----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Front Kota "Sweeping", Cari Pendukung Soeharto di Blok M

Jakarta - 27 Sep 00 16:19 WIB (Astaga.com)

Sekitar 400 mahasiswa dari kelompok Front Kota, Rabu petang berdemonstrasi
di Kejaksaan Agung, menuntut pengadilan tokoh-tokoh Orde Baru. Namun, begitu
mendengar kabar massa pendukung Soeharto akan datang, setengah dari mereka
langsung menuju Terminal Blok M dan melakukan sweeping di sana.

Kelompok Front Kota -- berasal dari Univ Sahid, Gunadarma, UBK, UI,
Tantular, Borobudur, ISTN, AMIK ABA-ABI dan sebagainya -- ditambah sejumlah
siswa SLTA yang ikut bergabung sepulang sekolah, memeriksa bus-bus yang
masuk ke Terminal Blok M.

Ada sedikit keributan dalam aksi ini, yakni ketika ada sekelompok mahasiswa
yang meminta sumbangan kepada pengendara mobil yang lewat di depan pintu
terminal terbesar di Jakarta Selatan ini. Tindakan ini membuat rekan-rekan
mereka dari universitas lain menggerutu. "Dasar anak ... (menyebut nama
universitas di bilangan Cikini)," kata salah seorang mahasiswa.

Ucapan ini membuat mahasiswa dari universitas yang disebut itu naik pitam,
sehingga timbul keributan yang berlangsung sekitar 15 menit. Keributan ini
membuat arus lalu lintas yang menuju ke arah Panglima Polim macet total.

Setelah berlangsung sekitar 15 menit, keributan bisa diselesaikan, dan
mahasiswa yang mengutip sumbangan kemudian dinaikkan ke bus dan disuruh
pulang.

Faisal Saimima, koordinator aksi Front Kota kemudian menarik lagi seluruh
anggotanya ke depan pintu Kejaksaan Agung. Saat ini acara demo diisi dengan
orasi-orasi. Namun, karena konsentrasi massa di depan Kejakgung, arus lalu
lintas dari Blok M Plaza ke arah CSW macet total. Tak ada kendaraan yang
bisa lewat, kecuali sepeda motor.

Dalam aksinya mereka menuntut diadilinya para penjahat Orde Baru, baik dalam
kasus pelanggaran HAM, kejahatan politik, maupun kejahatan ekonomi.

Dalam kasus pelanggaran HAM, mereka menuntut pengadilan sejumlah jenderal
purnawirawan, yakni Jenderal Besar HM Soeharto, Jenderal Wiranto, Jenderal
Try Sutrisno, Jendral LB Moerdani, Letjen Sutiyoso dan Letjen Syarwan Hamid.

Dalam kaitan kejahatan ekonomi, mereka menuntut diseretnya sejumlah
konglomerat Orde Baru. Antara lain Arifin Panigoro, Ginandjar Kartasasmita,
Fuad Bawazier, Liem Sioe Liong, Beddu Amang, Marimutu Sinivasan, Sofyan
Wanandi, dan keluarga Cendana -- Tutut, Bambang Tri, Tommy, Titik dan Mamik.

Demonstran Front Kota juga menuntut diadilinya orang-orang yang mereka sebut
penjahat politik Orde Baru, antara lain Akbar Tanjung, BJ Habibie, Amien
Rais dan Yusril Ihza Mahendra.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Sep 2000 jam 04:24:01 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke