Ditipu, UMY Minta Joko Kembalikan Biaya ; Banyugeni dan 'PLT Jin' Distop  
14/06/2008 08:25:36  
YOGYA (KR)- Rektor UMY Dr Khoiruddin Bashori akan ‘mengejar’ dan menuntut Joko 
Suprapto dari Nganjuk, setelah Badan Pelaksana Harian (BPH) menyatakan proyek 
Banyugeni dihentikan dan Pembangkit Listrik Mandiri (PLM) ‘Jodipati’ dinyatakan 
gagal, bahkan disinyalir ada penipuan. Meski menurutnya yang bersangkutan sudah 
memberi kesanggupan mengembalikan biaya dalam kerja sama tersebut. 
Sementara, berkait penyelesaian masalah hukum, BPH telah menunjuk Pusat 
Konsultasi dan Bantuan Hukum (PKBH) UMY sebagai kuasa hukum. Karena dalam hal 
ini terdapat aspek pidana penipuan, UMY juga akan melaporkan Joko Suprapto ke 
Polda. Sedang di sisi lain, UMY juga akan roadshow ke daerah-daerah untuk 
melakukan klarifikasi karena Tim Banyugeni sudah roadshow ke beberapa daerah.
Hal tersebut terungkap dalam pertemuan pers di Kantor PT Mentari Prima Karsa 
(PT MPK), Jumat (13/6) siang. Penjelasan diberikan Wakil BPH UMY Ir HM Dasron 
Hamid MSc, Rektor UMY Dr Khoiruddin Bashori, Kepala BHK UMY Ahmad Ma’ruf SE 
MSi, Kepala PKBH UMY Mochtar Zuhdi SH serta Direktur PT MPK Ir Riang Indartoro. 
Pertemuan untuk memberikan penjelasan setelah dilakukan pembongkaran pembangkit 
listrik oleh PT MPK, sebuah badan usaha milik UMY yang diberi kewenangan 
melakukan telaah teknis Pembangkit Listrik Mandiri ‘Jodipati’ (yang dalam 
‘bahasa’ UGM disebut Pembangkit Listrik ‘Tenaga Jin’) pada Kamis (12/6) di 
Sonosewu. Sementara pengangkatan PLM ‘Jodipati’ dari tempat ‘menanam’ di Kampus 
UMY Tamantirto dilaksanakan Rabu (11/6).
Dari hasil pembongkaran terungkap, PLM ‘Jodipati’ sebagai kelengkapan Banyugeni 
yang diklaim menghasilkan daya 3 Mega Watt itu ternyata tidak ada apa-apanya. 
Kotak berukuran 60 x 60 x 90 cm (bukan 60 x 40 x 40 cm) tersebut di dalamnya 
terdapat 2 variac velding cable (kabel las), isolasi putih, tulangan besi 
galvanis 6 mm. Yang semua tidak layak secara teknis sebagai pembangkit listrik. 
Pembongkaran disebut Ahmad Ma’ruf dilakukan beberapa ahli teknik elektro dari 
UMY di antaranya Ir Agus Jamal dan Ir Ri’fan Taskif MT dengan beberapa pakar 
kelistrikan UGM yang diundang secara pribadi oleh BPH UMY yakni Prof Dr Adi 
Susanto, Dr Sudiartono dan Dr Sarjiyo.


Setelah 2 Bulan
Dasron Hamid mengemukakan, bila kecurigaan akan ketidakberesan di balik proyek 
Banyugeni ini kian meningkat ketika mendengar pro-kontra bahan bakar air serta 
kabar Joko Suprapto menghilang. BPH katanya sudah meminta ditelaah kembali dan 
memberi kesempatan tim dalam 2 bulan untuk meneliti dan memberi penjelasan 
tentang proses air menjadi bahan bakar. ”Setelah 2 bulan tim tidak dapat 
membuktikan maka diminta untuk menghentikan sementara Banyugeni. Sementara 
genzet yang sudah ditanam beberapa bulan, diminta juga untuk dibongkar,” jelas 
Dasron. Menurut Ir Riang, keterkaitan genzet dengan Banyugeni ini konon, 
Banyugeni akan menjadi efisien bila prosesnya menggunakan genzet tersebut.
Meski demikian PT MPK yang mendapat tugas melakukan telaah teknis menurut 
Dasron masih mencoba memberi waktu tenggang seminggu. Bersamaan dengan telaah 
teknis juga dilakukan telaah akademis terhadap Banyugeni dilakukan Senat UMY 
pada Kamis (5/6). Salah satu keputusannya adalah penelitian Banyugeni tidak 
layak dilakukan, tambahnya.
Pembongkaran yang dilakukan kemarin adalah untuk membuktikan apakah yang ada 
ini sebuah karya besar atau kebohongan besar. ”Kalau karya besar tentu akan 
diapresiasi. Namun kalau kebohongan tentu akan dibuka, supaya tidak membohongi 
pihak lain. Kalau ini terbongkar, mudah-mudahan tidak ada orang lain lagi yang 
terbohongi,” katanya.
Dikatakan, saat pembongkaran suasana sempat sedikit tegang. Karena ada ‘teror’ 
dan ancaman yang menyatakan bahwa ‘Jodipati’ mengandung obat-obatan sehingga 
dikhawatirkan akan membuat radiasi. Juga ada ancaman bila dibongkar akan bisa 
meledak. ”Karena itulah dalam pembongkaran kemarin kami juga menghadirkan 
Polsek-Polres. Di dalam kotak itu ternyata hanya berisi bongkahan beton dan 
kabel,” jelas Dasron.


Kronologi
Secara kronologis, 13 Februari 2008 lalu, UMY me-launching bahan bakar air yang 
diberi nama ‘Banyugeni’. Untuk melindungi merk ‘Banyugeni’ tersebut waktu itu 
disebut Rektor UMY Dr Khoiruddin Bashori sudah dipatenkan di Ditjen HAKI Dephuk 
HAM dengan nomor 00.2008.004866, sementara pematenan teknologinya juga sedang 
dalam proses. Temuan tersebut waktu itu disebut sebagai hasil penelitian 
peneliti UMY yang terdiri dari Drs Purwanto (konsultan ahli bidang pengembangan 
teknologi), Ir Bledug Kusuma Prasadja MT, Ir Tony K Haryadi, Ir Lilik Utari MS 
dan Dra Nike Triwahyuningsih MP dan sudah dilakukan sejak 2007.
Saat launching yang juga dihadiri Bupati Bantul Idham Samawi tidak hanya 
ditunjukkan penggunaan Banyugeni untuk lampu teplok, kompor minyak namun juga 
traktor dan sepeda motor. Bupati Bantul dan Rektor UMY waktu itu sempat 
berboncengan menggunakan motor berbahan bakar air tersebut. Bahkan waktu itu 
Bupati Bantul mengatakan siap bekerjasama dengan UMY untuk mengembangkan bahan 
bakar air, jika lebih diutamakan untuk kepentingan kesejahteraan rakyat.
Dalam perjalanannya kemudian terungkap bila Purwanto dan Joko Suprapto pernah 
menghubungi UGM mengenai hal yang sama. Namun karena tidak sanggup membuktikan 
secara ilmiah, UGM merasa ada ketidakberesan di balik semua itu. Apalagi ketika 
alamat-alamat yang diberikan dicek, ternyata merupakan alamat orang lain.


Langkah Hukum
Menyadari akan adanya penipuan berkedok inovasi teknologi ini BPH segera 
mengambil langkah hukum. Untuk internal, ada komite kedisiplinan yang akan 
melihat sejauhmana ‘kesalahan’ itu dilakukan. ”Sekarang semua sedang dalam 
tahap penelitian komite kedisiplinan. Namun semua kewenangan PP Muhammadiyah,” 
jelas Dasron. 
Sedang langkah-langkah hukum menurut Kepala PKBH UMY Mochtar Zuhdi karena ada 
peristiwa keperdataan yakni transaksi sewa menyewa akan lebih dulu dikalkulasi 
akibat yang ditimbulkan, misal nominalnya berapa termasuk kerugian immaterial. 
Kalau diselesaikan menurut Zuhdi, aspek keperdataannya dianggap selesai.   
(Fsy)-a
http://www.kr. co.id/web/ detail.php? sid=167113&actmenu=35 


      __________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Email http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html

Kirim email ke