ketik REG spasi PELUANG kirim ke 9999mas Kun siap bantu anda !! canda mode: on
2008/10/16 muhamad kundarto <[EMAIL PROTECTED]> > Kata orang "Kesempatan itu hanya datang sekali !" > Artinya, dibutuhkan ketepatan dalam membaca dan menangkap peluang. > Membaca? Ya, karena tidak semua orang mampu mengetahui adanya peluang di > depan matanya. Banyak orang menganggap peluang itu hanyalah fenomena > pergaulan belaka. > > Sekedar kenalan, apa sich untungnya? jangan salah, bermula dari kenal, maka > kerjasama superjumbo dapat dijalin. > Cara konvensional ala bagian administrasi adalah mengoleksi kartu nama > tamu-tamu penting. Ala pribadi, dapat dilakukan dengan mengoleksi > email-email dan no HP orang-orang penting. Tapi jangan salah, orang tidak > penting bisa jadi punya orang dekat yang sangat penting. Jadi jangan > meremehkan koleksi nama, siapa pun ! > > Sekedar makan bersama, khan yang penting kenyang to? wah, hati-hati, banyak > lobi super hebat malah lahir dari hasil nongkrong minum kopi atau sekedar > menikmati bakmie. > Kadang orang-orang Jakarta yang melancong di Yogya minta diantar ke > tempat-tempat kuliner yang menarik dan mungkin ada kenangan bagi mereka. > Sambil makan, berlangsunglah negosiasi dan lahirnya rencana kerjasama. > > Sekedar email dan chatting, paling buat ngelaba dan ngelucu aja khan? untuk > dunia ABG banyak benarnya, tapi untuk dunia dewasa, banyak komunikasi > kerjasama dan lobi dilakukan dengan chatting dan email. Tahun 2003, email > ini menjadi sarana komunikasi LPPM UPN dan PT Caltex Pasifix Indonesia di > Riau. Tahun yang sama pula, 2 orang teman chatting di Riau (yang sebelumnya > belum pernah ketemu langsung/fisik), ternyata sukses memperkuat tim proyek > sebagai web designer dan web programmer. > > > Membaca peluang dibutuhkan kecermatan. Siapa dia? peluang apa? sejauhmana > manfaatnya, bagi pribadi atau institusi? dll. dll. Semua pertanyaan akan > berkecamuk di hati, namun butuh kesigapan memutuskan apa sikap kita. Diam > saja, atau sekedar basa-basi ikut bicara, atau merangsek maju mendekati > peluang itu. Membaca butuh insting yang super tajam. > Ibarat menemukan hewan buruan diantara semak belukar rerimbunan hutan. > Ibarat dosen menemukan 1 mahasiswa terbaik diantara 50 mahasiswa di suatu > kelas > Ibarat ahli gendam, mampu menemukan calon korban diantara ratusan orang di > terminal > Ibarat politikus (yang mau nyalon :p), tahu persis kegiatan apa yang perlu > disponsori atau kapan menentukan dia tampil di depan publik, demi membangun > image (kesan) secara instan (baca : cepat dapat hasil, apapun acaranya). > > Sedangkan menangkap peluang, butuh jurus yang super jitu. > Mungkin kita pernah ketemu marketing, kok rayuane *njelehi *(kurang > simpatik) > Mungkin melihat *boyo *lugu, sehingga rayuannya bikin si cewek mau muntah. > dll. > > Merayu, ada tingkatannya : > "Waduh, anak mama pinter sekali !, mirip jagoan Panda dech !", untuk anak > SD > "Kau cantik sekali...", untuk SMP-SMA > "Motif bajunya pas banget dengan yang memakai, dech!", untuk Mahasiswa > Untuk orang tua, disesuaikan dengan profesi dan hobbynya. > Ada yang bangga sekali menceritakan kesuksesan anak-anaknya > Ada yang hanya bersemangat kalau ditanya tentang profesinya > > Merayu adalah bekal utama untuk menangkap peluang. Maka dalam sambutan > beberapa pemimpin, biasanya dibumbui dengan pujian terhadap calon pihak yang > diajak kerjasama. > > Namun yang terpenting, jarang sekali peluang datang secara ceremonial > (penandatanganan MoU) dan waktu yang lama. Peluang akan datang pada waktu, > tempat dan momen kegiatan yang tiada kita duga. Bahkan sering kali datang > super cepat, di tempat tidak representatif, dan kegiatan super santai (non > formal). > > Jadi, bagi orang atau pihak yang ingin menjalin kerjasama. Bukalah mata dan > pasang telinga lebar-lebar. Jangan terlalu asyik menunggu di belakang meja. > "bacalah" potensi sumberdaya di diri kita dan sekitarnya. "bacalah" secara > multidimensi ruang/wilayah, sektor, bidang, satker, umur, jabatan, dll. > Tebarkan pesona silaturahmi kepada semua. Seringlah kirim "say helllo" via > sms, email atau menyapa langsung. Berikan senyuman ke alam tanpa pandang > bulu. > Banyak teman, banyak rizki. > dan.... jalan rizki akan datang dari arah yang sering tiada kita duka. > > Terakhir, bersihkan hati dalam membaca dan menangkap peluang. Karena > peluang baik dan buruk bedanya sangat tipis........ > > Ki Asmoro Jiwo > > >

