---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Tim Medis Dibentuk Pekan Ini Mengevaluasi Kondisi Terakhir HMS koridor.com [19 Sep, 0:00] Pembentukan tim medis baru yang akan dilaksanakan dalam pekan ini, akan ditugasi mengevaluasi kondisi terakhir kesehatan HM Soeharto (HMS). Pembentukan tim medis ini tidak bermaksud untuk melecehkan profesi dokter. Menurut Kapuspenkum Kejaksaan Agung Yushar Yahya di Jakarta Minggu (17/9), pembentukan tim medis yang rencanannya dihadirkan pada persidangan 28 September 2000, lebih mempertimbangkan upaya untuk meyakinkan masyarakat mengenai kondisi kesehatan terakhir HMS. Selama ini, lanjut Yushar Yahya, keterangan masalah kesehatan terdakwa HMS hanya didapat dari tim medis pribadi dan tim pengacaranya. "Majelis hakim dan tim jaksa rupanya sependapat, yakni ingin mendengarkan langsung hasil pemeriksaan kesehatan dari tim medis baru ini," tegasnya. Kejaksaan Agung, khususnya tim jaksa penuntut umum, kata Yushar Yahya, tetap mengesampingkan rekaman medis tim dokter pribadi HMS maupun tim dokter RSCM Jakarta. Kendati tim medis RSCM bentukan Kejaksaan Agung hasilnya tidak relevan lagi, mengingat rekaman medis itu dibuat beberapa bulan silam ketika kasus HMS masih dalam tahap penyidikan. Sementara itu, Kajari Jaksel Antasari Azhar yang dihubungi secara terpisah membenarkan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Departemen Kesehatan. ''Kita sudah menghubungi Sekjen Depkes Jumat lalu,'' ungkapnya. Ia memastikan, dalam pekan ini juga tim medis baru yang akan ditugasi mengevaluasi kondisi terakhir kesehatan penguasa orde baru itu sudah dibentuk. Tanpa menjelaskan komposisi dan jumlahnya, Antasari memastikan, untuk menghubungi dokter-dokter tersebut pihaknya tetap akan melakukan koordinasi dengan Depkes. ''Kami tidak mengalami kesulitan karena unsur-unsur yang dibutuhkan dalam membentuk tim medis baru ini sudah ditetapkan majelis,'' katanya. Mengomentari persidangan berikutnya, Yushar Yahya mengatakan, pihaknya kemungkinan selain akan menghadirkan tim medis baru itu juga akan memanggil kembali terdakwa agar menghadiri sidang 28 September 2000. Terhadap kemungkinan adanya upaya paksa mengingat panggilan tersebut merupakan yang ketiga kalinya, Yushar mengatakan, akan melihat perkembangan yang terjadi terutama apa yang menjadi keputusan majelis hakim. Praktisi hukum Dr. Todung Mulya Lubis berharap Kejaksaan Agung dan majelis hakim yang menyidangkan Soeharto jangan terjebak dengan permainan para pengacara Soeharto yang selalu menggunakan alasan kesehatan kliennya untuk menghindari proses persidan gan. Padahal kalau mau dicermati dalam sidang sebelumnya, satu pun tidak ada keterangan yang mengatakan Soeharto tak bisa dihadirkan ke persidangan. Menurut mantan kuasa hukum majalah Time ketika digugat keluarga Cendana ini, Soeharto selaku terdakwa wajib hadir dalam persidangan yang digelar majelis hakim. Bila perlu, majelis hakim datang ke rumah Soeharto untuk melakukan proses peradilan terhadapnya. Hal senada pun diungkapkan Ketua Komisi Hukum Nasional (KHN) Prof. Dr. JE Sahetapy. ''Kita jangan mau terjebak dengan omongan Juan Felix (pengacara Soeharto-red) dalam menilai kasus Soeharto ini,'' katanya dengan nada tinggi. Sebetulnya dalam menyelesaikan kasus Soeharto itu, kata anggota Komisi II DPR ini, Kejaksaan Agung dan majelis hakim sejak awal tidak pernah antisipatif. Sudah tahu Soeharto dalam keadaan sakit, tetapi proses persidangan malah tetap dilan jutkan. Mestinya, Kejaksaan Agung melakukan proses pengecekan kesehatan beberapa hari sebelum sidang dimulai. Jangan mau terjebak dengan surat keterangan sakit yang telah dibuat beberapa bulan sebelum persidangan. Dengan demikian, katanya, keterangan yang didapatkan soal Soeharto akan lebih aktual.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Sep 2000 jam 11:19:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
