----- Pesan Diteruskan ----
Dari: agustinedwi kurniawati <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: tulus wichaksono <[EMAIL PROTECTED]>; yuliez <[EMAIL PROTECTED]>; Irwan
Agustian <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; gendhonzz <[EMAIL PROTECTED]>;
didiek <[EMAIL PROTECTED]>; ega <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; sofwan noerwidi <[EMAIL
PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; joko the jakarta post
<[EMAIL PROTECTED]>; Urip Tri Purba <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Rabu, 17 September, 2008 13:41:03
Topik: Fw: Renungan buat Bunda
Ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan. Masihkah Kita menyakitinya?
Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaki makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian.
SADARILAH bahwa di dunia ini nggak ada 1 orangpun yang mau mati demi IBU,
tetapi…..
Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita….
Kirimkan ke 10 orang agar IBU KITA PANJANG UMUR…
Semoga sehat dan panjang umur, mama…
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/