Minggu kemarin saya balik ke Kendal. Kebetulan sih sebenarnya, karena baru dari 
Bantul 
ngantar bantuan. Balik ke Jakarta-nya lewat Pantura. Pasti dong lewat kampung 
halaman.
Pas malam nongkrong di Alun-alun, saya baru ngeh kalo bangunan SMP Negeri 1 
sudah 
gak ada. Yaa bekas sekolahan saya sudah gak ada lagi.
Tapi bukan alasan nostalgia itu yang membuat saya bertanya-tanya. Dari beberapa 
temen 
saya mendapat cerita bahwa bangunan SMPN1 dirubuhkan karena nantinya akan 
dibuat 
semacam bundaran di lokasi itu. Bahkan, bangunan bekas menara air nantinya juga 
bakal 
dirubuhkan.
Kenapa akan dibuat bundaran? Kawan saya tadi mengutip release resmi dari Pemda, 
bahwa hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan Kendal selama ini hanya 
menjadi 
daerah perlintasan saja. Dengan adanya bundaran, mereka yang melintas di Kendal 
akan 
melambatkan laju kendaraan, atau bahkan mungkin berhenti. Sehingga, para 
pelintas itu 
bisa berbelanja atau sekedar melihat potensi Kendal.
Saya gak habis pikir kenapa Pemda (kalau benar release resmi Pemda mengatakan 
itu) 
memiliki logika sederhana seperti itu. Mengapa demi tujuan mempromosikan 
Kendal, 
Pemda jadi sangat pragmatis dan parsial dalam menyusun strategi pembangunan? 
Dari sisi 
manajemen transportasi yang mengutamakan kelancaran, kenyamanan dan keamanan 
apakah hal ini tidak mengganggu. Dari manajemen pemasaran, kalo tujuannya untuk 
promosi, kok ya naif banget.
Saya teringat temen lama, seorang temen yang mengasong di perlintasan kereta 
api 
Kaliwungu, pada periode 1990-an. Garong namanya. Nama aslinya saya lupa. 
Asalnya dari 
Karangsari (Atau Banyutowo sih?).
Ia menuturkan, pendapatannya dari jualan asongan di lintasan kereta api 
Kaliwungu 
lumayan. Dan yang penting, lancar. Untung bersih bisa sampai Rp20.000,- sehari. 
Keuntungan sebesar itu bisa diraihnya berkat kejelian dia dan teman-teman 
pengasong 
membaca situasi dan memanfaatkan kondisi. Salah satu triknya, jika dagangan 
lagi sepi, 
garong dan temen-temennya iuran masing-masing Rp100,- Dari semua pengasong 
terkumpul uang sekitar Rp2.000,-. Uang tersebut kemudian diberikan kepada 
penjaga 
palang kereta. Imbalannya, palang kereta ditutup jauh sebelum kereta lewat.
akibatnya jelas. Deretan kendaraan di jalur paling padat di Jawa itu menjadi 
lebih panjang. 
Ke timur sampai pertigaan kayu lapis. Ke barat sampai kecamatan. Bahkan lebih 
panjang. 
Dengan deretan panjang kendaraan, dan faktor psikologis kejenuhan karena macet, 
dagangan garong lebih banyak terjual. Wajar jika dia bisa ngantongin untung 
sampai 
Rp20.000,- sehari.
Mungkin saya terlalu apatis sehingga menganalogikan dua logika dari periode 
berbeda 
dan dari kalangan yang nyata berbeda pula. Tapi, sekali lagi, jika release itu 
benar, saya 
kok jadi geleng-geleng kepala sendiri.
Tentu rencana pembangunan bundaran itu harus terus dilakukan karena bangunan 
SMPN 
1 sudah dirubuhkan. Bekas menara air bakal menunggu giliran. Dua bangunan itu 
sejauh 
ini sudah menjadi landmark kendal akan segera hilaang dan tinggal kenangan. 
Semuanya tidak perlu disesali. Bukankah pembangunan tidak bisa dibelenggu oleh 
kenangan atau nostalgia masa lalu sekalipun mengatasnamakan landmark yang harus 
dipertahankan? Kendal harus lebih maju. Kendal harus lebih dikenal. SMPN 1 
dengan 
gedung barunya harus bisa melahirkan generasi Kendal yang terdidik, yang pada 
gilirannya bisa mengangkat Kota Kendal.
Mungkin kita warga Kendal akan mempunyai landmark baru untuk menggambarkan kota 
kita: Kemacetan, melengkapi landmark lain yang masih ada: banjir!









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Everything you need is one click away.  Make Yahoo! your home page now.
http://us.click.yahoo.com/AHchtC/4FxNAA/yQLSAA/vSwplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_____ http://www.Kendal-Online.Net _____
Komunitas Masyarakat Kendal Di Internet
 
 
 
 
  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kendal-online/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke