Terimakasih atas informasi dari mas Husni dan teman-teman sekalian.

Lalu kalau mengenai musim tanam, misalnya dimulai bulan Juli, apakah
hal itu cocok atau harus menunggu sampai musim hujan ?

Saya tertarik dengan teh-tehan tsb, tetapi apakah pohon ini memiliki
karakteristik digemari serangga ? Artinya perawatannya sulit nggak ya?


Terimakasih banyak sebelumnya atas saran dan informasinya.

Joko Sulistyono



> -----Original Message-----
> From: Husni Susanto [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Tuesday, June 27, 2000 8:32 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      Re: [kebunku] Pagar hijau
> 
> Bung Joko dan rekan2,
> 
> biasanya orang2 menanam pohon untuk pagar hijau adalah tanaman yang mudah
> diperbanyak dengan distek.
> Sehingga biayanya menjadi lebih murah. Beli beberapa pohon, setelah tumbuh
> tinggal diperbanyak dengan distek. Beberapa jenis dapat anda pilih:
> 
> - Pangkas kuning. Banyak dipakai untuk hiasan juga. Jika cukup matahari
> daunnya kuning kehijauan.
> - Teh-tehan. Seperti pangkas kuning, hanya warnanya hijau.
> - Kedondong laut. Daunnya enak direbus dengan daun mangkok2an untuk lalap.
> - Mangkok-mangkokan.
> - Gandarusa. Daunnya  juga dapat dipakai sebagai obat rematik.
> - Kejibeling. Sudah lama dikenal sebagai obat kencing batu.
> - Lantana pohon (bukan yang menjalar, tetapi bunganya sama), hanya ini
> tidak
> dapat distek.
> - Kedondong pagar. Dapat menjadi besar(3-5 m)
> - Bambu kresik
> - Bambu pagar
> 
> Dan masih banyak lagi lainnya bila kita mau mencari. Tidak usah jauh2,
> pohon
> singkongpun dapat kita jadikan pagar hijau bila stek batangnya kita tanam
> mendatar, pohon akan tumbuh rapat dan daunnya dapat dimanfaatkan untuk
> sayur.
> 
> Sekian dulu,
> 
> Husni
> 


--
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet     : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke