--- On Wed, 6/11/08, FARID MUJIB <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: FARID MUJIB <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [kendal-online] Sumberdayalahan Kendal (Kendal landresources) To: [email protected] Date: Wednesday, June 11, 2008, 9:07 AM Kira-kira ada nggak ya, daerah di Kendal yang berpotensi untuk area peternakan? Saya tertarik untuk ternak sapi/kerbau dalam jumlah besar. Beberapa waktu lalu saya semapat ngomong2 sama mas Ery, katanya beliau mau mengembangkan bio gas dari kotoran sapi, tapi terkendala oleh pasokan bahan bakunya, nah rencanya kalau ada peternakan sapi kan bisa dipakai untuk mensuplai bahan baku bio gas. Selain itu, Kendal khas akan kerupuk rambaknya (terutama di pegandon). Setahu saya, belum ada peternakan lokal yang bisa mensuplai bahan baku kerupuk rambak tsb (kulit kerbau). Buat seluruh Kendal-Onliners, minta infonya ya,,, Matur suwun. Farid Khusnul Mujib Jl. Nginden Semolo 40 Ruko Mezzanine A2-A3 Surabaya 081390714386 Asrofi sm <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: apalagi ya mas? saya demen nih cari2 potensi kendal.. kira2 apalagi yg bis akita jual ke luar dari kendal ini.. terutama kalo bis ayg bersifat rutin... muhamad kundarto <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: Mengamati bentanglahan Kabupaten Kendal memang cukup lengkap karena terbentang dari perbukitan tinggi sampai dataran pantai. Kota-kota di Kendal umumnya terletak di sepanjang garis pantai, seperti Kaliwungu, Kota Kendal, Cepiring dan Weleri. Khusus untuk Kota Kendal dan Cepiring yang posisinya hampir sejajar dengan permukaan air membuat daerah ini sering menjadi langganan banjir. Sisi timur, wilayah Kaliwungu berbatasan dengan perbukitan tandus, sehingga diplot untuk kawasan industri, memanjang dari Semarang barat (mangkang). Di sisi barat, Weleri merupakan kota kecil yang tempatnya cukup strategis dan relatif paling ramai karena menjadi pertemuan dari daerah kecil di sekitarnya seperti sukorejo, gemuh, gringsing dan sekitar pantai Sendang Sikucing (sebutan lokal: Sekoceng). Weleri (sebutan lokal : Ngleri) cocok disebut sebagai kawasan perdagangan. Sisi selatan, merupakan perbukitan tinggi, ada di kota Boja (sebutan lokal : mBojo Cangkiran) dan Sukerejo sebagai penghasil tanaman perkebunan seperti Durian, Petai, Jengkol, Pinus, dll. Satu sisi, kendal bagian utara terkenal sebagai daerah langganan banjir, namun juga termasuk lumbung padi, palawija, dan tembakau yang potensial. Jalur pantura yang melewatinya (baik jalan raya maupun jalur kereta api) membuat kawasan ini potensial untuk pengembangan perdagangan, pertanian, dan agroindustri. Kendal bagian selatan merupakan perbukitan yang sudah selayaknya menjadi kawasan konservasi. Pengembangan apapun harus mematuhi kaidah konservasi, agar erosi dan longsor dapat diminimalisir dan tidak terlalu parah menyumbangkan banjir bagi kawasan hilir. Akses jalan di kawasan selatan cukup sulit dikembangkan karena jalurnya yang berkelok dan menanjak di perbukitan. Solusi berupa pengembangan perkebunan dan kehutanan adalah yang terbaik untuk kawasan selatan ini. Jadi, siapapun yang mengembangkan Kendal, harus berpijak dari potensi bentanglahan ini, agar hasilnya tetap berkelanjutan dan lestari. /me calon Bupati Kendal di Republik Mimpi Muhamad Kundarto Pusat Studi Lahan LPPM UPN "Veteran" Yogyakarta (Survey, Pemetaan dan Evaluasi Sumberdaya Lahan) HP: 08180 272 6112 http://mkundarto. wordpress. com/ www.ilmutanah. info

