Seafood Mr. Asui, Sebuah Ikon Kuliner Di Pangkal Pinang
------------------------------------------------------- 

Sebuah bangunan lama dengan tampilan luar sangat sederhana, bahkan terkesan 
tidak terawat, dan tetap dibiarkan seperti itu hingga kini. Bangunan itu 
dulunya adalah restoran seafood yang hingga kini sangat terkenal di kawasan 
pulau Bangka, provinsi Babel (Bangka-Belitung). Seafood Restaurant Mr. Asui, 
namanya. Cara penamaannya yang keminggris, telah menjadi merek dagangnya 
sendiri. 

Kini restoran Mr. Asui menempati bangunan yang tampilannya relatif lebih baru 
yang berada di belakangnya. Ada sebuah gang selebar 2,5 meteran sepanjang 15 
meteran yang menghubungkan jalan besar menuju restoran yang berada di dalam 
gang. Lokasi restoran ini nyaris berada di posisi tusuk sate, di Jl. Kampung 
Bintang, Pangkal Pinang. Sangat mudah dicapainya, terutama dari jalan protokol 
Jl. Jendral Sudirman. Rasanya siapapun pasti tahu dimana restoran Mr. Asui 
berada.

Seafood Restaurant Mr. Asui seperti sudah menjadi ikon kuliner menu ikan laut 
di Pangkal Pinang. Menjadi tempat jujukan para penggemar menu masakan seafood 
yang kebetulan berkunjung ke Pangkal Pinang, tak terkecuali para pejabat dan 
selebriti. Menu masakan mahluk laut yang ditawarkan cukup komplit dengan 
citarasa yang tergolong enak. 

*** 

Malam itu, kami tertarik untuk mencoba menu ikan jebung bakar, kakap bakar dan 
kepiting saos tiram, di antara sekian banyak pilihan ikan laut. Lalu, sepiring 
ca kangkung adalah asesori sayuran yang kami pesan.

Nama ikan jebung agak asing di telinga saya. Di tempat lain ikan jebung ini 
disebut juga ikan kambing-kambing (entah kenapa nama kambing tidak cukup 
disebut sekali saja, melainkan diulang dua kali). Disebut kambing-kambing 
karena memang profil wajah ikan ini kalau dilihat dari samping sangat mirip 
dengan prejengan wajah kambing yang sedang meringis kelihatan gigi-giginya.

Tidak seperti ikan bakar biasanya di tempat lain, ikan bakarnya engkoh Asui, 
baik ikan jebung maupun kakap yang kami pesan, dibakar begitu saja dengan tanpa 
dibumbui terlebih dahulu. Kalau digado atau dimakan ikannya saja tentu terasa 
hambar tak berasa. Yang khas di restoran ini adalah sambal cairnya yang menjadi 
teman makan ikan bakar. Sambalnya berasa manis dan asam. Pas benar kalau 
dicocol dengan suwiran ikan bakar yang tak berbumbu.

Sambal cair yang warnanya menyerupai saos tomat ini selalu tersedia di atas 
meja bersama dengan jeruk kunci dan cabe rawit merah. Jeruk kunci adalah salah 
satu jenis jeruk yang sepertinya jarang saya jumpai di tempat lain. Berukuran 
sebesar kelereng, sedikit lebih kecil dari jeruk purut, kulitnya halus dan 
biasa digunakan sebagai penambah rasa asam seperti halnya cuka atau jeruk 
nipis.    

Sebaiknya dimakan pada saat masih fanas (pakai awalan "f", saking masih 
panasnya...) atau sebelum dingin. Sebab kalau sudah dingin, serat-serat ikan 
jebung akan menjadi agak keras ketika digigit dan rasa seafood-nya menjadi 
kurang mak nyuss... dan malah membuat mudah nek...
 
Bumbu tiram yang mengguyur kepitingnya juga begitu lebih berasa dan berasa 
lebih. Lebih-lebih kalau dapat kepiting perempuan dengan gumpalan butir-butir 
telurnya yang berwarna jingga dan kenyal digigit. Kalau kebanyakan nasinya, 
maka kuah saos tiramnya pun pas benar dicampur untuk menghabiskan nasi putih. 

Bagi penggemar menu seafood, Seafood Restaurant Mr. Asui sebaiknya jangan 
dilewatkan bila sekali waktu berkesempatan berkunjung ke Pangkal Pinang, 
Bangka. Konon sudah banyak orang-orang Pangkal Pinang yang mencoba berwirausaha 
membuka restoran sejenis, tapi kebanyakan tidak mampu bertahan lama. Tidak 
sebagaimana restorannya engkoh Asui yang seperti melegenda dan identik dengan 
menu masakan seafood di kawasan kota Pangkal Pinang pada khususnya dan pulau 
Bangka pada umumnya. Entah apa rahasianya.

Yogyakarta, 24 Agustus 2008 
Yusuf Iskandar

NB :
Foto ikan jebung (kambing-kambing) yang sudah dibakar, bisa dilihat di :
http://yiskandar.wordpress.com
http://madurejo.wordpress.com



      

Kirim email ke