dear om momod, numpang benwith dikit yah, smoga berkenan. trims


sumber (http://edorusyanto.wordpress.com)



twitter: @edorusia





artikel lain






Ketika Pembatasan Sepeda
Motor Tiba



JAKARTA punya
cara sendiri dalam mengatasi problem yang membelit dirinya. Segudang problem
selalu ada solusi. Tengok saja masalah permukiman kumuh, pengangguran, wabah
flu burung, kriminalitas, dan kini masalah keruwetan lalu lintas jalan. Walau,
solusi kadang menimbulkan efek lain di sisi berbeda.

Adalah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov DKI Jakarta Udar Pristono,
yang melontarkan gagasan pembatasan sepeda motor untuk mengurai kemacetan lalu
lintas jalan.

Sepeda motor tak boleh melintas di jalur yang dilayani Trans Jakarta, sebuah
moda transportasi dengan jalur khusus yang dikenal sebagai busway. Tak ada 
kenaraan lain yang boleh lewat di
lintasan tersebut. Para pengemudinya pun khusus dengan sistem penggajian per
bulan.

Sepanjang ingatan saya, isu pembatasan sepeda motor  bukan barang baru.
Tahun 2007, saat menjadi pembicara dalam diskusi Haruskah Ada Pembatasan
Sepeda Motor di Jakarta?, yang digelar Independent Bikers Club (IBC),
Pristiono melontarkan hal serupa. "Tidak ada pelarangan sepeda motor,
namun hanya pembatasan di jalur tertentu," tutur Pristiono yang saat itu
menjabat Wakil Kadishub DKI Jakarta.

Di luar arena diskusi suasana lumayan memanas. Aksi damai menolak pelarangan
sepeda motor digelar oleh perkumpulan pengguna sepeda motor. Termasuk oleh para
pengojek. Saat itu, sekitar 5,9 juta sepeda motor menjadi tumpuan warga Jakarta
untuk beragam kebutuhan, mulai dari menuntut ilmu, hingga mencari nafkah.

Warga Jakarta dipaksa mencari alternatif  dari semrawutnya transportasi.
"Sepeda motor dipilih karena efisien dan efektif," kata Gunadi
Sindhuwinata, ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi).

Wajar saja jika hal itu dilontarkan oleh para produsen. Cerita menjadi lebih
afdol jika para pengguna sepeda motor yang teriak. Sejak kemarin, diskusi di
mailing list, face book, maupun di warung kopi, ramai membicarakan rencana
Pemprov DKI Jakarta membatasi pergerakan sepeda motor. ”Gue gak setuju kalau
Cuma motor yang dibatasi, pengguna mobil juga dibatasi dong,” kata Edi, salah
seorang bikers.


 


Pembenahan Transportasi


Rabu (28/7/2010)
pagi, rekan saya Budi Prihantoro, menelepon saya untuk siaran langsung di Pro 2
FM Jakarta untuk membahas niat pembatasan tersebut. Kontan, meluncurlah harapan
dan desakan bagi Pemprov DKI Jakarta dalam siaran langsung tersebut.


Pembatasan sepeda
motor di jalan-jalan protokol di DKI Jakarta, khususnya pada jam tertentu,
semestinya dibarengi dengan pembenahan moda transportasi massal umum yang ada
di Jakarta. Harapan publik, transportasi massal umum menjadi nyaman, aman, dan
terjangkau secara akses serta finansial. 

Rasa nyaman dan aman hingga kini belum bisa diwujudkan secara maksimal oleh 
859.692
armada angkutan umum yang ada di Jakarta. Mungkin hanya taksi dan Trans Jakarta
yang bisa memenuhi kedua aspek tersebut. 


”Bagaimana jika
transportasi umum seperti itu tidak terwujud, sedangkan sepeda motor dibatasi?
Apakah akan berunjuk rasa?” tanya Budi..


Ketika pembatasan
sepeda motor diterapkan, boleh jadi terjadi resistensi dari para pengguna
sepeda motor atau yang kondang disebut bikers. Pemprov harus mempertimbangkan
secara matang hal itu. Termasuk imbas terhadap kinerja perusahaan yang
karyawannya masih menggunakan sepeda motor. Apalagi perusahaan jasa kurir
surat, farmasi, makanan, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.


Logika pembatasan
adalah mengurangi kemacetan yang sudah demikian akut di Jakarta. Walau, di sisi
lain bisa juga mereduksi potensi kecelakaan lalu lintas jalan. Namun, jika
fasilitas transportasi massal umum belum memadai, pembatasan boleh jadi malah
sekadar memindahkan jam kemacetan atau yang paling buruk, menipiskan kinerja
karyawan. Buntutnya, produktifitas menurun dan perusahaan kian sulit bersaing.


Transportasi
memang masalah yang kompleks. Tanpa penanganan yang komprehensif dan
terintegrasi di antara pihak terkait, jauh panggang dari api untuk mewujudkan
transportasi massal umum yang aman, nyaman, dan terjangkau. Tapi, kapan 
pembatasan sepeda motor
diterapkan? (edo rusyanto)






artikel lain

Kirim email ke