Saya belum sempat membaca artikel secara keseluruhan, tetapi sedikit urun rembug atau mungkin meluruskan: yang dicontohkan Rasullullah bukan "berbuka dengan yang manis-manis" tetapi "berbukalah dengan kurma basah, sebutir, 3 butir atau 5 butir diutamakan ganjil" atau kalau tidak ada "dengan seteguk air putih". Apa bedanya? manis dalam kurma secara kimia lain dengan manisnya gula. manis kurma bisa langsung dicerna oleh tubuh tanpa mengambil banyak energi dari tubuh sehingga kita tidak menjadi lemas, sedangkan manisnya gula (sukrosa) untuk dapat menjadi energi bagi tubuh perlu peruraian dulu dan memerlukan energi dari tubuh sehingga setelah berbuka dengan yang manis-manis biasanya badan akan terasa lemas (ngantuk) barang 1/2- 1 jam sebelum gula tadi dapat diubah menjadi energi tambahan sehingga menjadi malas untuk sholat terawih. WaLLahu a'lam bisshowab,
Mudasir Visiting Professor (up to Sept. 12, 2008) Department of Applied Chemistry, Keio University, 3-14-1 Hiyoshi, Kohoku-ku Yokohama, Japan HP:(+62)-811-251267 Fax:(+62)-274-545188 ----- Original Message ---- From: FARID MUJIB <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, August 27, 2008 3:23:49 PM Subject: [kendal-online] Fwd: [milis_f39] Jangan Berbuka Dengan Yang Manis-Manis Note: forwarded message attached. -----Inline Message Follows----- Jangan Berbuka Dengan Yang Manis-Manis Di bulan puasa, sering kita dengar kalimat ‘Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis’. Konon,kebiasaan tersebut dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian? selengkapnya klik di sini Jangan Berbuka Dengan Yang Manis-Manis Di bulan puasa, sering kita dengar kalimat ‘Berbuka puasalah dengan makanan atau minuman yang manis’. Konon,kebiasaan tersebut dicontohkan Rasulullah saw. Benarkah demikian? selengkapnya klik di sini

