Amien..sungguh mulia,

Btw boleh dikenalin dong Prof nya biar bisa nambah ilmu dan wawasan

 Salam, 


Ery Wijaya
http://erywijaya.wordpress.com/






----- Original Message ----
From: Budi Yuwono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: Abdul Mutaqin <[EMAIL PROTECTED]>; Mansyur Alkatiri <[EMAIL PROTECTED]>; 
Abdullah Alkatiri <[EMAIL PROTECTED]>; MC Cahyono <[EMAIL PROTECTED]>; Andry 
Hardiyanto <[EMAIL PROTECTED]>; Budhi Pasha <[EMAIL PROTECTED]>; Iwan Pranowo 
<[EMAIL PROTECTED]>; Trisno Sumaedi <[EMAIL PROTECTED]>; bwm <[EMAIL 
PROTECTED]>; Yanto Mm <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, 14 September, 2008 16:55:53
Subject: [kendal-online] Impian seorang Professor


Impian seorang Professor
 
Dia asli putra Kendal, semasa
kecil dilaluinya di kota kecil dekat ibu kota Jawa Tengah tepatnya di kota
Kendal, dia lahir dan besar di kota tersebut di sebuah dusun yang jauh dari
ibukota kabupaten Kendal yang terletak di seberang sungai Bodri yaitu di dusun
pidodo wetan, lahir dari keluarga sederhana yang orang tuanya hanya seorang
guru SD yang mempuyai beban harus menanggung adik-adiknya hingga semua bisa
bekerja dan berumah tangga, kadang tempat tinggalnya berpindah-pindah karena
tugas orang tuanya sebagai seorang pengajar, untuk daerah Kendal tentunya hampir
pernah di singgahi, masa kecilnya di lalui seperti anak-anak umumnya belajar,
mengaji, bermain dan membantu orang tuanya berladang di kebun ( tegalan ).
Pendidikan SD diselesaikan di
kota kelahiranya hingga SMP, selanjutnya pendidikan SMA di selesaikan di SMA I
Negeri Semarang, semangat belajar dan ingin majunya mulai kelihatan karena
keinginannya sekolah di luar kota, untuk membantu biaya sekolah dan biaya
kostnya dia harus mencari tambahan yaitu memberikan les (bimbingan belajar )
pada anak-anak SMP atau adik kelasnya, semua dijalani dengan tekun dan sabar.
Tahun demi tahun dia lalui dengan
kesederhanaan sampai lulus SMA dan akhirnya bisa diterima di Fakultas Ilmu
Pasti dan Alam UGM dengan mengambil jurusan Fisika.
Kebiasaan membantu dan
meringgankan beban orang tuanya terus dilakukan mengingat adik-adiknya yang
banyak berjumlah 7 orang.
Mulai awal kuliah dia sudah
berusaha mendapatkan uang untuk mendukung kuliahnya, banyak akal dilakukan 
dengan
cara mengajar di SMA, jadi guide para turis, hingga assisten dosen, dan pernah
ikut mengajar di Akmil Magelang, mungkin SBY termasuk diantara muridnya dulu,
dan masih banyak kegiatan lainnya guna menambah uang sakunya, yang penting halal
cara mendapatkannya.
Usia mudanya sangat agresif dan
potensial tapi kesederhanaan tetap tidak lepas dari kebiasaannya sehari-hari,
kegiatan keagamaannya juga aktif di masjid Syuhada Yogya hingga pernah terpilih
menjadi ketua remaja masjidnya. Pendidikan kuliahnya di selesaikan dalam waktu
6 tahun, dikala itu system di perguruan tinggi tidak seperti sekarang sytem SKS
tapi jaman dulu menggunakan system SKT ( system kenaikan tingkat ) system ini
bila ingin naik ke tingkat selanjutnya maka harus dapat lulus semua mata
pelajaran paket yang ada, bila ada satu saja yang tidak lulus tentunya kenaikan
kelasnya bisa tertunda. Kecerdasannya memang tidak di pungkirin akhirnya dia
dapat lulus sendirian di Fakultas tersebut, sampai-sampai acara wisudanya di
lakukan sendiri dihadapan temen-temenya dan dosen-dosennya, tentunya dengan
biaya sendiri pula.
Selesai menyelesaikan kuliahnya
dia mendapatkan biasiswa dari Kantor Lemigas untuk belajar di Prancis di Ecole
Nationale Superieure du Petrole et des Mosteurs, Institut Francais du Petrole,
hingga memperoleh ijasah Ingenieure, pendidikan ini dia selesaikan hanya dalam
waktu 20 bulan.
Sekembali dari tugas belajar dia
mengabdi pada Negara di kantor Lemigas ( Lembaga Minyak dan Gas Bumi ) di bawah
Pertamina waktu itu. Semangat dan jiwa Nasionalisnya di tunjukkan dengan
menjadi seorang peneliti di bagian Geofisika di Lemigas, LIPI dan mengajar di
UI, tugas demi tugas dia selesaikan dengan baik hingga pernah menjadi asisten
Tim Lemigas untuk Study East Kalimatan Gas Deliverability yang menemukan
beberapa lokasi kandungan minyak dan gas disana sebagai peta perminyakan
Indonesia.
Prestasi, semangat dan
keberhasilan dalam bekerja banyak mendorong para pelaku pasar perminyakan mulai
melirik dia sebagai seorang ahli geofisika, banyak perusahaan asing perminyakan
ingin mendapatkan dia untuk bekerja di perusahaannya dengan iming-iming gaji
yang luar biasa besarnya dan penggantian biaya study oleh Lemigas tapi semua di
tolak dengan alasan ingin mengabdi buat bangsa dan negaranya sampai hal ini 
tercium
oleh direktur Lemigasnya dan akhirnya dia ditawarin kembali untuk melanjutkan
study S3 nya, hidup kesederhanaan dan ketenangan untuk terus menimba ilmu dan
mengembangkan ilmu menjadi alasan tersendiri yang sudah melekat dalam hatinya
yang sudah terbina bertahun-tahun dengan hidup kesederhanaan. .
Pendidikan selanjutnya di School
of Earth Sciences, Flinders University of South Australia dari tahun 1981-1885
dan memperoleh gelar Doctor Of  Philosophy ( Ph.D ) dalam bidang Seismology 
Eksplorasi, sampai
disertasinya banyak mendapat tanggapan dari majalah di Eropa dan Amerika karena
penemuannya. Sang Promotor ( Professor dari Amerika ) sampai-sampai mau
mengajaknya untuk bergabung untuk berkiprah di kawasan Eropa dan Timur Tengah,
kalau memang penghasilan yang dia cari, tapi tetap saja jiwa Nasionalisme yang
menang, akhirnya dia kembali ke tanah air lagi dan mengabdi di bawah Lemigas
kembali sebagai Ketua Kelompok Geofisika dan kepala bidang Litbang Teknologi
Eksplorasi, pengabdian tetap dia jalankan juga sebagai dosen di UI dan peneliti
di LIPI.
Kecintaan akan ilmu dan kepuasan
menjadi seorang ilmuwan sejati dia tunjukkan lagi untuk melengkapi
pendidikannya mengikuti Program Post Doctoral di Geophysics Group, Departement
of  Geology, Royal School of  Mines, Imperial College of Science,
Technology dan Medicine, London, selama 1 tahun.( 1991-1992).
Selama pendidikan di Inggris dia
juga pernah mengikuti team ekspedisi eksplorasi di Belanda dan Jepang yang kala
itu telah berhasil menemukan kandungan minyak baru di perairan tersebut.
Sebagai penghargaan dari
LIPI  dia telah diangkat sebagai Ahli
Peneliti Utama ( APU ) Bidang Geofisika, yang merupakan tingkatan tertinggi
seorang peneliti di Indonesia 
dalam bidangnya. Di UI dia sebagai Lector Kepala Ilmu Geofisika di Departemen
Fisika sebagi dosen luar biasa. Pengabdian kepada Negara dan ingin
mengembangkan ilmunya tetap di lakukan dengan menjadi pembimbing dan penguji
mahasiswa tingkat akhir ( S1, S2 dan S3 ) di UI, ITB, UGM dan Universitas
lainnya.
Jumlah karya tulis ilmiah
