ayo dry...
kapan mau berangkat? bekasi kan?

smart bastard!
http://bodats.wordpress.com

--- Pada Kam, 3/6/10, [ andry ] <[email protected]> menulis:

Dari: [ andry ] <[email protected]>
Judul: [karisma_honda] (Enduro Riding) Semi offroad ke Pantai Tanjung Pakis
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 3 Juni, 2010, 5:08 PM

 

Rider Bekesong ...
atau mau kesini aja niy destinasi offroading berikutnya ....


sumber :
http://www.mlancong .com/
============ ========= =========

Melintas Sungai Citarum Menuju Pantai Tanjung Pakis

E-mail Print PDF

Kami semua tidak menyangka kalau perjalanan ke Pantai Tanjung Pakis memakan waktu hampir 4 jam lamanya dari Bekasi. Bayangan semula maksimal hanya dua jam, namun karena ada beberapa jalan yang kurang bagus maka perjalanan menjadi 4 jam.

Ketika kami mau berangkat sempat ragu-ragu apakah dilanjutkan atau tidak perjalanan ke Pantai Pakis, namun karena terdorong oleh rasa penasaran tentang pantai tersebut berangkatlah kami sekeluarga. Dari Bekasi kami ambil arah ke Stasiun kereta Bekasi dan terus jalan arah Babelan. Sampai dengan Perumahan Vila Mutiara Gading jalanan yang kami lalui masih bagus, namun memasuki Babelan kami harus melewati jalan berbatu atau boleh dikatakan semi offroad kurang lebih sepanjang 3 kilometer. Di tengah kegalauan kami melelaui jalanan yang berkerikil dan bergelombang, padi yang menguning di kanan dan kiri jalan membuat kami semua menikmati pemandangan yng indah tersebut. Cukup mengobati stress kami menghadapi jalanan yang berbatu.
 
Pemandangan bagus diantara jalan yang bergelombang

Pemandangan bagus diantara jalan yang bergelombang

Keren pemandangannya

Keren pemandangannya

Siap menyeberang

Siap menyeberang

Perahu penyeberangan

Perahu penyeberangan


Dari daratan seberang

Dari daratan seberang

 
Lepas dari jalanan berbatu barulah kami merasakan keteduhan pohon-pohon yang berada di sepanjang jalur yang kami lewati, yaitu samping sungai Citarum. Pohon randu yang besar, pohon beringin dan beberapa tanaman lainnya yang sudah berumur ratusan tahun membuat suasana jadi sejuk. Setelah beberapa kali bertanya kami baru menyadari kalau untuk sampai Pantai Pakis harus menyeberangi sungai Citarum (Eretan – Kp.Solokan ) yang lebarnya hampir 50 meter dan dalam. Agak deg-degan juga karena baru pertama kali menyeberang sungai dengan perahu kecil beserta mobil yang kami bawa. Setelah memastikan kondisi keamanan perahu akhirnya mobil saya naikkan dan perahu berjalan pelan menyeberang Citarum. Sebuah kawat besar diikatkan antara ujung sungai, kemudian dua tali kawat saling mengkait antara perahu dan tali yang melintas diatas sungai tersebut. Perahu dijalankan secara manual dengan menggeser kawat-kawat yang sudah saling mengkait. “Kalau arus besar kami tidak berani jalan Pak,” kata Pak Noor pengemudi perahu tersebut. Berarti kalau arus sedang besar penduduk diantara kedua sungai tersebut harus memutar ke Karawang untuk bertemu. Jauh sekali.
 
Menyeberang sungai

menyeberang sungai

Waduh...gayanya

Waduh...gayanya

Sungai Citarum

Sungai Citarum

Sungai Citarum

Sungai Citarum


Tidak menyangka juga kalau di seputaran Bekasi masih ada sistim penyeberangan manual dan beresiko, unik sekali. Hanya 5 menit kami menyeberang sebelum akhirnya tiba di seberang dan melanjutkan perjalanan ke Pantai Pakis. Menurut petugas perahu, Pak Noor, “ Kalau ke Pakis hanya 15 menit lagi,” tapi ternyata hampir 40 menit kami sampai di Pakis terhitung dari mobil turun dari perahu penyeberangan. Kami sempat berhenti beberapa saat di beberapa lokasi tambak untuk istirahat dan berfoto-foto. Rupanya Pakis dan sekitarnya merupakan salah satu sentra tambak bandeng yang cukup terkenal.

