Just a blog-share :)

sumber :
http://andryberlianto.wordpress.com/2010/07/19/buta-road-safety/
===============================================
Buta Road Safety !

[image: Look] <http://www.youtube.com/watch?v=aLAVx19vOZw>

Egois, ceroboh, dan tidak peduli dengan keselamatan. Tipikal mayoritas jenis
pengendara di ibukota kah ? Anda tidak perlu menjawabnya, toh semua sudah
tersedia dengan fakta. Lihat bagaimana pengendara roda dua enggan
memperlambat kendaraan, enggan memberi jalan, enggan untuk me nomor satukan
keselamatan. Mari simak baik-baik video
berikut<http://www.youtube.com/watch?v=aLAVx19vOZw>yang bisa di unduh
melalui IDM masing-masing. Anda hanya perlu meluangkan
waktu tak lebih dari sembilan menit untuk mencari ‘lesson learn’ yang
dibutuhkan.

Video ini berada pada suasana kota Inggris di tahun 1960-an. Cukup jadul.
Lihat motornya, rem kaki berada di kiri, inilah bentuk klasik dari
motor-motor Eropa. Belum ada kaca spion sehingga diperlukan kerja ekstra
dari tangan si pengendara. Lihat perlengkapan berkendaranya, helm, goggle,
sampai bentuk sarung tangannya. Sarung tangan yang digunakan adalah model
dua jari penutup (satu menutup ibu jari, satu menutup empat jari sisa).
Selain untuk memberi efek hangat saat berkendara, sarung tangan jenis ini
memberikan pengendara untuk melakukan porsi teknik pengereman dengan empat
jari untuk mencari efek ‘full stop’. Saat ini teknik dua jari lebih efektif
dalam menyikapi potensi ber manuver ketimbang empat jari.

Adalah TOM, pemuda pekerja yang berteman dengan seorang pemuda yang ceroboh.
Pertemanan mereka sudah terjadi sejak kecil tapi sayangnya perilaku ceroboh
temannya tadi terus terbawa hingga dewasa. Lihat bagaimana cara Tom
berkendara di kesehariannya, berbanding terbalik dengan cara temannya
berkendara. Cara berkendara Tom begitu rapi, konsisten pada prosedur. Simak
saat Tom bepindah lajur. *Dia melihat (Look!), dia memberi tanda (Sign!) dan
baru dia melakukan manuver (Manoeuvre)*. Saat memberi tanda seolah ini
sebagai pengganti lampu sein karena memang pada motor yang digunakan tampak
tidak / belum ada fitur lampu sein.

Tibalah saatnya kecerobohan berbuah hasil. Saat tengah memasuki wilayah
kerja, rekan Tom bernasib naas karena harus menabrak muka truk yang tengah
melaju di lingkungan kantornya. Tom yang sampai di tempat dengan selamat
hanya bisa terpana melihat rekannya datang dengan bala bantuan alat
penyangga kaki.

Secara ekstrem memang tidak bisa dibandingkan dengan situasi lalu lintas
yang ada saat ini. Tapi banyak poin-poin penting yang bisa diambil, mulai
dari manajemen waktu, manajemen resiko, bahayanya kecerobohan hingga
konsistennya seseorang dalam menerapkan prosedur yang aman. Jakarta sebagai
ibukota saat ini sudah  begitu banyak menyimpan individu yang lemah dalam
hal-hal yang disebut di atas. Egoisme menjadi nomor satu dan seolah unsur
bahaya hanya menjadi hasil akhir yang bisa dimaklumi sebagai takdir.

Sekarang nilai lah diri anda sendiri sudah seberapa baik dalam mengatur
irama berkendara dalam koridor keselamatan. Ber-empati menjadi mutlak untuk
menjauhkan diri dari resiko yang lebih besar. Angka kecelakaan sudah
demikian tinggi dan berita-berita kecelakaan sudah menjadi menu harian. Mau
dibawa kemana nyawa kita jika saat berkendara pun kita jauh dari konsep
aman.

Ambil prosedur sederhana yang bisa kita petik dari video ‘jadul’
in<http://hellforleathermagazine.com/2009/12/post.html>i.
Kita hendak ber manuver (pindah lajur atau berbelok dsb) jangan lupa untuk
selalu : *LIHAT SITUASI SEKITAR* .. pantau melalui spion dan gerakan mata
untuk menghapus efek blind spot, *BERI TANDA* .. akan kemana pergerakan di
bawa dan jauhkan dari gerakan mendadak , *SEGERA MANUVER* .. respon cepat
melalui gerakan dengan perhitungan matang sesuai kondisi lalu lintas yang
ada.

Mudah dan coba saja segera di biasakan.

===============================================

--
-- 
"Motorcycling - Adventouring - Enjoying Life"
Communication & Admin Media JDDC
----------------------------------------------
http://www.jddc-online.com/
http://andryberlianto.wordpress.com/
----------------------------------------------

Kirim email ke