http://www.kabupaten-kendal.go.id/berita/244/244.htm Melongok Kompor Berbahan Etanol, Berbahan baku Singkong Lebih Irit dan Ramah Lingkungan
Newsroom Kendal - Kenaikan harga minyak tanah dan elpiji memicu Cawapres Siswono Yudohusodo berpikir keras. Tangan kreatif Pak Sis –sapaan akrabnya- bersama timnya berhasil membuat bahan bakar kompor dari singkong. Bahan bakar yang dikenal dengan sebutan etanol ini diyakini lebih irit dan ramah lingkungan. Resto Paddi Tirto Arum di Jalan Soekarno-Hatta, kemarin sore tampak lain dari biasanya. Ruang berbentuk aula itu sejak pukul 15.00 WIB sudah didatangi para pengunjung. Barisan kursi sudah tertata tapi di aula. Di luar, tampak tumpukan kompor berbahan baku seng dan botol etanol tertata rapi. Satu pohon singkong ukuran jumbo dipajang di atas meja. Di aula, tampak mantan Menteri Transmigrasi Siswono Yudohusodo mempersilakan para tamu duduk di kursi yang telah disediakan. Sesaat kemudian, tampak Wabup Siti Nurmarkesi datang bersama para stafnya semua kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan para camat ikut hadir. Beberapa caleg dari Partai Golkar tampak memenuhi ruangan. Ya, itulah suasana sosialisasi penggunaan bahan bakar etanol untuk kompor. Acara yang digagas Pak Sis cukup memikat tamu undangan. Tokoh kelahiran Kendal ini tak segan-segan mempromosikan bahan bakar temuannya mudah dikembangkan. “Ke depan jika tidak ada aral, kita akan bangun pabrik etanol di sini (Kendal),” tukas mantan Menteri Perumahan Rakyat ini. Lantas Pak Sis menceritakan ide membuat bahan bakar berbahan singkong ini. Menurut Pak Sis, kenaikan harga minyak dan elpiji kemungkinan masih akan terus berlanjut. Kenaikan harga bahan bakar itu dinilai sangat memberatkan rakyat. Berdasarkan asumsi itu, dia bersama timnya akhirnya mencari solusi bahan bakar berbahan alam. Dari penelitian yang dilakukan timnya, akhirnya jatuh pada singkong. Selain mudah diperoleh, hasilnya lebih banyak dibandingkan jarak dan kelapa sawit. Pak Sis mencontohkan, untuk memenuhi kebutuhan etanol tiap keluarga, cukup dibutuhkan lahan seluas 70 meter persegi. “Tanah itu ditanami singkong sebagai bahan utama pembuatan etanol,” tukasnya. Pak Sis memaparkan, kompor dengan bahan etanol dari singkong relatif aman dan dijamin tidak meledak. Jika etanol habis, api berhenti secara otomatis. Etanol yang dimasukkan ke dalam tempat khusus diberi api langsung bisa menyala. Diakui, saat ini harga etanol masih cukup tinggi karena bahan bakunya belum diproduksi secara massal. Satu liter harganya Rp8.500. Satu liter mampu untuk memasak selama 12 jam nonstop. Karena dinilai masih terlalu tinggi, pihaknya berencana membangun pabrik pembuat etanol di Kendal. Lahan yang dibutuhkan sekitar 10.000 hektare. Saat ini pihaknya baru memiliki pabrik etanol di Sukabumi, Jabar. Dia yakin, jika sudah ada pabriknya, harga etanol bisa ditekan. Tanaman singkong bisa dipanen dalam waktu 8-9 bulan. Agar singkong yang ditanam berkualitas, jarak tanaman minimal satu meter. Selama ini, petani kalau menanam singkong jaraknya terlalu rapat sehingga singkong yang dihasilkan kecil-kecil. “Tak kalah penting, tanaman singkong harus dirawat dengan cara diberi pupuk organik,” tukas bos Tirto Arum ini(Yon) agusmst Xwungu- kendal kutilang dara wrote: > > nggak iso..,ra iso, ndak biso..., tidak bisa. > > --- Pada *Rab, 17/9/08, witono hidayat /<[EMAIL PROTECTED]>/* > menulis: > > Dari: witono hidayat <[EMAIL PROTECTED]> > Topik: [kendal-online] dukung markesi > Kepada: "[email protected]" > <[email protected]> > Tanggal: Rabu, 17 September, 2008, 1:20 AM > > Wabup SitiNurmarkesi mlarang pejbat publik mudik pake mobil > dinas.mari kita awasi pelaksanaannya. .. bisakah? > > > ------------------------------------------------------------------------ > Nama baru untuk Anda! > <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/> > > > Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan > @rocketmail. > Cepat sebelum diambil orang lain! >

