Hi ... hi, kalau ngomong soal hutang kan lain lagi tho mas. Katanya orang kaya 
tuh biasa kok hutangnya semakin banyak. Coba saja baca analisis hutang LN di 
Republika beberapa waktu yang lalu, atau di beberapa media lain, saat tuan SBY 
dan Boediono, bicara mengenai kesuksesan menangani hutang negara. Yang dipakai 
contoh trus negara Amerika, atau negara2 maju. (Seakan lupa, garis 
kemiskinannya kan mestinya yo dicontoh sekalian).

Wis, pokoknya birokrat kita merasa kaya kok, beres dan lanjutkan.

Barangkali bener tuh kata mas Dewa, kaya tuh letaknya di hati dan pikiran, 
bukan di luarnya=)) Luarnya boleh amburadul, yang penting dalamnya tenang. Kik 
... kik ... kik

Salam hangat
B. Samparan


--- On Tue, 7/21/09, Mawan Sugiyanto <[email protected]> wrote:

> From: Mawan Sugiyanto <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 08.70/05.00] Re: Fw: Orang 
> Miskin Dilarang Sakit
> To: [email protected]
> Date: Tuesday, July 21, 2009, 11:41 AM
> Assalamu 'alaikum warhmatullah 
> 
> Jadi kita mesti zakat ke negara berapa ya? Kan itu termasuk
> yang harus dizakatin karena utangnya banyak. Jadi Si
> Baldatun Ghorimun ini hukumnya bgmn? 
> 
> Yang miskin itu siapa to, tiket nonton MU 50 juta aja
> dilalap abis.
> 
> Terima kasih 
> 
> Wassalaamua alaikum warahmatullah 



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke