Impian seorang Professor Dia asli putra Kendal, semasa kecil dilaluinya di kota kecil dekat ibu kota Jawa Tengah tepatnya di kota Kendal, dia lahir dan besar di kota tersebut di sebuah dusun yang jauh dari ibukota kabupaten Kendal yang terletak di seberang sungai Bodri yaitu di dusun pidodo wetan, lahir dari keluarga sederhana yang orang tuanya hanya seorang guru SD yang mempuyai beban harus menanggung adik-adiknya hingga semua bisa bekerja dan berumah tangga, kadang tempat tinggalnya berpindah-pindah karena tugas orang tuanya sebagai seorang pengajar, untuk daerah Kendal tentunya hampir pernah di singgahi, masa kecilnya di lalui seperti anak-anak umumnya belajar, mengaji, bermain dan membantu orang tuanya berladang di kebun ( tegalan ). Pendidikan SD diselesaikan di kota kelahiranya hingga SMP, selanjutnya pendidikan SMA di selesaikan di SMA I Negeri Semarang, semangat belajar dan ingin majunya mulai kelihatan karena keinginannya sekolah di luar kota, untuk membantu biaya sekolah dan biaya kostnya dia harus mencari tambahan yaitu memberikan les (bimbingan belajar ) pada anak-anak SMP atau adik kelasnya, semua dijalani dengan tekun dan sabar. Tahun demi tahun dia lalui dengan kesederhanaan sampai lulus SMA dan akhirnya bisa diterima di Fakultas Ilmu Pasti dan Alam UGM dengan mengambil jurusan Fisika. Kebiasaan membantu dan meringgankan beban orang tuanya terus dilakukan mengingat adik-adiknya yang banyak berjumlah 7 orang. Mulai awal kuliah dia sudah berusaha mendapatkan uang untuk mendukung kuliahnya, banyak akal dilakukan dengan cara mengajar di SMA, jadi guide para turis, hingga assisten dosen, dan pernah ikut mengajar di Akmil Magelang, mungkin SBY termasuk diantara muridnya dulu, dan masih banyak kegiatan lainnya guna menambah uang sakunya, yang penting halal cara mendapatkannya.. Usia mudanya sangat agresif dan potensial tapi kesederhanaan tetap tidak lepas dari kebiasaannya sehari-hari, kegiatan keagamaannya juga aktif di masjid Syuhada Yogya hingga pernah terpilih menjadi ketua remaja masjidnya. Pendidikan kuliahnya di selesaikan dalam waktu 6 tahun, dikala itu system di perguruan tinggi tidak seperti sekarang sytem SKS tapi jaman dulu menggunakan system SKT ( system kenaikan tingkat ) system ini bila ingin naik ke tingkat selanjutnya maka harus dapat lulus semua mata pelajaran paket yang ada, bila ada satu saja yang tidak lulus tentunya kenaikan kelasnya bisa tertunda. Kecerdasannya memang tidak di pungkirin akhirnya dia dapat lulus sendirian di Fakultas tersebut, sampai-sampai acara wisudanya di lakukan sendiri dihadapan temen-temenya dan dosen-dosennya, tentunya dengan biaya sendiri pula. Selesai menyelesaikan kuliahnya dia mendapatkan biasiswa dari Kantor Lemigas untuk belajar di Prancis di Ecole Nationale Superieure du Petrole et des Mosteurs, Institut Francais du Petrole, hingga memperoleh ijasah Ingenieure, pendidikan ini dia selesaikan hanya dalam waktu 20 bulan. Sekembali dari tugas belajar dia mengabdi pada Negara di kantor Lemigas ( Lembaga Minyak dan Gas Bumi ) di bawah Pertamina waktu itu. Semangat dan jiwa Nasionalisnya di tunjukkan dengan menjadi seorang peneliti di bagian Geofisika di Lemigas, LIPI dan mengajar di UI, tugas demi tugas dia selesaikan dengan baik hingga pernah menjadi asisten Tim Lemigas untuk Study East Kalimatan Gas Deliverability yang menemukan beberapa lokasi kandungan minyak dan gas disana sebagai peta perminyakan Indonesia. Prestasi, semangat dan keberhasilan dalam bekerja banyak mendorong para pelaku pasar perminyakan mulai melirik dia sebagai seorang ahli geofisika, banyak perusahaan asing perminyakan ingin mendapatkan dia untuk bekerja di perusahaannya dengan iming-iming gaji yang luar biasa besarnya dan penggantian biaya study oleh Lemigas tapi semua di tolak dengan alasan ingin mengabdi buat bangsa dan negaranya sampai hal ini tercium oleh direktur Lemigasnya dan akhirnya dia ditawarin kembali untuk melanjutkan study S3 nya, hidup kesederhanaan dan ketenangan untuk terus menimba ilmu dan mengembangkan ilmu menjadi alasan tersendiri yang sudah melekat dalam hatinya yang sudah terbina bertahun-tahun dengan hidup kesederhanaan. Pendidikan selanjutnya di School of Earth Sciences, Flinders University of South Australia dari tahun 1981-1885 dan memperoleh gelar Doctor Of Philosophy ( Ph.D ) dalam bidang Seismology Eksplorasi, sampai disertasinya banyak mendapat tanggapan dari majalah di Eropa dan Amerika karena penemuannya. Sang Promotor ( Professor dari Amerika ) sampai-sampai mau mengajaknya untuk bergabung untuk berkiprah di kawasan Eropa dan Timur Tengah, kalau memang penghasilan yang dia cari, tapi tetap saja jiwa Nasionalisme yang menang, akhirnya dia kembali ke tanah air lagi dan mengabdi di bawah Lemigas kembali sebagai Ketua Kelompok Geofisika dan kepala bidang Litbang Teknologi Eksplorasi, pengabdian tetap dia jalankan juga sebagai dosen di UI dan peneliti di LIPI. Kecintaan akan ilmu dan kepuasan menjadi seorang ilmuwan sejati dia tunjukkan lagi untuk melengkapi pendidikannya mengikuti Program Post Doctoral di Geophysics Group, Departement of Geology, Royal School of Mines, Imperial College of Science, Technology dan Medicine, London, selama 1 tahun.( 1991-1992). Selama pendidikan di Inggris dia juga pernah mengikuti team ekspedisi eksplorasi di Belanda dan Jepang yang kala itu telah berhasil menemukan kandungan minyak baru di perairan tersebut. Sebagai penghargaan dari LIPI dia telah diangkat sebagai Ahli Peneliti Utama ( APU ) Bidang Geofisika, yang merupakan tingkatan tertinggi seorang peneliti di Indonesia dalam bidangnya. Di UI dia sebagai Lector Kepala Ilmu Geofisika di Departemen Fisika sebagi dosen luar biasa. Pengabdian kepada Negara dan ingin mengembangkan ilmunya tetap di lakukan dengan menjadi pembimbing dan penguji mahasiswa tingkat akhir ( S1, S2 dan S3 ) di UI, ITB, UGM dan Universitas lainnya. Jumlah karya tulis ilmiah sebanyak 103 buah ( tahun 2005 ) yang telah dipulikasikan atau disajikan di berbagai pertemuan di forum Nasional maupun Internasional. Prestasi sebagai penulis karya ilmiah pernah dia dapat sebagai juara Inovasi karya-karya anak bangsa dari LIPI di tahun 1997 dan banyak piagam penghargaan dari pemerintah sebagai pengabdiannya pada bangsa dan Negara. Tapi sosoknya yang low profile menjadi gaya hidupnya dan hidup sederhana sebagai seorang pegawai negeri golongan IVE mentok, tetap di terima dengan sabar dan ikhlas, walaupun terkadang dia ditugaskan memimpin proyek ataupun sebagai instruktur pelatihan dalam perusahaan minyak asing tetap saja hanya sekian persen dari honornya yang masuk di sakunya, maklum banyak pungutan sana sini yang sudah terbiasa di lingkungan pegawai negeri. Rumahpun juga hanya sebatas rumah dinas dengan mobil pribadi yang ala kadarnya yang jauh dari kesan mewah dan berlebihan, tapi berbeda dengan anggapan banyak orang pada umumnya yang tidak tahu sosok pribadinya yang menganggapnya sebaliknya dengan ilmu yang di kuasai dan pengalaman yang segudang tentunya tidak sulit buat dia untuk meraup puluhan ribu dolar dalam sebulan, semua tahu ilmu itu sangat sulit dan masih jarang yang menguasai apalagi ilmu bidang terapan eksplorasi migas, mahasiswanya saja begitu lulus dengan reffrensi dia bisa langsung mendapatkan gaji dalam bayaran dolar, tapi berbeda dengan dia karena pengabdiannya pada Negara sakitpun dia hanya mendapatkan jatah rumah sakit kelas II sungguh sayang bila kita tahu keadaan tersebut tapi berbeda, dia sangat menikmati kondisi ini sebagai suatu ibadah dan pengabdiannya buat ibu pertiwi. Hingga akhirnya dia mempunyai suatu impian dapat membangun suatu Yayasan Yatim-Piatu Baitulamal di kota kelahirannya yaitu kota Kendal, usaha mulai di rintis untuk mulai mengumpulkan dana buat mewujudkannya untuk mencari lahan seluas 2H guna membangun yayasan tersebut sebagai pengabdian dan wujud kepedulian dia kepada kota kelahirnnnya. Akankah impiannya akan terkabul dan terlaksana ??? tentunya mohon do’a nya dari anda-anda semua yang membacanya dan sekiranya dari rekan-rekan ada yang ingin peduli dan mempunyai keikhlasan yang sama bisa nanti bersama-sama mewujudkannya dengan cara masing-masing secara sukarela, baik dengan dana, tenaga, ide, pikiran dan saran. Impian ini bukan ada maksud-maksud tertentu yang akan menguntungkan pribadinya tetapi murni dari hati yang ikhlas hanya ingin memberika kontribusi buat kota kelahiranya yaitu kota Kendal. Yayasan ini pun nantinya akan langsung diserahkan kepada pengelola atau pemerintah setempat andaikata bisa terwujud sehingga diharapkan kemandirian yayasan tersebut bisa berjalan dengan baik. Hanya kepuasan dan pengabdian yang bisa di berikan dengan mengedepankan semangat dan kegigihan dan ketekunan dalam melakukan suatu pekerjaan yang dilakukannya secara sabar, jujur dan ikhlas. Semoga Impian ini bisa terwujud dan terlaksana sesuai dengan apa yang dia harapkan, mohon maaf bila tulisan ini kurang tersusun dengan baik karena ini hanya sekedar coretan yang kurang ada artinya buat anda-anda semua, tetapi paling tidak bisa membukakan mata kita bahwa masih ada impian dari seorang professor putra Kendal yang belum terwujud dan mohon do’a restunya agar segera terwujud. Amin

