selama  30 tahun.

Tommy memang bisa bangga jika masuk Cipinang. Pengalamannya akan sama
dengan pengalaman seorang Xanana Gusmao  atau Budiman Sudjatmiko.
Bahkan sama dengan pengalaman seorang  AM Fatwa yang terlibat
peristiwa Tanjung Priok dan Petisi 50 bersama Mohamad Sanusi juga
dari kelompok Petisi 50. Puluhan tokoh politik terkenal sempat
mendekam di penjara Cipinang. Bahkan menurut seorang ahli sejarah
Belanda, Mohamad Hatta pun pernah ditahan di Cipinang.

Maka  Tommy yang dikenal berdarah dingin itu sebagaimana halnya
Soeharto, bapaknya, akan bisa  belajar di Cipinang bagaimana
mengendalikan emosinya. Jika berani ia pun bisa mengikuti jejak para
pengusaha yang melarikan diri dari Cipinang dengan cara menyogok para
petugas di penjara yang kini mendapat sebutan menterang sebagai
Lembaga bPemasyarakatan.

* AMERIKA SERIKAT DAN INGGRIS KEMBALI PERINGATKAN INDONESIA

Suhu diplomatik di New York meningkat lagi, hanya sehari setelah
upacara penyerahan senjata milisi disusul kerusuhan di Atambua.
Amerika Serikat dan Inggris kembali memperingatkan Indonesia akan
peluangnya yang terakhir untuk menghindari sanksi ekonomi dan
militer. Dunia rupanya tidak percaya bahwa milisi TimTim ciptaan TNI
itu akan menyerahkan senjata mereka begitu saja.

Masalahnya, milisi yang menguasai para pengungsi itu bukanlah
ikan-ikan di tengah air, melainkan serigala di tengah ayam. Para eks
komandan yang mengatur milisi itu belum terkendali. Walhasil, isunya
bukan lagi membebaskan Timor Timur dari Indonesia, tetapi membebaskan
Indonesia dari Timor Timur. Sebuah ulasan redaksi di Hilversum.

Baru saja Wapres Megawati Soekarnoputri dan Menko Polsoskam Susilo
Bambang Yudhoyono kembali dari menyaksikan upacara penyerahan senjata
para milisi TimTim di Atambua, percaturan diplomatik di New York
hangat lagi. Dua anggota tetap Dewan Keamanan PBB meminta supaya
Dewan ini bersidang membicarakan perkembangan terbaru. Di Jakarta
Yudhoyono kemarin mengadakan rapat koordinasi polsoskam, tetapi tidak
bersedia memberi keterangan di muka pers. Diputuskan, Menteri Luar
Negeri Alwi Shihab akan berangkat ke New York lagi untuk memberi
keterangan baru kepada Dewan Keamanan PBB. Sementara itu, seolah
ingin meredakan suasana diplomatik, Presiden Abdurrahman Wahid di
sela-sela KTT OPEC di Caracas, ibukota Venezuela, mengungkap, dirinya
akan meng-adakan pertemuan dengan Perdana Menteri Australia John
Howard dan pemimpin Timor Loro Sa'e Xanana Gusmao di Kupang awal
Nopember nanti.

Upacara di Atambua itu tampaknya berdampak kebalikan yang semula
diharapkan. Eurico Guteres, dengan milisi Aitaraknya, yang dicegah
bertemu Wapres Megawati, belakangan marah-marah, mengambil kembali
senjata mereka, lalu mengancam menyerbu kantor polisi setempat. Dua
tamu PBB terpaksa diamankan. Bos UNTAET Viergio Sierra de Melo
mengaku muak melihat basa-basi itu. Kalau bukan rekayasa penyerahan
senjata, pokoknya pada akhirnya yang terkesan toh rekayasa juga, kata
de Melo yang kemarin langsung terbang ke markas PBB untuk memberi
laporan. Pemimpin TimTim Xanana Gusmao juga menyatakan tidak akan
percaya bahwa senjata milisi itu akan diserahkan secara sukarela.

