Wah rupanya Mas Heldrian sudah sampai disitu yah.....
asyik nih.....
sepengetahuan saya untuk tanaman semusim sejenis kacang dan cabai dsb,nya
, dahannya tidak tahan terhadap pupuk, sehingga pemupukannya diusahakan
agak jauh dari batang bawahnya. kurang lebih 20 cm ( satu jengkal tangan).
jauhnya dari batangnya (minimum).
hal ini apabila dilakukan di lahan biasa.
Apakah kemungkinan ini juga berlaku terhadap tanaman yang ditanam dengan
metode hydroponic.
kalau memang ada korelasinya berarti kemungkinan pemberian makanan harus
dipisahkan dengan penyiramannya.
barangkali nih.....?
terima kasih.
Bimo.
At 11:25 PM 11/30/98 +0700, you wrote:
>At 06:00 PM 11/30/98 +0700, Bimo Arif Purwanto wrote:
>
>>wah masalah hydroponic boleh juga nih....
>>barangkali bisa juga menjadi tanaman substitusi, kebetulan juga udah capai
>>nih nyangkul disawah terus, sehingga hampir-hampir lupa ngebuka email
>>kebunku yang mulai ada penghuninya.....he...he..
>>Boleh dong dibagi tuh ilmunya hydroponic.
>>bimo.
>
>Dengan senang hati mas Bimo,
>Tapi permasalahannya saya beloom berhasil .... :-((, masih dalam taraf
>percobaan.
>Saya mencobanya dengan tanaman semusim (kacang tanah), kultur pasir (yang
>sudah disteril), tidak pake greenhouse hanya di tutupi plastik agar tidak
>kehujanan sedangkan penyiramannya saya lakukan 3 kali sehari dengan bantuan
>pompa kecil 30 watt yang diatur pake timer dimana penyiramannya dilakukan
>melalui paralon yang dibolong disetiap pot.
>
>Permasalahan yang timbul sekarang adalah takaran yang tepat untuk
>"makanannya", ini kesimpulan sementara saya lhooo.
>Pertama kali saya coba memenuhi unsur makro+mikronya dengan campuran : 1
>sendok makan TSP + 1 sendok Urea + 1 sendok KCl + 1 sendok gandasil B
>untuk setiap 10 liter air dimana "makanan" ini saya ganti setiap 3 hari
>sekali.
>Hasilnya ==> "terbakar", hanya dalam waktu 2 hari saja modiar kabeh,
>mungkin karena terlalu pekat.
>Kedua, saya ganti pake pupuk organik (suburi liquid) dengan takaran 5 cc
>per 10 liter air, hasil sementara sampe saat ini masih hidup, tapi kok
>masih kalah subur dan cepat bila dibandingkan dengan yang ditanam di lahan
>tanah biasa.
>Percobaan ketiga yang baru saya mulai, kembali ke pupuk anorganik seperti
>percobaan pertama, tapi takaran air nya saya tambah tidak lagi 10 liter
>melainkan 30 liter... hasil sementara ... hidup tapi setelah 4 hari ada
>tanda tanda "kebakaran" daun daun bagaian bawah mulai berwarna coklat, layu
>tapi tidak kering.
>
>Info tambahan HP pasir dan air+makanan sekitar 5.5 - 6 untuk setiap
percobaan.
>
>Begitulah percobaan yang sedang saya lakukan..... Saya tidak tahu apakah
>percobaan yang saya lakukan ini sudah betul atau salah total tapi yang
>pasti masih perlu perbaikan.. mudah mudahan ada rekan rekan yang lain yang
>bersedia memberi masukan. Terimakasih sebelomnya.
>
>Salam
>H.R.
>
>
>
>
>
>Submit to 1000 search engines only 40rb http://www.submit-url.ml.org
>
>-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
>To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
>To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
>Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
>HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
>
>
>
>
<(^@@)^!$#>
DIVISI Teknologi Sistem Informasi, PT POS INDONESIA (Persero)
Jl.LLRE Martadinata No.21 Bandung 40115
Telp.(022) 436479,434537 Fax.(022)441292
----------------------------------
Mengirim E-Mail ke Alamat Rumah ?
lihat ke http://bandung3.wasantara.net.id/ratronweb/
Aman, Cepat dan Terpercaya
Submit to 1000 search engines only 40rb http://www.submit-url.ml.org
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com