Menurut gue solusinya:

1. Jalur busway diperpanjang dari Karawaci/BSD sampai Cikarang (Barat ke Timur),
2. Tj. Priuk sampai Bogor (Utara ke Selatan).
3. Tidak perlu transit di Harmony.
4. Armada busway diperbanyak, setiap 2 menit tersedia.
5. Sediakan gedung parkir di titik2 tertentu di sepanjang jalur busway, dg 
tarif parkir yg manusiawi, ini utk org2 yg rumahnya tdk persis berada di jalur 
busway kendaraannya bs dititipkan di gedung parkir.

Utk point 1 dan 2 kerja sama lah denagn Banten dan Jawa Barat --> bagi
hasil. Soalnya sekitar 70% orang tinggal di luar Jkt, mana mau org pindah ke 
busway kalo hrs naik feeder dulu? Pasti deh org mau pindah ke busway. Lha 
sekarang ini tanggung amat, cuman Kalideres sampe Pulo Gadung dan Priuk sampe 
Ragunan, ngga efektif deh..

Rgds,




2010/7/29 edo rusia <[email protected]>

>
>
> dear om momod, numpang benwith dikit yah, smoga berkenan. trims
>
> sumber (http://edorusyanto.wordpress.com)
>
> twitter: @edorusia
>
>
> *artikel 
> lain*<http://edorusyanto.wordpress.com/2010/07/28/korban-anak-anak-sd-terus-membengkak/>
>
> *Ketika Pembatasan Sepeda Motor Tiba
> *
> JAKARTA punya cara sendiri dalam mengatasi problem yang membelit dirinya.
> Segudang problem selalu ada solusi. Tengok saja masalah permukiman kumuh,
> pengangguran, wabah flu burung, kriminalitas, dan kini masalah keruwetan
> lalu lintas jalan. Walau, solusi kadang menimbulkan efek lain di sisi
> berbeda.
> Adalah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov DKI Jakarta Udar Pristono,
> yang melontarkan gagasan pembatasan sepeda motor untuk mengurai kemacetan
> lalu lintas jalan.
> Sepeda motor tak boleh melintas di jalur yang dilayani Trans Jakarta,
> sebuah moda transportasi dengan jalur khusus yang dikenal sebagai busway. Tak
> ada kenaraan lain yang boleh lewat di lintasan tersebut. Para pengemudinya
> pun khusus dengan sistem penggajian per bulan.
> Sepanjang ingatan saya, isu pembatasan sepeda motor  bukan barang baru.
> Tahun 2007, saat menjadi pembicara dalam diskusi *Haruskah Ada Pembatasan
> Sepeda Motor di Jakarta*?, yang digelar Independent Bikers Club (IBC),
> Pristiono melontarkan hal serupa. "Tidak ada pelarangan sepeda motor, namun
> hanya pembatasan di jalur tertentu," tutur Pristiono yang saat itu menjabat
> Wakil Kadishub DKI Jakarta.
> Di luar arena diskusi suasana lumayan memanas. Aksi damai menolak
> pelarangan sepeda motor digelar oleh perkumpulan pengguna sepeda motor.
> Termasuk oleh para pengojek. Saat itu, sekitar 5,9 juta sepeda motor menjadi
> tumpuan warga Jakarta untuk beragam kebutuhan, mulai dari menuntut ilmu,
> hingga mencari nafkah.
> Warga Jakarta dipaksa mencari alternatif  dari semrawutnya transportasi.
> "Sepeda motor dipilih karena efisien dan efektif," kata Gunadi Sindhuwinata,
> ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi).
> Wajar saja jika hal itu dilontarkan oleh para produsen. Cerita menjadi
> lebih afdol jika para pengguna sepeda motor yang teriak. Sejak kemarin,
> diskusi di mailing list, face book, maupun di warung kopi, ramai
> membicarakan rencana Pemprov DKI Jakarta membatasi pergerakan sepeda motor.
> ”Gue gak setuju kalau Cuma motor yang dibatasi, pengguna mobil juga dibatasi
> dong,” kata Edi, salah seorang bikers.
>
>
>
> *Pembenahan Transportasi*
>
> Rabu (28/7/2010) pagi, rekan saya Budi Prihantoro, menelepon saya untuk
> siaran langsung di Pro 2 FM Jakarta untuk membahas niat pembatasan tersebut.
> Kontan, meluncurlah harapan dan desakan bagi Pemprov DKI Jakarta dalam
> siaran langsung tersebut.
>
> Pembatasan sepeda motor di jalan-jalan protokol di DKI Jakarta, khususnya
> pada jam tertentu, semestinya dibarengi dengan pembenahan moda transportasi
> massal umum yang ada di Jakarta. Harapan publik, transportasi massal umum
> menjadi nyaman, aman, dan terjangkau secara akses serta finansial.
> Rasa nyaman dan aman hingga kini belum bisa diwujudkan secara maksimal oleh
> 859.692 armada angkutan umum yang ada di Jakarta. Mungkin hanya taksi dan
> Trans Jakarta yang bisa memenuhi kedua aspek tersebut.
>
> ”Bagaimana jika transportasi umum seperti itu tidak terwujud, sedangkan
> sepeda motor dibatasi? Apakah akan berunjuk rasa?” tanya Budi.
>
> Ketika pembatasan sepeda motor diterapkan, boleh jadi terjadi resistensi
> dari para pengguna sepeda motor atau yang kondang disebut bikers. Pemprov
> harus mempertimbangkan secara matang hal itu. Termasuk imbas terhadap
> kinerja perusahaan yang karyawannya masih menggunakan sepeda motor. Apalagi
> perusahaan jasa kurir surat, farmasi, makanan, hingga kebutuhan rumah tangga
> lainnya.
>
> Logika pembatasan adalah mengurangi kemacetan yang sudah demikian akut di
> Jakarta. Walau, di sisi lain bisa juga mereduksi potensi kecelakaan lalu
> lintas jalan. Namun, jika fasilitas transportasi massal umum belum memadai,
> pembatasan boleh jadi malah sekadar memindahkan jam kemacetan atau yang
> paling buruk, menipiskan kinerja karyawan. Buntutnya, produktifitas menurun
> dan perusahaan kian sulit bersaing.
>
> Transportasi memang masalah yang kompleks. Tanpa penanganan yang
> komprehensif dan terintegrasi di antara pihak terkait, jauh panggang dari
> api untuk mewujudkan transportasi massal umum yang aman, nyaman, dan
> terjangkau.. Tapi, kapan pembatasan sepeda motor diterapkan? *(edo
> rusyanto)*
>
>
> *artikel 
> lain*<http://edorusyanto.wordpress.com/2010/07/28/korban-anak-anak-sd-terus-membengkak/>
>
>



--

Modal Rp.10rb bisa dapet ratusan juta, klik sini:
http://www.investasibca.com/?id=abimo

Kirim email ke