Hai, terakhir kali pakai hibernate setahu saya begini. Kalau kamu pakai annotation maka pada saat dicompile lalu di deploy. Configuration dari annotation yang akan dipakai. Tapi seandainya setelah deployment lalu kamu mau ubah2 konfigurasi. Maka gunakan file xml. Configurasi di XML ini akan mengoveride configuration yang ada di annotation.
2009/3/30 Yudhi Karunia Surtan <[email protected]>: > Kalo gw seh lebih suka menggunakan xml, kekurangannya adalah lebih repot > karena selain harus mengelola file .java kita harus mengelola file .xml nya > juga. > Bisa di bayangkan apabila ada 100 table maka effort untuk memaintain mapping > akan lebih banyak di dalam file .xml itu. > Kelebihannya adalah : > 1. Dengan sentralisasi konfigurasi di file .xml ini saya dapat dengan mudah > mengetahui dan membaca konfigurasi dari mapping kelas ke table. > 2. Lebih leluasa menentukan kelas apa saja yang ingin dipakai dan tidak di > pakai. > > Untuk annotation saya rasa kebalikannya dari konfigurasi dari xml ini. > kesimpulan saya untuk konfigurasi memalui xml repot di awal mudah di akhir, > kalo annotation enak di awal repot di akhir. > > Namun skali lagi semua kembali kepada pribadi dan standarisasi development > pada masing - masing pengelola. Baik dengan cara annotation dan xml > configuration sama sama memiliki tujuan yang sama. > > Regards, > > Yudhi Karunia Surtan > ------------------------------- > Mobile : +62-818-0834-7561 > >