Tambak bandeng

Tambak bandeng

Asyiknya mancing

Asyiknya mancing


Pintu masuk

Pintu masuk

Tambak bandeng menjelang Pantai Pakis

Tambak bandeng menjelang Pantai Pakis

Nah ini benar2 mau masuk Pantai Pakis

Nah ini benar2 mau masuk Pantai Pakis

Sampai juga di Pantai Pakis

Sampai juga di Pantai Pakis


Setelah puas berfoto-foto di seputaran tambak, perjalanan kami lanjutkan. Sepuluh menit kemudian akhirnya kami sampai di gerbang masuk “Pantai Tanjung Pakis”, tepatnya berada di desa Tangkus Pakis, Jecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang.  Dari gerbang masuk masih harus masuk lagi sekitar 300 meter untuk benar-benar sampai di lokasi pantainya. Dan…pantai dengan pasir yang kehitam-hitaman namun landai dan panjang terhampar di depan mata. Air pantainya tidak terlihat bening, namun tidak terlalu mengecewakan juga setelah hampir 4 jam melakukan perjalanan yang diselingi dengan beroffroad ria.  Kelaparan…!! Makanya yang pertama kami tuju adalah warung-warung seafood yang ada di seputaran pantai setelah beberapa saat menikmati segarnya angin pantai.

Warung yang kami tuju adalah warungnya Pak Nurjaman. Hmm…sepotong ikan kakap yang beratnya kurang lebih satu kilo gram dijual Rp 65 ribu per  ekor termasuk masaknya. Untuk ukuran pantai harga ini tergolong mahal. Harga ini juga setelah menawar dari harga pertama yang ditawarkan  Rp 80 ribu / ekor. Tapi tidak ada pilihan lain karena kondisi perut sudah tidak dapat dikompromikan lagi. Walaupun mahal rasa masakannya cukup oke . Hanya dalam waktu lima belas menit semua makanan yang tersedia di meja habis sudah…maklum sudah kelaparan sedari tadi.

Pantai Pakis dgn pasir hitam dan halus

Pantai Pakis dgn pasir hitam dan halus

Ramainya pengunjung

Ramainya pengunjung

Mau naik perahu karet

Mau naik perahu karet

Mau mencari ikan ?

Mau mencari ikan ?

Mau sewa ban

Mau sewa ban

Mau beli baju ?

Mau beli baju ?

Mau beli souvenir ?

Mau beli souvenir ?

Bermain di pantai

Bermain di pantai


Romantisme pantai

Romantisme pantai

Acara selanjutnya apalagi kalau bukan “mandi di pantai”. Salah satu keunggulan Pantai Tanjung Pakis adalah pantainya yang landai setinggi lutut orang dewasa sampai 30 meter ke arah laut. Rupanya inilah yang membuat orang datang untuk mandi dan menikmati pantai ini. Fasilitas penyewaan yang dapat kita nikmati adalah: sewa ban, perahu karet, naik perahu sampai dengan banana boat. Hampir satu jam lamanya kami habiskan waktu untuk bermain dan mandi di laut. Sebelum akhirnya sore menjelang dan tiba waktunya untuk kembali.

Warung-warung seafood

Warung-warung seafood

Pak Nurjaman sedang membakar ikan

Pak Nurjaman sedang membakar ikan

wah ada singa

Wah ada singa


Sempat terpikir oleh kami untuk melewati Karawang agar tidak perlu menyeberang Citarum dengan perahu lagi, namun lagi-lagi kondisi jalan yang anjrut-anjrutan membuat kami harus mengubah jalur berbelok kanan dan menyeberang Citarum lagi. Namun kali ini kami mengambil jalur yang ke arah Muara Gembong – Cikarang. Orang selalu bilang kalau arah Cikarang itu deket, tapi ternyata masih jauh. Perlu waktu hampir 1,5 jam lagi dari Muara Gembong sampai dengan Cikarang.

Perjalanan yang cukup melelahkan, namun kami semua puas bisa menikmati Pantai Tanjung Pakis yang masih alami dan landai. Semoga bisa berkunjung lagi.

By: AMGD


============ ========= =========

---------- Forwarded message ----------
From: Akhmad Masun <amgd...@yahoo. com>
Date: 2010/5/31
Subject: [INDONESIA-Geograph ic] Semi offroad ke Pantai Tanjung Pakis
To:



Perjalanan yang cukup melelahkan tuk menuju Pantai Pakis...

Namun pengalaman menyeberang sungai Citarum dan lihat indahnya persawahan mengobati kelelahan tersebut.

Foto2 lain bisa dilihat di www.mlancong. com.

Salam wisata,
AMGD

YM : amgd...@yahoo. com
FB : akhmadmasun09@ gmail.com
www.mlancong. com-Indahnya Indonesia





--
"Motorcycling - Adventouring - Enjoying Life"
Communication & Admin Media JDDC
------------ --------- --------- --------- -------
http://www.jddc- online.com/
http://andryberlian to.wordpress. com/
------------ --------- --------- --------- -------

Kirim email ke