----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Terbongkar, Pemasok Amunisi Gerakan Bersenjata

Bandung, LippoStar
Hasil pengembangan penyelidikan terhadap dua tersangka yang diduga terlibat
dalam pemboman Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Ibrahim Abdul Manap (30)
serta oknum Kopasus Serda (TNI) Irwan (30), petugas kepolisian di Bandung
membongkar sindikat pemasok senjata api dan amunisi untuk kelompok gerakan
bersenjata.

Petugas kembali menciduk tiga orang yang diduga kuat berperan dalam
pemasokan senjata serta amunisinya yaitu Ali (42), Dinan (30) serta Rusli
(26) pengedar ganja yang numpang di rumah tersangka Dinan, Rabu (27/9).

Tersangka Ali adalah salah satu tersangka yang melarikan diri saat
penangkapan Ibrahim dan Irwan. Ia diciduk petugas pada Selasa (26/9) sekitar
pukul 16.30 WIB di rumah kostnya di Jalan Kiaracondong belakang pool Bis
ALS.

Sementara itu tersangka Dinan dan Rusli ditangkap di dalam mobilnya Jl Dr
Currie No.1 Bandung. Sedangkan dari dalam rumah tersangka Dinan ditemukan
senjata laras panjang bermerek Monterer File kaliber 5,56mm buatan Australia
, senjata rakitan buatan Cipacing serta 129 butir peluru kaliber 5,56 mm
buatan USA dan Pindad.

Selain itu petugas juga menemukan sebuah granat tangan jenis Handfrach No
lot 82H601-001 KG 881 buatan Korea. Petugas juga menyita beberapa buah
tabungan atas nama Dinan masing-masing pada Tahapan lippo Rp1,1 juta,
Tahapan BCA Rp 646 ribu, serta Rp 20 juta tersimpan di ATM Bank
Internasional Indonesia.

Dari pemaparan pejabat kepolisian di Polwiltabes Bandung, kedua tersangka
Ali dan Rusli positip terkait 'bisnis' dengan tersangka Ibrahim Abdul Manap
dalam jual beli senjata.

Tersangka Ali mengakui, pada akhir Juli lalu ia pernah menjual sebuah sejata
laras panjang seharga Rp 43 juta serta senjata pistol Colt kaliber 32mm
kepada Ibrahim.

"Saya bekerjasama mencari senjata yang dipesan oleh dia (Ibrahim), tapi saya
tidak mengenal dua orang yang ikut melarikan diri saat ditangkap di Jl
Suriasumantri," ujar Ali.

Bahkan dari pengakuannya, pada akhir Mei 2000, tersangka Ali sempat mengirim
12 peti berisi ratusan ribu peluru kepada Ibrahim, dan disinyalir diloloskan
ke daerah konflik senjata.

Sindikat
Sementara itu tersangka Dinan (30) yang mangaku asli Bandung tersebut
ditangkap petugas saat turun dari mobil VW Passat di Jl Dr Currie.
Penangkapan mantan aktivis tersebut berdasarkan 'nyanyian' Ibrahim kepada
petugas.

Dan ternyata setelah diselidiki, tersangka Dinan sudah lama memiliki
'bisnis' dengan tersangka Ibrahim tersebut. Ia menjadi 'kakitangan' dalam
memasok senjata api yang dipesan oleh Ibrahim.

Bahkan sehari sebelum penangkapan Ibrahim dan Serda Irwan, pada Sabtu (24/9)
tersangka Dinan menerima uang tunai sebesar Rp 87 juta untuk pembelian
sejata dan amunisinya.

"Uang tersebut digunakan untuk mencari senjata dan pelurunya, sebagian sudah
dibelikan," ujar Dinan.

Namun ia masih bungkam ketika ditanya polisi tentang asal usul senjata
tersebut. Pengakuan sementara kepada petugas mendapatkannya dari Cipacing
kabupaten Sumedang.

Petugas saat ini masih terus melacak orang-orang yang terlibat dalam
pengumpulan senjata tersebut.

Bahkan diduga kuat, tersangka dengan rekannya Rusli, terlibat jaringan
peredaran narkotik di Bandung, karena dari kamarnya ditemukan ganja seberat
satu kilogram.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Sep 2000 jam 04:24:37 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke