Ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) Provinsi Aceh dengan Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, makin rusak parah dan mengganggu perekonomian rakyat. Pengangkutan hasil bumi dari Agara dan Gayo Lues terkendala, sehingga harga jualnya merosot, sementara harga kebutuhan bahan pokok melonjak.
Kerusakan ruas jalan tersebut langsung ditinjau Bupati Agara Ir H Hasanuddin B MM, di Desa Perbesi, Kecamatan Tina Binanga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (23/1). Saat meninjau jalan rusak di Desa Perbesi, Kabupaten Dairi, Bupati Hasanuddin mengatakan sangat kecewa karena jalan tersebut satu-satunya akses utama aktivitas perekenomian dari Medan menuju Agara dan Kabupaten Gayo Lues. “Bila jalan ini terganggu maka sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan perekonomian Aceh Tenggara,” ujar Bupati Hasanuddin. Petani yang sangat terkena dampak dari rusaknya jalan itu adalah petani cokelat dan jagung di Agara. Karena tidak bisa langsung dipasarkan ke Medan dan sekitarnya, kualitas cokelat dan jagung itu jadi memburuk, sehingga harga jualnya berkurang. Di sisi lain, kata Bupati Agara, akibat jalan itu sudah lama rusak, warga Agara sangat dirugikan, karena harga barang yang mereka beli di Medan maupun ongkos angkut dari ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu sangat mahal. “Kalau belinya mahal dan ongkos angkutnya tinggi, maka otomatis harga jualnya di Aceh Tenggara jadi tinggi. Sebaliknya, hasil bumi yang dipasarkan ke Medan dari Aceh Tenggara, harganya merosot,” kata Bupati Hasanuddin. Menurut Bupati Hasanuddin, meskipun ruas jalan yang rusak itu berada di Sumut, tapi Pemkab Agara sudah berkali-kali memohon kepada pemerintah pusat untuk dapat memproritaskan perbaikan jalan tersebut, karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan perekonomian dari Agara ke Sumut dan sebaliknya. (as) Sumber: http://serambinews.com/news/view/22552/lintas-agara-sumut-rusak-parah Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
