----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Abilio: Habibie Harus Bertanggung Jawab

Jakarta, Kompas

Mantan Gubernur Timor Timor (Timtim), Abilio Jose Osorio, menyesalkan sikap
mantan Presiden BJ Habibie yang seolah lepas tangan atas apa yang terjadi di
Timtim. Selain telah menawarkan opsi kemerdekaan tanpa persetujuan
masyarakat Timtim, Habibie juga terlalu terburu-buru mengakui hasil
penentuan pendapat tanpa memperhatikan kecurangan yang dilakukan UNAMET.
Pandangan Abilio itu disampaikan kepada tim penyidik gabungan pelanggaran
HAM di Jakarta, Selasa dan Rabu (27/9). Kuasa hukum Abilio, Pius Fatin
Taolin kepada pers mengatakan, "Menurut Pak Abilio, persoalan ini datang
dari Indonesia sendiri. Apa sebabnya Pak Habibie memberikan opsi otonomi dan
kemerdekaan tanpa setahu rakyat Timtim. Ini bertentangan dengan ketetapan
MPR. Mengapa jauh-jauh menyalahkan PBB dan Portugal, kesalahan itu datang
dari Pak Habibie," kata Pius mengutip pernyataan Abilio.

Oleh karena itu, demikian Abilio seperti dikutip Pius, Habibie harus
bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Timtim, khususnya atas terjadinya
kerusuhan pascapenentuan pendapat bulan September 1999.

Hari Rabu itu, Abilio diperiksa oleh tim penyidik gabungan tetapi kali ini
ia diperiksa sebagai saksi atas apa yang terjadi di Timtim pascapenentuan
pendapat itu. Seperti pemeriksaan sebelumnya, usai pemeriksan kemarin Abilio
tidak bersedia memberi keterangan kepada pers mengenai materi pemeriksaan
tersebut. Bahkan terkesan Abilio enggan dikatakan diperiksa oleh tim
penyidik gabungan. "Tidak ada (pemeriksaan) yang kemarin dan tidak ada yang
hari ini. Tidak ada yang diperiksa. Tanya sama jaksa. Terserah Anda mau
tulis apa," jawab Abilio.

Tidak terima panggilan

Menurut Sekretaris tim penyidik gabungan, Umar Bawazier, Abilio tidak
dijadwalkan untuk diperiksa hari Selasa dan Rabu melainkan hari Kamis ini
sesuai surat panggilan kedua. Pada panggilan pertama, Abilio tidak datang
tanpa memberi keterangan. Namun, menurut Pius, kedatangan kliennya tersebut
atas kemauan sendiri karena selama ini tidak pernah menerima surat panggilan
dari tim penyidik gabungan. Demikian juga para tersangka sipil lainnya,
mereka belum pernah menerima surat panggilan dari tim penyidik gabungan.

Ditanya soal surat panggilan tersebut, Abilio enggan berkomentar. Namun, ia
menyesalkan mengapa media massa menuliskan bahwa ia tidak bersedia
diperiksa. "Wartawan tahu enggak saya terima surat penggilan atau tidak,"
katanya balik bertanya pada wartawan. Ditanya apakah ia menerima surat
panggilan, Abilio tidak mau menjawab.

Pada pemeriksaan pertama (sebagai tersangka), dari 20 pertanyaan yang
diajukan tim penyidik gabungan, menurut Pius, salah satunya mengenai
peristiwa penyerbuan di kediaman Uskup Belo. Namun kliennya tidak tahu
persis kejadian ini karena hanya mendapat laporan via telepon soal peristiwa
itu.

Kepada tim penyidik gabungan, kliennya mempersoalkan mengapa hanya kelompok
prootonomi saja yang disalahkan dalam kasus pelanggaran HAM di Timtim.
Padahal pada tahun 1975, pemerintah Portugal melaporkan kepada PBB bahwa
Fretilin bertanggung jawab atas terbunuhnya 65.000 orang kelompok
prointegrasi. "Itu yang dipersoalkan oleh Pak Abilio. Itu tercantum dalam
buku resmi yang dikeluarkan PBB tahun 1975," kata Pius.

Ditanya apakah Abilio keberatan telah ditetapkan sebagai terangka dalam
kasus pelanggaran HAM di Timtim, Pius mengatakan, hal itu tidak dipersoalkan
dalam pemeriksan tersebut. Abilio lebih mempersoalkan kecurangan UNAMET yang
diabaikan pemerintah Indonesia. Juga soal teks pidato Habibie yang dibacakan
tanggal 4 September 1999 soal hasil penentuan pendapat yang ternyata sudah
beredar tanggal 3 September 1999.

"Pak Abilio dan juga rakyat Timtim sangat kecewa. Ini yang membuat Pak
Abilio berpendapat bahwa ada konspirasi tingkat tinggi. Pak Abilio merasa
dikorbankan oleh Pemerintah Indonesia untuk menjaga persatuan," katanya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Sep 2000 jam 11:14:18 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke