dear om momod, numpang benwith dikit yah, smoga bermanfaat. trims




sumber (http://edorusyanto.wordpress.com)





twitter: @edorusia





artikel lain





jika foto tak terlihat silakan klik Tujuh Orang Tewas Tiap Hari di Jatim












 

KECELAKAAN lalu lintas jalan di Jawa Timur (Jatim) merenggut tujuh jiwa per
hari sepanjang Januari-Juni 2010. Sementara itu, korban luka berat (22 orang)
dan luka ringan (22 orang).

Secara kumulatif, kecelakaan lalu lintas jalan merenggut 1.918 jiwa
sepanjang enam bulan tahun ini. Namun, kata Kasubdit Bingakkum Ditlantas Polda
Jatim AKBP Lafri Prasetyono di Surabaya, Jumat (9/7/2010), kalau dihitung per
triwulan, korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas triwulan kedua
(April-Juni) menurun dibanding triwulan pertama (Januari-Maret). 

Penurunan tersebut, kata dia, karena kesadaran masyarakat mulai meningkat
setelah ada program penyadaran, seperti safety
riding dan responsible riding. "Ada
pula program partnership, road safety
action gubernur award, menjadi inspektur upacara di sekolah-sekolah, dan
pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan," kata Lafri, seperti dilansir Antara.

Ia menyebutkan, angka kecelakaan di Jatim untuk periode triwulan kedua
(April-Juni) mencapai 2.705 kecelakaan, sedangkan triwulan pertama
(Januari-Maret) mencapai 2.899 kejadian. 

Data Kepolisian menyebutkan, selama enam bulan pertama 2010, korban luka berat
tercatat 1.631 jiwa, dan luka ringan 6.094 jiwa, sedangkan kerugian material
sebesar Rp 5,2 miliar. 

Sementara itu, Polwil dan Polres dengan jumlah kecelakaan terbanyak terjadi di
wilayah Polwil Malang sebanyak 705 kejadian dan Polwil Kediri sebanyak 483
kejadian. Disusul kemudian Polwil Madiun 364 kejadian, Polwil Bojonegoro 343
kecelakaan, Polwiltabes Surabaya 320 kecelakaan, Polwil Besuki 315 kecelakaan,
dan Polwil Madura sebanyak 175 kecelakaan. 

Namun, jelasnya, ada perubahan faktor penyebab terjadinya kecelakaan di Jatim
yakni sebelumnya banyak disebabkan oleh faktor manusia, tapi kini justru faktor
kendaraan. 

"Misalnya, beberapa waktu yang lalu, truk yang menabrak mobil lain karena rem
tangan rusak, karena itu kami akan bekerja sama dengan intansi terkait untuk
mencermati kelayakan kendaraan bermotor, termasuk adanya kendaraan yang
dimodifikasi," papar dia. 

Data Ditlantas Polda Jatim juga mencatat usia pelaku yang terlibat kecelakaan
antara 16-25 tahun (231 orang), usia antara 26-35 tahun (195), usia 36-45 tahun
(173), usia 46-55 tahun (118), usia 56 tahun ke atas (51), dan usia antara 5-15
tahun (49). 

Dari segi profesi, karyawan swasta
sebanyak 588 orang, pelajar 109 orang, pengemudi 49 orang, TNI/Polri 22 orang,
pegawai negeri sipil (PNS) 19 orang, buruh atau petani 14 orang, mahasiswa 12
orang, dan pedagang empat orang. 

"Kecelakaan memang tidak bisa dihapuskan, karena banyak faktor
penyebabnya, seperti human error atau
kelaikan kendaraan. Melalui sosialisasi program Ditlantas dan UU Nomor 22 Tahun
2009, maka masyarakat diharapkan selalu waspada," papar Lafri. (edo rusyanto)



artikel lain


Kirim email ke