Doeloe kala, 
Ketika sang Adam dipertemukan dengan sang Hawa, mulailah babak baru tumbuhnya 
benih-benih kesukaan kepada lain jenis. Waktu berjalan terus. Kemudian muncul 
pernyataan bahwa "wanita adalah perhiasan dunia". Jujur kita katakan, bahwa 
penampilan wanita secara umum akan lebih menarik daripada pria, baik fisik, 
busana, maupun suara dan bahasa tubuhnya. Memang ada juga penampilan laki-laki 
yang menarik, tetapi masih lebih bisa mengalahkan ketertarikan publik pada 
wanita.
 
Sewaktu jaman SMA doeloe (90an), super sibuk mengurus kegiatan organisasi di 
SMA, pengajian di lingkup dusun, desa, kecamatan dan kabupaten, tak lepas dari 
'bumbu lain jenis ini'. Betapa bersemangatnya kala itu, walau jadi ketua, 
merangkat membuat surat sendiri, fotocopi, tanda tangan plus mengedarkan 
sendiri, plus plus opyak-opyak (ngajak) teman-teman untuk hadir pada pertemuan 
yang ditentukan; tidak lepas dari bumbu tadi. Manajemen ngampiri (menjemput, 
red) sering jadi nostalgia tersendiri. Lucu dan lugunya, walau sekedar melihat 
senyum dan bercanda, itu sudah cukup jadi penyebar semangat diri.
 
Dalam bisnis, dikenal istilah manajemen VENUS. Intinya adalah menempatkan 
wanita bak sebagai 'bumbu pemanis' dalam pelayanan bisnis. Mungkin definisi ini 
kurang 'plong' buat para aktifis perempuan, karena dirasakan perempuan hanya 
dinilai dari penampilan fisiknya saja. Benarkah? ternyata tidak 100% benar. 
Karena yang ditampilkan untuk melayani publik bukan sekedar fisik, tetapi juga 
emosi (rasa) dan juga ketekunan (skill).
Bagi yang menganut manajemen venus ini, dapat dilihat pada berbagai posisi, 
seperti sekretaris, front office, marketing, humas, MC, penyiar, host, dll yang 
biasanya dengan syarat tak tertulis "sebaiknya perempuan" yang menarik (baca: 
biasanya fisik OK). 
 
Saat ini, banyak pula orang menjadi semangat bekerja karena ada sang venus ini. 
Umumnya sich banyak yang tak terucap (tersirat). Banyak diantara kita lebih 
senang menjadi "pengagum rahasia", yang tandanya, akan bersemangat bila idola 
hadir, dan menjadi muram durja (bukan durjana haha..) apabila idola gak datang. 
Bahkan manuver mendekati idola akan menjadi jurus tersendiri. Tak jarang malah 
melihatkan argumen ilmiah, obyektifitas, profesionalitas, dll. Ojo kaget 
lah.....
 
Manajemen venus adalah salah satu ramuan jitu, tapi tidak harus selalu ada. 
Silahkan disesuaikan dengan situasi dan kondisi.....
 
Ki Asmoro Jiwo
 
 


      

Kirim email ke