Saya ingin menanggapi informasi bung Zoema mengenai media untuk ternak
cacing yang merupakan jawaban atas permintaan informasi bang Suwarto di
Tarakan.

Sebatas pengetahuan saya, media ternak cacing bisa dibuat hanya dari satu
bahan saja tergantung dari kemudahan mendapatkan bahan tersebut di
lingkungan kita. Contohnya kita dapat hanya menggunakan kotoran sapi atau
pun kompos bahkan bubur kertas sebagai media tanpa harus mencampurnya dengan
jerami atau dedak yang mungkin sulit didapatkan di Tarakan asalkan bahan
tersebut memenuhi syarat layak menjadi media.

Syarat untuk layak menjadi media diantaranya adalah :
1. Media selalu gembur, tidak mudah padat.
2. Cacing senang kelembapan (tapi tidak berlebihan), jadi media harus mampu
menahan kelembapan (tingkat kelembapan: 35 - 50%) lingkungan.
3. Media mudah terurai.
4. Media adalah bahan organik yang telah mengalami pelapukan dan tidak
mengeluarkan lagi gas-gas yang berbahaya bagi cacing.
5. Suhu media berkisar antara 20 - 30 derajat C.
6. pH media antara 6,5  - 7,2.

Beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai media antara lain :
- kotoran ternak (sapi, kuda, ayam, domba - yang terbaik kotoran sapi karena
kandungan protein yang dapat langsung dicernanya terendah)
- kompos
- serbuk gergaji (jangan serbuk gergaji kayu putih, pinus dan jeruk karena
mengandung minyak asiri yang tidak disukai cacing)
- rumen (kotoran yang masih terdapat dalam perut binatang ruminansia seperti
sapi, bisa didapatkan di rumah-rumah potong)
- sekam
- jerami
- batang pisang
- bubur karton/kertas
- kulit jagung
- bahan organik berserat lainnya

Bahan-bahan ini bisa dipakai sendiri-sendiri atau dikombinasikan, sebagai
contoh saya sendiri pernah dan masih menggunakan bubur kertas tanpa dicampur
apapun, campuran sekam dan kotoran sapi, campuran kotoran sapi dengan kompos
dengan hasil yang relatif sama. Jadi kita tidak perlu terpaku pada satu
bahan atau campuran tertentu untuk dijadikan media. Di Lembang, misalnya,
karena mudah mendapatkan batang pisang dan kotoran sapi maka beberapa
peternak cacing menggunakan campuran keduanya sebagai media dan sekaligus
makanannya. Kalau Anda dekat dengan pasar atau perkebunan/pabrik teh sampah
daun-daunan dapat dimanfaatkan.

Karena persyaratan di atas, media seperti kotoran hewan, daun-daunan, serbuk
gergaji kayu harus terlebih dahulu dibiarkan mengalami
fermentasi/dekomposisi/pelapukan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan.

Mengenai pemasaran seperti yang ditanyakan bung Roler mungkin saya bisa
memberikan beberapa usulan. Pertama, karena di Tarakan belum ada yang mulai
usaha ini bang Suwarto bisa membuka pelatihan. Kedua, cacing yang dihasilkan
bisa diolah jadi pakan ternak atau dijual sebagai bibit bagi peserta
pelatihan Anda atau dijual sebagai umpan mancing. Ketiga, kascingnya (bekas
cacing) Anda jual sebagai pupuk organik atau dimanfaatkan di kebun sendiri.
Keempat, bekerjasama dengan Pemda membuka tempat pembuangan sampah organik,
Anda dapat fee dan juga makanan gratis bagi cacing Anda.

Mudah-mudahan ini bisa membantu bang Suwarto sebagai masukan sebelum memulai
usaha ternak cacing.


Betawi Indonesian Web Directory - http://senayan.betawi.net/

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]
UNLIMITED POP3 Account @ http://www.indoglobal.com

Kirim email ke