BRASTAGI - Petani di kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara terpaksa
membuang hasil pertaniannya seperti kentang dan tomat, karena anjloknya
harga komoditas pertanian tersebut di pasar lokal.

"Kami
terpaksa membuang atau membiarkan tanaman kentang dan tomat hingga
busuk di pohon, karena harga jual jatuh hanya Rp 2.000 per kg," ungkap
Anto Barus, petani di desa Laugendek, Tanah Karo, tadi pagi.

Dikemukakan,
tidak ada gunanya memanen hasil pertaniannya kalau hanya rugi, sebab
harga tidak menutupi biaya panen dan transportasi sehingga lebih baik
dibiarkan membusuk di pohon atau diberikan kepada orang.

Sebelumnya
harga tomat di tingkat petani sempat Rp7.000 per kg dan kentang Rp6.000
per kg, tetapi kini harganya benar-benar anjlok, tutur Anto yang
mengaku kini harus melakukan diversifikasi tanaman.

Diversifikasi
tanaman yang dilakukan petani Karo tersebut, seperti mengembangkan
tanaman jeruk manis, daun prei, cabai merah dan terong belanda yang
harganya di pasaran cukup stabil.

Seperti harga jeruk di tingkat
petani masih bertahan Rp5.000 per kg, cabai merah Rp8.000 per kg,
terong belanda Rp7.000 kg dan permintaan juga cukup tinggi.

Petani
yang memiliki lahan seluas sepuluh hektare itu, mengharapkan harga
sayur-mayur kembali membaik sehingga mereka bisa menguliahkan anak
sampai menjadi sarjana.
(dat07/ann)

SUMBER: 
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=85709:petani-karo-buang-kentang-dan-tomat&catid=15:sumut&Itemid=28


Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke