Kata orang "Kesempatan itu hanya datang sekali !"
Artinya, dibutuhkan ketepatan dalam membaca dan menangkap peluang.
Membaca? Ya, karena tidak semua orang mampu mengetahui adanya peluang di depan 
matanya. Banyak orang menganggap peluang itu hanyalah fenomena pergaulan belaka.
 
Sekedar kenalan, apa sich untungnya? jangan salah, bermula dari kenal, maka 
kerjasama superjumbo dapat dijalin.
Cara konvensional ala bagian administrasi adalah mengoleksi kartu nama 
tamu-tamu penting. Ala pribadi, dapat dilakukan dengan mengoleksi email-email 
dan no HP orang-orang penting. Tapi jangan salah, orang tidak penting bisa jadi 
punya orang dekat yang sangat penting. Jadi jangan meremehkan koleksi nama, 
siapa pun !
 
Sekedar makan bersama, khan yang penting kenyang to? wah, hati-hati, banyak 
lobi super hebat malah lahir dari hasil nongkrong minum kopi atau sekedar 
menikmati bakmie.
Kadang orang-orang Jakarta yang melancong di Yogya minta diantar ke 
tempat-tempat kuliner yang menarik dan mungkin ada kenangan bagi mereka. Sambil 
makan, berlangsunglah negosiasi dan lahirnya rencana kerjasama.
 
Sekedar email dan chatting, paling buat ngelaba dan ngelucu aja khan? untuk 
dunia ABG banyak benarnya, tapi untuk dunia dewasa, banyak komunikasi kerjasama 
dan lobi dilakukan dengan chatting dan email. Tahun 2003, email ini menjadi 
sarana komunikasi LPPM UPN dan PT Caltex Pasifix Indonesia di Riau. Tahun yang 
sama pula, 2 orang teman chatting di Riau (yang sebelumnya belum pernah ketemu 
langsung/fisik), ternyata sukses memperkuat tim proyek sebagai web designer dan 
web programmer.
 
 
Membaca peluang dibutuhkan kecermatan. Siapa dia? peluang apa? sejauhmana 
manfaatnya, bagi pribadi atau institusi? dll. dll. Semua pertanyaan akan 
berkecamuk di hati, namun butuh kesigapan memutuskan apa sikap kita. Diam saja, 
atau sekedar basa-basi ikut bicara, atau merangsek maju mendekati peluang itu. 
Membaca butuh insting yang super tajam. 
Ibarat menemukan hewan buruan diantara semak belukar rerimbunan hutan.
Ibarat dosen menemukan 1 mahasiswa terbaik diantara 50 mahasiswa di suatu kelas
Ibarat ahli gendam, mampu menemukan calon korban diantara ratusan orang di 
terminal
Ibarat politikus (yang mau nyalon :p), tahu persis kegiatan apa yang perlu 
disponsori atau kapan menentukan dia tampil di depan publik, demi membangun 
image (kesan) secara instan (baca : cepat dapat hasil, apapun acaranya).
 
Sedangkan menangkap peluang, butuh jurus yang super jitu.
Mungkin kita pernah ketemu marketing, kok rayuane njelehi (kurang simpatik)
Mungkin melihat boyo lugu, sehingga rayuannya bikin si cewek mau muntah. dll.
 
Merayu, ada tingkatannya :
"Waduh, anak mama pinter sekali !, mirip jagoan Panda dech !", untuk anak SD
"Kau cantik sekali...", untuk SMP-SMA
"Motif bajunya pas banget dengan yang memakai, dech!", untuk Mahasiswa
Untuk orang tua, disesuaikan dengan profesi dan hobbynya.
Ada yang bangga sekali menceritakan kesuksesan anak-anaknya
Ada yang hanya bersemangat kalau ditanya tentang profesinya
 
Merayu adalah bekal utama untuk menangkap peluang. Maka dalam sambutan beberapa 
pemimpin, biasanya dibumbui dengan pujian terhadap calon pihak yang diajak 
kerjasama.
 
Namun yang terpenting, jarang sekali peluang datang secara ceremonial 
(penandatanganan MoU) dan waktu yang lama. Peluang akan datang pada waktu, 
tempat dan momen kegiatan yang tiada kita duga. Bahkan sering kali datang super 
cepat, di tempat tidak representatif, dan kegiatan super santai (non formal).
 
Jadi, bagi orang atau pihak yang ingin menjalin kerjasama. Bukalah mata dan 
pasang telinga lebar-lebar. Jangan terlalu asyik menunggu di belakang meja. 
"bacalah" potensi sumberdaya di diri kita dan sekitarnya. "bacalah" secara 
multidimensi ruang/wilayah, sektor, bidang, satker, umur, jabatan, dll. 
Tebarkan pesona silaturahmi kepada semua. Seringlah kirim "say helllo" via sms, 
email atau menyapa langsung. Berikan senyuman ke alam tanpa pandang bulu.
Banyak teman, banyak rizki.
dan.... jalan rizki akan datang dari arah yang sering tiada kita duka.
 
Terakhir, bersihkan hati dalam membaca dan menangkap peluang. Karena peluang 
baik dan buruk bedanya sangat tipis........
 
Ki Asmoro Jiwo


      

Kirim email ke