sebanyak 103 buah ( tahun 2005 ) yang telah dipulikasikan atau disajikan di
berbagai pertemuan di forum Nasional maupun Internasional.
Prestasi sebagai penulis karya
ilmiah pernah dia dapat sebagai juara Inovasi karya-karya anak bangsa dari LIPI
di tahun 1997 dan banyak piagam penghargaan dari pemerintah sebagai
pengabdiannya pada bangsa dan Negara.
Tapi sosoknya yang low profile
menjadi gaya hidupnya dan hidup sederhana sebagai seorang pegawai negeri
golongan IVE mentok, tetap di terima dengan sabar dan ikhlas, walaupun terkadang
dia ditugaskan memimpin proyek ataupun sebagai instruktur pelatihan dalam
perusahaan minyak asing tetap saja hanya sekian persen dari honornya yang masuk
di sakunya, maklum banyak pungutan sana sini yang sudah terbiasa di lingkungan
pegawai negeri.
Rumahpun juga hanya sebatas rumah
dinas dengan mobil pribadi yang ala kadarnya yang jauh dari kesan mewah dan
berlebihan, tapi berbeda dengan anggapan banyak orang pada umumnya yang tidak
tahu sosok pribadinya yang menganggapnya sebaliknya dengan ilmu yang di kuasai
dan pengalaman yang segudang tentunya tidak sulit buat dia untuk meraup puluhan
ribu dolar dalam sebulan, semua tahu ilmu itu sangat sulit dan masih jarang
yang menguasai apalagi ilmu bidang terapan eksplorasi migas, mahasiswanya saja 
begitu lulus dengan reffrensi dia bisa
langsung mendapatkan gaji dalam bayaran dolar, tapi berbeda dengan dia karena
pengabdiannya pada Negara sakitpun dia hanya mendapatkan jatah rumah sakit
kelas II sungguh sayang bila kita tahu keadaan tersebut tapi berbeda, dia
sangat menikmati kondisi ini sebagai suatu ibadah dan pengabdiannya buat ibu
pertiwi.
Hingga akhirnya dia mempunyai
suatu impian dapat membangun suatu Yayasan Yatim-Piatu Baitulamal di kota 
kelahirannya yaitu kota Kendal,
usaha mulai di rintis untuk mulai mengumpulkan dana buat mewujudkannya untuk
mencari lahan seluas 2H guna membangun yayasan tersebut sebagai pengabdian dan
wujud kepedulian dia kepada kota 
kelahirnnnya. Akankah impiannya akan terkabul dan terlaksana ??? tentunya mohon
do’a nya dari anda-anda semua yang membacanya dan sekiranya dari rekan-rekan
ada yang ingin peduli dan mempunyai keikhlasan yang sama bisa nanti
bersama-sama mewujudkannya dengan cara masing-masing secara sukarela, baik
dengan dana, tenaga, ide, pikiran dan saran.
Impian ini bukan ada maksud-maksud
tertentu yang akan menguntungkan pribadinya tetapi murni dari hati yang ikhlas
hanya ingin memberika kontribusi buat kota 
kelahiranya yaitu kota Kendal.
Yayasan ini pun nantinya akan
langsung diserahkan kepada pengelola atau pemerintah setempat andaikata bisa
terwujud sehingga diharapkan kemandirian yayasan tersebut bisa berjalan dengan
baik.
Hanya kepuasan dan pengabdian
yang bisa di berikan dengan mengedepankan semangat dan kegigihan dan ketekunan
dalam melakukan suatu pekerjaan yang dilakukannya secara sabar, jujur dan
ikhlas.
Semoga Impian ini bisa terwujud
dan terlaksana sesuai dengan apa yang dia harapkan, mohon maaf bila tulisan ini
kurang tersusun dengan baik karena ini hanya sekedar coretan yang kurang ada
artinya buat anda-anda semua, tetapi paling tidak bisa membukakan mata kita
bahwa masih ada impian dari seorang professor putra Kendal yang belum terwujud
dan mohon do’a restunya agar segera terwujud. Amin
    


      

Kirim email ke