Terima kasih bung Zoema atas informasinya. Ternyata alam Tarakan memang
beda dengan di Jawa. Di Tarakan tidak ada sawah sehingga tidak bisa
didapatkan jerami dan dedak. (Tapi kami makan nasi lho). Apa bisa jerami di
substitusi dengan ilalang misalnya? Kemudian dedak diganti serbuk
gergajian? Kalau sayuran mudah, kebetulan dekat rumah ada pasar yang
setiap hari membuang sisa sayuran yang tidak laku. Kotoran sapi juga banyak
yang piara sapi. Jadi kendala utama di jerami dan dedak. Mungkin ada jalan
lain lagi? Dengan harga bibit Rp. 250.000,-- per kg. berarti cukup lumayan
juga modalnya ya? Bagaimanapun saya akan terus mempelajari kemungkinannya
beternak cacing tanah ini sebab di Tarakan belum ada. Kemudian kepada bung
Raja Komkom boleh dong saya dapatkan dokumen ternak cacingnya?
Regards,
Suwarto.
At 11:34 PM 7/26/99 -0700, you wrote:
>Pertama mas suwanto harus menyediakan medianya yg
>dapat dibuat dari jerami, dedak, sayuran dan kotoran
>sapi. Semua itu mas suwanto campur jadi satu untuk
Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com