Mas Yusuf, kapan ke Babelnya.. Kok saya nggak diberi info ya.. Wah.. ada tamu agung, saya nggak tahu...
Kawan2 semua.., kalo mau ke Babel, kontak saya ya.. kalo waktunya lega dan lama di Babel, bisa saya antar ke beberapa situs menarik di Babel.. ----- Original Message ----- From: Yusuf Iskandar Sent: Monday, August 25, 2008 10:53 AM Subject: [kendal-online] Mie Koba Yang Bertahan Turun-temurun Mie Koba Yang Bertahan Turun-temurun ------------------------------------- Berkendaraan dari kota Pangkal Pinang, ibukota provinsi Bangka-Belitung, kira-kira sejauh 55 km ke arah tenggara akan membawa kita ke kota Koba. Perjalanan menuju Koba, ibukota kabupaten Bangka Tengah, lumayan enak dan menyenangkan. Kondisi jalan secara umum bagus dan mulus, hanya pada menjelang masuk kota lebar jalannya agak pas-pasan untuk papasan. Sekitar 20 km sebelum Koba, rute perjalanan melintasi kawasan pantai utara pulau Bangka dengan tebaran pohon kelapa menghiasi di sepanjang pandangan ke arah kiri, khas pemandangan indah di pesisir. Sedang di sisi kanan jalan umumnya adalah dataran terbuka dengan semak dan sedikit pepohonan tinggi. Lima tahun yang lalu, sebelum pembentukan provinsi baru Bangka-Belitung, Koba hanyalah kota kecamatan. Hingga kini populasinya tidak terlalu padat, hanya dihuni oleh sekitar 50 ribu jiwa penduduknya. Karena itu kenampakan kota ini relatif sepi, tidak hiruk maupun pikuk. Hanya saja saat saya melintas di kota ini beberapa hari yang lalu, sepanjang jalan utamanya penuh dengan sampah dan tampak sangat kotor. Maklum, karena sehari sebelumnya ada keramaian 17-an dan kelihatannya terlambat dibersihkan. Mudah-mudahan terlambatnya tidak kebablasan agar kota yang menjuluki dirinya "Bumi Selawang Segantang" itu tetap tampil asri dan bersih. Koba memang sedang berbenah, mengejar ketertinggalannya dengan kota-kota kabupaten lainnya. Berbagai sektor sedang digarap oleh pemerintahnya, tak terkecuali pariwisata. Cuma pemerintah daerah Koba sedang agak gusar menemukan apa makanan khas Bangka Tengah. Sebab urusan makan-memakan ini seringkali menjadi menu unggulan dalam menjual potensi daerah agar menarik dikunjungi. Nampaknya pemerintah setempat tidak kurang akal. Di Koba ada warung mie kuah yang cukup terkenal. Mie kuah ini memang agak berbeda dengan bakmie rebus yang banyak dijumpai di daerah-daerah lain. Belakangan terbersitlah ide untuk mengangkat mie kuah yang selama ini disebut sebagai mie koba, menyontek nama warung "Mie Koba" yang ada di kota Koba, menjadi salah satu makanan unggulan dari Bangka Tengah. Kalau langkah ini berhasil, tentu merupakan langkah terobosan yang menarik. Popularitas tidak selalu terkait dengan bawaan alamiah. Banyak contoh produk jadi-jadian yang bisa populer karena kepiawaian dalam melakukan "packaging" dan "branding", hingga akhirnya orang tidak perlu lagi mengingat dari mana asal bin muasalnya melainkan seperti apa produk akhirnya. *** Di salah satu sudut deretan warung-warung makan di Jl. Pos, kota Koba, ada sebuah warung yang sangat sederhana. Saking sederhananya malah kemudian cenderung berkesan kumuh dan seadanya. Nama warungnya "Mie Koba". Warung ini sudah ada di sana sejak puluhan tahun lalu dan dikelola secara turun-temurun. Namun warung ini banyak dikunjungi orang yang kebetulan atau bahkan sering melintas di kota Koba. Hanya ada menu tunggal disediakan di warung ini, ya mie koba itu. Satu jenis masakan mie kuah yang sebenarnya tidak terlalu istimewa. Di daerah lain mie kuah jenis ini juga banyak dijumpai. Agak berbeda dengan menu bakmi rebus yang juga berkuah, yang kalau kita pesan baru akan diracikkan, direbus lalu disajikan dalam piring, dilengkapi dengan asesori suwiran atau potongan daging ayam. Sedangkan mie kuah di Koba ini cara penyajiannya mirip tukang bakso atau mie ayam. Bahan utama mie dan asesorinya ditebar di atas piring lalu diguyur dengan kuah panas. Barangkali racikan mie kuah "Mie Koba" ini memang agak berbeda. Mula-mula seonggok tauge atau kecambah (istilah Jogjanya, thokolan) ditaruh di atas piring, lalu mie kuning diletakkan di atasnya, setelah itu ditenggelamkan dengan guyuran kuah panas, baru ditaburi irisan daun seledri dan bawang goreng. Tanpa daging ayam, tanpa bakso, tanpa nasi. Ketika disajikan, maka dari aroma uap panas kuahnya saja sudah mengundang selera. Aromanya khas, karena kuahnya diramu dengan kayu manis dengan takaran yang pas. Pada sruputan pertama kuahnya, seperti membangkitkan sensasi untuk jangan terlambat dilanjutkan dengan sruputan kedua dan ketiga. Setelah panasnya agak reda, baru disendok mienya. Lalu rasakan taugenya yang kemrenyes saat dikunyah. Tidak perlu hingga 33 kali untuk mengunyahnya, keburu kuahnya dingin dan hilang hoenaknya.... Sebuah sajian mie kuah yang sebenarnya sangat sederhana. Hanya karena ada tambahan ramuan kayu manis pada takaran yang pas yang membuat mie koba ini terasa lain dari biasanya. Tapi juga aroma kayu manis ini yang membuat penikmat mie koba enggan untuk nambah, sebab habis sepiring saja rasanya sudah kenyang, nikmat dan puas. Sebuah takaran makan yang kiranya juga pas dengan takaran kantong pembelinya. Hanya yang agak mengherankan, kendati warung mie koba ini laris manis sejak dahulu kala, tampilan warungnya ya tetap begita-begitu saja. Sangat sederhana dan terkesan seadanya. Entahlah, barangkali memang di situlah letak "keberuntungannya", sama seperti bangunan lama milik restoran seafood Mr. Asui di Pangkal Pinang yang meski berkembang pesat dan berada di tepi jalan raya, ya dibiarkan begitu saja apa adanya. Tapi baiknya lupakan soal "keberuntungan", melainkan ingat saja bahwa kelezatan yang tercipta dari keterampilan memasak mie kuah "Mie Koba" itulah yang menjadi kunci kelanggengan usahanya yang hingga kini bagai tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan. Tetap banyak didatangi para penggemarnya. Yogyakarta, 25 Agustus 2008 Yusuf Iskandar http://yiskandar.wordpress.com http://madurejo.wordpress.com ***************************************** Flexi-Gratis bicara sepanjang waktu se-Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Speedy-Gratis Internetan unlimited dari Pkl. 20.00 s/d 8.00 se-Jabodetabek, Banten, Karawang dan Purwakarta. ***************************************** ***************************************** Flexi-Gratis bicara sepanjang waktu se-Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Speedy-Gratis Internetan unlimited dari Pkl. 20.00 s/d 8.00 se- Jabodetabek, Banten, Karawang dan Purwakarta *****************************************

