Kan ada revisi definisi je : kaya adalah pihak yg legowo dalam memberi
(melepas) krn "merasa" berlebih, dan miskin adalah pihak yg legowo
dalam menerima (membutuhkan) krn "merasa" berkekurangan. Jadi
kesimpulane keadaan kaya-miskin itu ada di ruang persepsi "merasa" yg
subyektif... bahkan tak selalu ada sangkut-pautnya dengan besaran
UMR... :))

Yang jamak itu ya merasa miskin dgn penghasilan dibawah UMR atau
merasa kaya dgn penghasilan berlimpah.... dan ini jelas gak ada
istimewanya. krn pandangan masih paralel antara fisik-nonfisik.

Tapi yg kelewatan itu ya yg "merasa miskin" tapi penghasilan jauh
melimpah... dan ini yg kerjanya utang sana-utang sini.... nyusahin
orang banyak. Udah cara pandangnya primitif... dah gitu nyusahin orang
pulak.

Yang tersulit adalah "merasa kaya" dgn penghasilan dibawah UMR, krn
tentu dirinya sdh mampu mentransformasi nilai dibalik apa-apa yg
terlihat secara fisik semata. Pandangan matanya sdh tembus jauh
dibalik nilai-nilai fisik. Jika orang2 seperti ini banyak beredar maka
ketika dirinya ditempatkan dalam posisi dgn rezeki yg berlebihan
sekalipun tetap saja dunia akan bertekuk lutut dihadapan kakinya, krn
orang2 seperti ini pada dasarnya sdh tidak membutuhkan dunia lagi
(bahkan dunia akan selalu mengejarnya namun dunia tak mampu
menguasainya), dan dia sama sekali tidak membutuhkan bom utk membuat
dunia bertekuk-lutut dibawah kekuasaannya.... :)))


2009/7/21 Bango Samparan <[email protected]>:
>
> Hi ... hi, kalau ngomong soal hutang kan lain lagi tho mas. Katanya orang 
> kaya tuh biasa kok hutangnya semakin banyak. Coba saja baca analisis hutang 
> LN di Republika beberapa waktu yang lalu, atau di beberapa media lain, saat 
> tuan SBY dan Boediono, bicara mengenai kesuksesan menangani hutang negara. 
> Yang dipakai contoh trus negara Amerika, atau negara2 maju. (Seakan lupa, 
> garis kemiskinannya kan mestinya yo dicontoh sekalian).
>
> Wis, pokoknya birokrat kita merasa kaya kok, beres dan lanjutkan.
>
> Barangkali bener tuh kata mas Dewa, kaya tuh letaknya di hati dan pikiran, 
> bukan di luarnya=)) Luarnya boleh amburadul, yang penting dalamnya tenang. 
> Kik ... kik ... kik
>
> Salam hangat
> B. Samparan
>
>
> --- On Tue, 7/21/09, Mawan Sugiyanto <[email protected]> wrote:
>
>> From: Mawan Sugiyanto <[email protected]>
>> Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 08.70/05.00] Re: Fw: Orang 
>> Miskin Dilarang Sakit
>> To: [email protected]
>> Date: Tuesday, July 21, 2009, 11:41 AM
>> Assalamu 'alaikum warhmatullah
>>
>> Jadi kita mesti zakat ke negara berapa ya? Kan itu termasuk
>> yang harus dizakatin karena utangnya banyak. Jadi Si
>> Baldatun Ghorimun ini hukumnya bgmn?
>>
>> Yang miskin itu siapa to, tiket nonton MU 50 juta aja
>> dilalap abis.
>>
>> Terima kasih
>>
>> Wassalaamua alaikum warahmatullah
>
>
>
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke