Petronas Twin Towers, Si Kembar Yang Gagah, Megah, Indah
--------------------------------------------------------

Atas undangan klien saya di Malaysia, selama tanggal 27 Juni s/d 1 Juli 2008 
saya berkesempatan mengunjungi Kuala Lumpur dan sekitarnya. Tidak saya 
sia-siakan tentu saja untuk melihat dari dekat menara kembar Petronas Twin 
Towers. Dengan diantar seorang teman, hari Sabtu siang tanggal 28 Juni 2008 
saya menuju ke kawasan menara kembar yang tampak terlihat gagah, megah dan 
indah, yang menjadi ikon dan kebanggaan negeri jiran.

Maksud hati hendak menjelajah ke atas menara, namun apa daya saya tiba di 
kompleks Twin Towers saat hari sudah beranjak siang menjelang sore, sehingga 
saya hanya disambut dengan pemberitahuan bahwa tiket untuk boleh naik ke menara 
pada hari itu sudah ludes.

Seorang petugas menyarankan agar besok pagi jam 08:30 mengambil tiket dulu. 
First come first serve dan tidak bisa mengambil sehari sebelumnya. Kata petugas 
itu pula, setelah mengambil tiket kemudian mulai jam 09:30 secara bergiliran 
setiap 40 orang akan dipersilakan naik ke menara, dan seterusnya hingga jam 
19:00 malam. Mengingat keterbatasan waktu saya sementara masih ada agenda lain 
(ya agenda jalan-jalan juga…..), terpaksa saya simpan saja keinginan untuk bisa 
naik ke menara menikmati pemandangan kota Kuala Lumpur dari ketinggian.

Menara kembar setinggi 452 meter yang terdiri dari 88 tingkat dan di tengahnya 
terdapat jembatan angkasa (skybridge) yang menghubungkan kedua menara pada 
ketinggian 170 m, akhirnya hanya bisa saya nikmati dari seputaran kawasan 
bawahnya saja. Menara ini secara resmi mulai dibuka pada tanggal 31 Agustus 
1999 dan peresmiannya dilakukan oleh Dr. Mahathir Mohammad.

Menara kembar yang berdiri di atas area seluas 39,5 hektar, di lantai bawahnya 
dilengkapi kompleks pertokoan, di seputar depan dan belakangnya membentang 
halaman luas, keberadaannya dikelilingi oleh bangunan-bangunan yang juga 
tinggi, kiranya memang menjadi sebuah tempat yang sebaiknya jangan dilewatkan 
ketika bekunjung ke Kuala Lumpur.

Si kembar yang sungguh tampak gagah, megah dan indah. Pantaslah kalau saudara 
serumpun Malaysia begitu bangga akan keberadaan menara ini. Masyarakat Malaysia 
pada khususnya dan pengunjung pada umumnya cukup dimanjakan dengan tanpa perlu 
membayar biaya sepeserpun untuk bisa naik ke menara ini, alias free of charge. 
Cukup kalau mau bersabar mengantri. Padahal menara-menara tinggi di negara 
manapun setahu saya selalu menarik bayaran kalau ada yang mau naik.

Dan, masyarakat Malaysia pun dengan bangga berseru : Satu warisan. Satu 
matlamat ….. One Legacy. One Destiny …..

Yogyakarta, 8 Juli 2008
Yusuf Iskandar

http://yiskandar.wordpress.com
http://madurejo.wordpress.com



      

Kirim email ke