Masya Allah jika dilihat dari potensi alamnya daerah kita tercinta Kendal pada 
khususnya maupun Indonesia pada umumnya memang sangat potensial.Namun sampai 
sejauh ini belum bisa dikelola secara maximal karena keterbatasan 
teknologi,serta sumberdaya insaninya belum mampu mengelola secara 
profesional.Termasuk kendala terbesar yang dihadapi adl sampai detik ini BELUM 
SATUPUN TAMPIL PEMIMPIN YG PROFESIONAL dan BERSUNGGUH-SUNGGUH DLM MEMBANGUN 
DAERAHNYA.Ini bisa dilihat dari fakta yang ada:SETIAP CALON PEMIMPIN SEBELUM 
PILKADA SLL BILANG bahwa MEREKA AKAN MEMPERJUANGKAN RAKYAT/DAERAHNYA.Namun 
kenyataanya setelah duduk di kursi yang empuk yang ditata adalah KEMAPANAN 
KELUARGANYA walau harus MENGHALALKAN SEGALA CARA.Na'udzubillah min 
dzalik.Negara kita yang potensi alamnya sedemikian akan maju jika telah tampil 
seorang PEMIMPIN YG AMANAH(Accountable) tanpa itu NOL BESAR yang ada hanya 
jeritan rakyat di tengah lumbung pangan yang potensial tersebut.Semoga kelak 
akan hadir pemimin
 yang memiliki KAPABILITAS dan AKUNTABILITAS TINGGI sehingga daerah/negara kita 
akan MAJU&SEJAHTERA sehingga rakyat akan sedikit lega dan terhenti dari JERIT 
TANGISNYA.Amiiiiiiien Yaa Rabb....?.    
   الله يسمحك وش جابك على بالى
   
    
   وانا حسب انك نسيت ورحت بالمرة 

muhamad kundarto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
                                Mengamati bentanglahan Kabupaten Kendal memang 
cukup lengkap karena terbentang dari perbukitan tinggi sampai dataran pantai. 
Kota-kota di Kendal umumnya terletak di sepanjang garis pantai, seperti 
Kaliwungu, Kota Kendal, Cepiring dan Weleri. Khusus untuk Kota Kendal dan 
Cepiring yang posisinya hampir sejajar dengan permukaan air membuat daerah ini 
sering menjadi langganan banjir.
   
  Sisi timur, wilayah Kaliwungu berbatasan dengan perbukitan tandus, sehingga 
diplot untuk kawasan industri, memanjang dari Semarang barat (mangkang). Di 
sisi barat, Weleri merupakan kota kecil yang tempatnya cukup strategis dan 
relatif paling ramai karena menjadi pertemuan dari daerah kecil di sekitarnya 
seperti sukorejo, gemuh, gringsing dan sekitar pantai Sendang Sikucing (sebutan 
lokal: Sekoceng). Weleri (sebutan lokal : Ngleri) cocok disebut sebagai kawasan 
perdagangan. Sisi selatan, merupakan perbukitan tinggi, ada di kota Boja 
(sebutan lokal : mBojo Cangkiran) dan Sukerejo sebagai penghasil tanaman 
perkebunan seperti Durian, Petai, Jengkol, Pinus, dll. 
   
  Satu sisi, kendal bagian utara terkenal sebagai daerah langganan banjir, 
namun juga termasuk lumbung padi, palawija, dan tembakau yang potensial. Jalur 
pantura yang melewatinya (baik jalan raya maupun jalur kereta api) membuat 
kawasan ini potensial untuk pengembangan perdagangan, pertanian, dan 
agroindustri.
  Kendal bagian selatan merupakan perbukitan yang sudah selayaknya menjadi 
kawasan konservasi. Pengembangan apapun harus mematuhi kaidah konservasi, agar 
erosi dan longsor dapat diminimalisir dan tidak terlalu parah menyumbangkan 
banjir bagi kawasan hilir. Akses jalan di kawasan selatan cukup sulit 
dikembangkan karena jalurnya yang berkelok dan menanjak di perbukitan. Solusi 
berupa pengembangan perkebunan dan kehutanan adalah yang terbaik untuk kawasan 
selatan ini.
   
  Jadi, siapapun yang mengembangkan Kendal, harus berpijak dari potensi 
bentanglahan ini, agar hasilnya tetap berkelanjutan dan lestari.

/me calon Bupati Kendal di Republik Mimpi 
   
  
  Muhamad Kundarto
  Pusat Studi Lahan LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta
  (Survey, Pemetaan dan Evaluasi Sumberdaya Lahan)
  HP: 08180 272 6112
  http://mkundarto.wordpress.com/
  www.ilmutanah.info
   





                           

       
---------------------------------
 Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist.   Download sekarang juga.

Kirim email ke