Dengan semua itu, maka rencana KTT Indonesia-Australia-Timor-Lorosa'e
tampaknya akan berubah. Semula agenda utamanya adalah memulihkan
hubungan Indonesia-Australia, dengan jasa baik Xanana Gusmao selaku
penengah menyusul kunjungan Gus Dur ke Australia. Tetapi pembunuhan
tiga petugas PBB di Atambua dan kecaman internasional memacu
perubahan. Xanana Gusmao yang selama ini selalu bernada bersahabat
terhadap Indonesia, sekarang menuntut penyelesaian milisi dan para
pengungsi TimTim di Timor Barat, bahkan mendesak tribunal
internasional terhadap para pelaku kekerasan selepas jajak pendapat
tahun lalu di TimTim.

Walhasil rencana KTT Indonesia-Australia-Portugal dan TimTim di
Jakarta pertengahan bulan depan akan harus berubah pula. Sekarang,
yang akan jadi penengah bukan lagi Xanana Gusmao, melainkan Perdana
Menteri Australia John Howard. Tetapi Canberra juga berposisi keras
terhadap Jakarta. Sehingga rencana KTT Kupang yang disebut Presiden
Gus Dur itu, boleh jadi, akan berubah menjadi upaya rekonsiliasi
pasca-Atambua antar ketiga negara yang bersangkutan.

Semua itu terjadi gara-gara milisi eks TimTim masih terus dibiarkan
beraksi dan berkuasa di antara para pengungsi TimTim di NTT. Pertama
memang ada indikasi untuk meragukan substansi penyerahan senjata
milisi karena tidak ada cara dan kriteria untuk memeriksa apakah
semua senjata, tidak hanya yang rakitan, tapi juga senjata berat di
tangan milisi, sudah diserahkan. Kedua, ada pertanda jumlah milisi
itu, anehnya, bertambah. Padahal logisnya mereka harus berkurang,
karena ada yang jadi korban tahun lalu, juga di Atambua, dan ada pula
sejumlah eks milisi yang gentayangan di Jakarta, antara lain ikut
menjaga rumah mantan Presiden Soeharto di Cendana. Menurut sebuah
dokumen tertanggal awal tahun ini, tampaknya ada pengorganisasian
rapi untuk mengkonsolidasi seluruh eks milisi TimTim yang sekarang
berada di NTT. Singkatnya, ada kesan para komandan TNI yang menjadi
tuan-tuan milisi itu mempunyai agenda tersembunyi. Pernyataan Menteri
Pertahanan Mahfud yang menuding pihak asing merekayasa peristiwa
Atambua, dan menyatakan seolah TimTim ingin kembali di bawah RI NULL
semua itu membuat dunia bertambah curiga. Singkat kata, xenofobi,
bahkan jingoisme, yang dulu menggempur Australia, sekarang menghantam
PBB.

Celakanya lagi justru badan-badan PBB seperti lembaga pengungsi UNHCR
itulah yang amat dibutuhkan untuk menyelamatkan nasib lebih dari 100
ribu orang pengungsi TimTim yang dideportasi tentara dan milisi ke
NTT tahun lalu. Kalangan TNI dan milisi mengatakan mereka ini mirip
air di tengah ikan-ikan milisi, tetapi kenyataannya milisi itu justru
mirip serigala di tengah ayam-ayam pengungsi.

Jadi dua substansi masalahnya, pertama jaminan agar para pengungsi
TimTim itu aman, antara lain dengan perlucutan dan pembubaran milisi,
kedua memberi peluang kebebasan agar para pengungsi dapat menyatakan
dengan bebas keinginan mereka, yaitu pulang kembali ke TimTim atau
tetap di wilayah RI.

Selama kedua pokok ini belum terselesaikan dengan baik, sanksi dunia
tetap mengancam Indonesia. Tetapi kalau ada solusi yang dapat
dihandalkan, maka KTT Kupang Indonesia-Australia dan Timor Lorosae,
kira kira sebulan lagi, dapat melangkah ke depan dan memantapkan
kawasan. Masalah ini berpulang kepada TNI yang harus mampu
membereskan para eks komandan TNI di lapangan yang masih sakit hati
akibat kehilangan koloni Timor Timur. Bagi Presiden Wahid, ini adalah
sebuah momentum yang baik untuk melanjutkan upaya merombak TNI, yang
Februari lalu sukses tapi Agustus lalu diganjal lagi melalui Sidang
Tahunan MPR?

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 27 Sep 2000 jam 16:09:43 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke